Tegal Berlakukan Local Lockdown, Ini 5 Fakta Terbaru

Jumat, 27 Maret 2020 11:11 Reporter : Andre Kurniawan
Tegal Berlakukan Local Lockdown, Ini 5 Fakta Terbaru Local Lock Down Kota Tegal. ©2020 liputan6.com

Merdeka.com - Makin merebaknya kasus virus corona di Indonesia membuat beberapa daerah semakin waspada dan mulai menerapkan beberapa kebijakan untuk meminimalisir jumlah penularannya. Namun sampai saat ini, Presiden Joko Widodo masih belum terpikirkan untuk menerapkan lockdown.

"Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan itu," ucap Joko Widodo dilansir Liputan6.com, Selasa (24/3).

Namun, beda dengan apa yang dilakukan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Selaku Wali Kota Tegal dia memutuskan untuk menutup akses jalan masuk ke Kota Tegal mulai 30 Maret 2020. Penutupan akses jalan tersebut akan menggunakan MCB barrier beton.

“Seluruh perbatasan masuk kota akan kami tutup pakai MCB barier beton seberat 2 ton yang dimungkinkan warga tidak bisa memindahkan," kata Dedy saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/3).

Keputusan ini diambil untuk melindungi warga Tegal dari persebaran virus corona.
"Kebijakan ini dibuat untuk menjaga warga Tegal yang masih sehat dari paparan Virus Corona," ujar Dedy dilansir Liputan6.com, Selasa (24/3).

1 dari 5 halaman

Melindungi Pusat Kota

Sejak Minggu malam (22/3), akses jalan menuju pusat kota Tegal sudah ditutup bagi orang dari luar daerah.

"Ini akan melindungi pusat kota dari paparan Virus Corona tanpa deteksi," ujar Dedy.

2 dari 5 halaman

Menutup Pusat Keramaian

Salah satu kebijakannya adalah dengan menutup sementara tempat-tempat di Kota Tegal yang sering menjadi pusat keramaian.

"Kawasan Alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni, dan Jalan Gajah Mada kita tutup sementara sampai 29 Maret 2020," kata Dedy. Menurut Dedy, penutupan tersebut akan dilakukan sampai 29 Maret 2020.

3 dari 5 halaman

Menyediakan Bantuan Sosial

Dengan keputusan penutupan akses jalan ini, menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Namun, Dedy menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sosial bagi warga miskin atau yang membutuhkan.

"Pemkot koordinasi terus dengan gugus tugas untuk penangan COVID-19 dan membantu mengumpulkan dana untuk warga," imbuhnya.

4 dari 5 halaman

Dampak Positif

Kebijakan penutupan ini memberikan dampak positif. Pada malam kedua penutupan jalan, kerumunan warga terlihat sudah berkurang.

"Laporan BPBD, jumlah yang nongkrong sudah berkurang. Kebijakan tegas harus diambil untuk mengurangi kerumunan warga, ucap Sekda Kota Tegal, Johardi.

5 dari 5 halaman

Lebih Baik Dibenci Warga

Menurut Dedy, kondisi wilayahnya sudah masuk situasi darurat corona. Terlebih, dengan peningkatan kasus virus ini di Jateng yang signifikan di beberapa hari terakhir.

"Jadi kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka. Masyarakat harus memahami karena ini sudah darurat. Masyarakat harus kompak supaya terhindar dari wabah corona," ungkapnya. [ank]

Baca juga:
Diunggah ke Medsos, Ini Cara Unik Polisi India Tertibkan Warga Saat Lockdown
Pemprov Jabar Bahas Wacana Lockdown dengan Pemerintah Pusat
Sandiaga Minta Pemerintah Beri Bantuan ke Rakyat Sebelum Lockdown Parsial
Wapres Ma'ruf: Bukan Soal Lockdown, Yang Penting Terapkan Disiplin Jaga Jarak
Masinton Minta Pemerintah Pusat Pertimbangkan Lockdown Jakarta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini