Terinspirasi Sarang Burung, Mahasiswa ITB Desain Ruang Keluarga yang Hangat & Nyaman

Kamis, 18 Agustus 2022 09:39 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Terinspirasi Sarang Burung, Mahasiswa ITB Desain Ruang Keluarga yang Hangat & Nyaman Ilustrasi sarang burung. ©2022 Pixabay/ Merdeka.com

Merdeka.com - Sarang burung menjadi inspirasi dua mahasiswa desain interior Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam membuat rancang ruang keluarga di dalam rumah. Desain tersebut kemudian meraih Bronze Winner usai diikutkan lomba Bharatika Creative Design Festival tahun 2022 yang diadakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya.

Sang perancang desain, Karina Alif Sajidan dan Luthfiah Ayu Carissa mengatakan bahwa pemilihan konsep adaptasi dari sarang burung ini bukan tanpa alasan.

Menurut dua mahasiswa ini sarang yang digunakan untuk berlindung memiliki filosofi yang hangat dan nyaman. Hal itu akan berdampak bagus karena telur-telur dari burung yang ditempatkan di sarang akan terlindungi.

2 dari 4 halaman

Tercipta Kehangatan di Ruang Keluarga agar Seisi Rumah Betah

desain ruang keluarga berkonsep sarang burung oleh mahasiswa itb

Desain ruang keluarga berkonsep sarang burung oleh mahasiswa ITB /Laman resmi ITB ©2022 Merdeka.com

Menurut Karina dan Carissa, konsep ruang keluarga yang dilombakan tersebut berfokus pada desain yang mewah dan tidak monoton.

Di sana konsep sarang burung dianggap memiliki kesamaan dengan tujuan mereka menciptakan ruang keluarga untuk menciptakan suasana yang hangat dan nyaman agar seluruh anggota keluarga merasa betah di dalamnya.

“Kebetulan karena kami berdua sama-sama punya pengalaman mendesain interior ruang huni saat magang, jadi kami memilih kategori living room design. Selain itu kami juga ingin coba mengeksplorasi tipe desain yang mewah,” ungkap keduanya, mengutip laman resmi ITB, Kamis (18/8).

3 dari 4 halaman

Desain Dibuat Melingkar Mirip Sarang Burung

Menurut Carissa, seluruh konsep tersebut diwujudkan dalam bentuk ruangan yang elegan dan santai. Dirinya bersama Karina ingin membuat layout ruang yang dibuat secara melingkar demi mengakomodir penghuninya ketika berkumpul.

Terdapat kesan mengikat di dalam sana, terutama dari penggunaan material seperti warna serta pencahayaan. Keduanya diatur sedemikian rupa sehingga timbul secara alami kesan hangat dan dekat dari anggota keluarga saat berada di ruangan tersebut.

Selain itu, visual yang paling menonjol terlihat dari digunakannya pola dinding yang diadaptasi dari tekstur sarang burung berserabut. Saat diaplikasikan di dinding, akan tergambar pola anyaman berwarna emas yang selaras dengan tekstur dan warna dinding marmer.

4 dari 4 halaman

Jadi Tantangan Sendiri saat Ikut Lomba

Ditambahkan keduanya, desain ruang keluarga yang menjadi kategori lomba memiliki tantangan tersendiri. Hal ini karena mereka dituntut untuk menciptakan desain yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang keluarga, tetapi juga ruang yang mengakomodasi area kerja.

Tantangan tersebut menjadi katalis bagi Karina dan Carissa untuk menemukan ide desain ruang yang unik dan tidak biasa dengan menggabungkan beberapa fungsi ruang yang ada.

“Kalau sentuhan mewahnya mungkin yang paling kelihatan itu penggunaan marmer yang jadi material utama dinding dan lantai. Ditambah dengan aksen emas sebagai pola utama, lalu didukung pencahayaan hangat yang menjadi sorotan bagi seluruh elemen desainnya,” ujar Karina menambahkan.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini