30 dari 80% Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Digunakan Orang Luar Jakarta

Senin, 18 Januari 2021 15:09 Reporter : Rifa Yusya Adilah
30 dari 80% Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Digunakan Orang Luar Jakarta Ruang Isolasi Corona. ©2020 Merdeka.com/klikdokter.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, 30 persen tempat tidur di pasien Covid-19 di Jakarta sudah diisi oleh warga yang berasal dari luar Ibu Kota. Dia pun membenarkan tingkat okupansi bed di Jakarta yang sudah di atas 80 persen.

"Tingginya okupansi disebabkan beberapa hal, di antaranya yang kami layani itu 27-30 persen warga nonJakarta," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/1).

Dia mengungkapkan, pihaknya tetap menerima pasien sekalipun berasal dari luar Jakarta. Pemprov DKI selalu melayani dan merawat pasien Covid-19 dengan baik meskipun bukan warga Jakarta.

"Kami tidak memilah-milah siapa yang sakit (yang kami layani). Sering kali kami dapat telfon warga luar Jakarta minta masuk. Kami terima dengan baik. Kami layani dan rawat sebaik mungkin," ujarnya.

Oleh sebab itu, Riza menerangkan, ketersediaan fasilitas kesehatan di Jakarta memang semakin menipis. Sekalipun Jakarta telah memiliki 82 laboratorium dan 111 rumah sakit rujukan Covid-19. Untuk itu, dia berharap fasilitas kesehatan daerah-daerah penyangga semakin baik agar bisa mengurangi beban rumah sakit di Jakarta.

"Hebatnya Jakarta dalam SDM dan faskes dan kecepatan kami dalam melayani itu akan kalah cepat dengan penularan Covid-19 jika penyebarannya tidak bisa direm," jelasnya.

"Kami berharap, selain DKI yang terus meningkatkan fasilitas, kami juga berkoordinasi dengan daerah lainnya untuk meningkatkan faskes. Sehingga warga di luar Jakarta yang tidak ke Jakarta bisa ditampung dan dilayani dengan baik," tambah politikus Gerindra itu.

Riza mengaku khawatir dengan angka ketersediaan tempat tidur yang sangat menipis. Ditambah lagi, kata dia, kasus positif harian bisa tembus 14 ribu kasus per hari. Untuk itu, dia meminta warga DKI Jakarta untuk tetap di rumah dan mematuhi aturan PSBB yang diperketat hingga 25 Januari 2021.

"Angka kasus positif mengkhawatirkan, terus tinggi. Cara mengeremnya, tidak ada pilihan selain melaksanakan protokol Covid dan tetap di rumah," tegasnya.

"Sekalipun sudah ada vaksin dan sudah mulai vaksin, kami minta masyarakat tetap disiplin. Jangan nanti sudah ada vaksin, disiplinnya berkurang," terangnya.

Dia optimis ke depannya kasus harian di Jakarta bisa menurun. Sehingga bisa mempertahankan posisi, tidak lagi menempati urutan pertama kasus terbanyak.

"Mudah-mudahan, setelah tanggal 25 kita lihat ada perkembangan. Harapan kita tentu menurun (kasusnya) di Jakarta. Mudahan-mudahan seiring di mulainya vaksinasi, masyarakat lebih peduli," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini