Pedagang Hewan Kurban di Tasik Jual Sapi di Kafe Cegah PMK, Begini Cara Belinya

Rabu, 29 Juni 2022 16:50 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Pedagang Hewan Kurban di Tasik Jual Sapi di Kafe Cegah PMK, Begini Cara Belinya Ilustrasi sapi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Gerard Koudenburg

Merdeka.com - Penampilan pria bernama Doni Rohman itu sekilas tampak seperti pengunjung biasa yang tengah duduk di dalam sebuah kafe kekinian di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun ternyata Ia tidak sedang bersantai atau nongkrong, melainkan tengah berjualan hewan sapi kurban untuk Hari Raya Iduladha.

Menurut Doni, hal itu ia lakukan demi menjaga hewan-hewan ternaknya dari penularan penyakit kuku dan mulut (PMK) yang tengah merebak. Dengan cara berjualan seperti ini, para pelanggan tidak perlu datang ke kandang, karena Doni sudah menyiapkan metode transaksi yang memudahkan.

“Orang (sekarang), nggak bisa datang ke kandang. Jadi kalau kondisinya begini (penularan wabah PMK), kita bisa jualan di Kafe, bisa work from home (WFH), jadi santai gitu” terangnya, dikutip dari kanal youtube Liputan6 SCTV.

2 dari 3 halaman

Bisa Tetap Lihat Kondisi Hewan Pakai Video

warga tasikmalaya jual sapi di kafe untuk cegah pmk

©2022 YouTube Liputan6 SCTV/ Merdeka.com

Proses jual beli hewan kurban sapi di kafe memang terbilang metode baru karena pelanggan tak perlu lagi datang ke kandang. Namun Ia mengatakan jika pembeli tetap melihat bisa kondisi hewan kurban sapi yang ia jual melalui bantuan teknologi.

Sebelum membuat janji untuk bertemu calon pembeli di kafe yang disepakati, Doni terlebih dahulu membuat video yang berisi tentang kondisi hewan sapi yang dijual.

“Jadi kalau (beli) ke kandang itu gak boleh, karena kita udah punya data (sapinya), dan kita bisa ngejualnya di mana aja gitu bahkan,” terangnya.

3 dari 3 halaman

Memudahkan Pelanggan

warga tasikmalaya jual sapi di kafe untuk cegah pmk
©2022 YouTube Liputan6 SCTV/ Merdeka.com

Sebelum membuat kesepakatan pembelian, Doni terlebih dahulu akan menyodorkan video secara lengkap tentang perawakan sapi, termasuk hasil timbangan beratnya.

Tidak semua pelanggan merasa puas dengan cara penjualan seperti ini, namun bagi pelanggan tetap hal ini bisa memudahkan, terlebih di masa penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku seperti sekarang.

“Biasanya saya itu ke kandang, terus saya milih sendiri. Ini ada bagusnya juga, jadi kita bisa cari tempat yang nyaman, nggak usah kotor-kotoran juga.” terang salah satu pembeli bernama Dian Sriharyati.

Meski dijual secara virtual, Doni tetap mengutamakan kualitas dari hewan-hewan sapi yang Ia sediakan.

Dian pun mengaku percaya untuk membeli sapi yang dijual Doni, lantaran Ia sudah langganan membeli hewan kurban di tempat Doni.

“Karena ini bukan pertama kali membeli, jadi saya percaya” terang Dian.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini