Tujuan Puasa dalam Pandangan Islam, Bukan Sekadar Menahan Hawa Nafsu

Rabu, 16 September 2020 19:00 Reporter : Andre Kurniawan
Tujuan Puasa dalam Pandangan Islam, Bukan Sekadar Menahan Hawa Nafsu Ilustrasi puasa. shutterstock

Merdeka.com - Dalam Islam, kita mengenal rukun Islam yang berjumlah lima buah. Lima rukun Islam tersebut adalah Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Kelima rukun Islam ini menjadi pilar bagi umat Islam yang wajib dilaksanakan, kecuali untuk zakat dan haji, karena hanya diwajibkan bagi seseorang yang mampu.

Selain ibadah sholat, puasa menjadi ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam, khususnya ketika bulan Ramadhan. Puasa berarti menahan makan, minum dan hubungan suami istri mulai terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari.

Ibadah puasa adalah ibadah yang berbeda dari ibadah lainnya. Jika ibadah seperti sholat amalnya untuk diri sendiri, maka tidak dengan puasa. Karena amal ibadah dari puasa adalah untuk Allah SWT sehingga pahalanya bisa lebih besar dibanding amal ibadah lainnya. Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

Baca Selanjutnya: Tujuan Puasa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini