Upaya Jabar Cegah Corona, Dari Imbau Masyarakat hingga Aplikasi Cepat Tanggap

Senin, 16 Maret 2020 11:26 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Upaya Jabar Cegah Corona, Dari Imbau Masyarakat hingga Aplikasi Cepat Tanggap Ridwan Kamil. jabarprov.go.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19) pemerintah provinsi Jawa Barat berupaya mengembangkan aplikasi berbasis android dan ios. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah warga Jawa Barat untuk mengetahui berbagai informasi seputar virus corona.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya mempercepat pengoperasian aplikasi yang dikembangkan bersama tim Jabar Digital Service. Melalui aplikasi tersebut, nantinya masyarakat Jawa Barat bisa melapor apabila mengalami atau menemukan orang terdekat dengan gejala COVID-19.

“Salah satu yang sedang kami kembangkan adalah Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat membuat aplikasi terkait COVID-19 di Jawa Barat,” ungkap Ridwan Kamil, saat menggelar konferensi pers terkait penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3/20).

1 dari 4 halaman

Keunggulan Aplikasi Corona Jabar

Menurut Ridwan Kamil warga yang menemukan informasi, gejala atau kejadian seputar corona di wilayahnya bisa langsung menyampaikan via aplikasi. Hal tersebut dilakukan tanpa tanpa harus menelpon atau mengecek website pemerintah.

Selain itu fasilitas di aplikasi akan memuat informasi update secara massive tentang kondisi terkini penyebaran virus corona.

"Jadi, nanti kalau sudah selesai aplikasinya bisa di-download. Warga yang menemukan informasi tinggal sampaikan via HP-nya tanpa harus menelepon atau ngecek website. Kemudian juga blasting informasi dari kami harian, update, sebaran, itu akan ada di aplikasi COVID-19 Jawa Barat ini," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Dianggap Bisa Kendalikan Penyebaran Corona

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil tersebut juga membeberkan jika aplikasi tersebut nantinya akan sangat berguna untuk pengendalian penyebaran Corona di Jawa Barat. Ia menjelaskan dari fasilitas cepat tanggap yang diberikan nantinya pemerintah bisa dengan mudah memantau pola penyebaran dan aksi yang harus dilakukan. Hal tersebut dilakukan agar penanganan Corona di Jabar bisa semakin maksimal.

"Jadi, warga tidak perlu khawatir. Memang berita-berita banyak hal yang meresahkan, tapi kami sangat optimistis dengan pola cepat tanggap, proaktif, responsif dengan teknologi dan koordinasi melalui satu pintu (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar atau Pikobar) ini, insyaallah Jawa Barat bisa mengendalikan dengan cara yang sebaik-baiknya," tambah Ridwan Kamil.

3 dari 4 halaman

Himbauan Ridwan Kamil Kepada Masyarakat

Selain meluncurkan aplikasi untuk cegah Corona berbasis Android, Kang Emil juga tetap menghimbau kepada masyarakat Untuk tetap berupaya peduli terhadap diri sendiri dan orang-orang disekitarnya. Melakukan tes secara berkala bisa dilakukan jika memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau telah bepergian dari negara terjangkit COVID-19.

Untuk tes proaktif ini, UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jabar berkoordinasi dengan Laboratorium Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Kang Emil hasil tes tersebut bisa langsung diketahui dalam satu hari (jangka waktu empat sampai lima jam) setelah tes, prosesnya pun memakan dua tahapan teknis setiap pemeriksaan per orang.

"Mulai kemarin kita sudah melakukan tes proaktif. Jadi, tidak menunggu dulu orang bergejala, masuk rumah sakit baru dicek. Hasilnya positif atau negatif (diserahkan) ke Pemerintah Pusat. Tapi kita melakukan tes proaktif melalui labkesnya Jawa Barat berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Unpad dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Update Terkini Corona di Jawa Barat

Pada hari minggu pukul 17:00 WIB dalam kegiatan jumpa persnya Ridwan Kamil menyatakan bahwa 54 orang ODP atau Orang Dalam Pantau akibat suspect corona dinyatakan negatif. Ia menjelaskan perkembangan terkini per Minggu (15/3) pukul 09.30 WIB pagi, total ODP di Jabar berjumlah 706 orang.

Sebanyak 448 orang di antaranya masih dalam tahap pemantauan. Sementara 258 orang telah selesai melakukan isolasi pribadi.

Jumlah PDP 82 orang, 28 orang di antaranya masih dalam proses pengawasan dan 54 orang telah dinyatakan negatif. Hingga kini jumlah pasien positif COVID-19 di Jabar berjumlah 7 orang. [nrd]

Baca juga:
Ridwan Kamil: Paparan Virus Corona Terjadi di Daerah Penyangga Ibu Kota
Jabar Siapkan Rp74 Miliar untuk Pembelian Alat dan Pemeriksaan Kesehatan
Kang Emil Yakin Menhub Positif Corona Tak Berkaitan Penjemputan ABK Diamond Princess
Cegah Corona, Ridwan Kamil Himbau Masyarakat Lakukan Salam Sunda
Gubernur Jabar Emil Minta Perguruan Tinggi Riset Obat Kina untuk Lawan COVID-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini