Tanda-tanda Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai, Kenali Penyebab dan Perawatannya

Kamis, 21 Januari 2021 13:45 Reporter : Andre Kurniawan
Tanda-tanda Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai, Kenali Penyebab dan Perawatannya 8 Gangguan kesehatan yang bisa jadi tanda kanker serviks. www.boldsky.com

Merdeka.com - Kanker serviks adalah jenis kanker yang dimulai di leher rahim. Leher rahim adalah silinder berlubang yang menghubungkan bagian bawah rahim wanita dengan vagina. Sebagian besar kanker serviks dimulai di sel-sel di permukaan serviks.

Kanker ini dapat memengaruhi jaringan yang lebih dalam dari leher rahim dan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh (bermetastasis), yang biasanya akan berada di paru-paru, hati, kandung kemih, vagina, dan rektum.

Human papillomavirus (HPV), salah satu penyakit seksual menular adalah penyebab paling umum dalam sebagian besar kasus kanker serviks. Saat terkena HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya akan mencegah virus agar tidak membahayakan. Namun, pada sebagian kecil orang, virus tersebut bertahan selama bertahun-tahun, dan menyebabkan beberapa sel serviks berubah menjadi sel kanker.

Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan menjalani tes skrining dan menerima vaksin yang melindungi diri dari infeksi HPV. Berikut akan kami sampaikan apa saja tanda-tanda kanker serviks, penyebab, dan cara mengobatinya yang telah dilansir dari medicalnewstoday.com.

2 dari 5 halaman

Tanda-tanda Kanker Serviks

Wanita dengan kanker serviks dini dan pra-kanker biasanya tidak memiliki gejala atau tanda-tanda kanker serviks. Tanda-tanda kanker serviks ini seringkali tidak akan muncul sampai kanker menjadi lebih besar dan tumbuh menjadi jaringan di sekitarnya.

Oleh karena itu, wanita harus menjalani tes smear serviks secara teratur, atau tes Pap. Tes Pap ini bersifat preventif. Tujuannya bukan untuk mendeteksi kanker, tetapi untuk mengungkap setiap perubahan sel yang mengindikasikan kemungkinan perkembangan kanker sehingga seseorang dapat mengambil tindakan dini untuk mengobatinya.

Tanda-tanda kanker serviks yang paling umum adalah:

  • pendarahan antar periode menstruasi
  • pendarahan setelah hubungan seksual
  • perdarahan pada wanita pasca menopause
  • ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan seksual
  • keputihan dengan bau yang menyengat
  • keputihan diwarnai dengan darah
  • nyeri panggul

Gejala ini bisa disebabkan oleh penyebab lain, termasuk infeksi. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera temui dokter. Karena semakin dini sel prakanker atau kanker ditemukan dan diobati, semakin besar kemungkinan kanker dapat dicegah atau disembuhkan. Jika kanker serviks didiagnosis, menghilangkan gejala atau tanda-tanda kanker serviks tetap menjadi bagian penting dari penanganan dan pengobatan kanker.

3 dari 5 halaman

Penyebab Kanker Serviks

Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks, seperti:

  • HPV: Ini adalah virus yang ditularkan secara seksual. Lebih dari 100 jenis HPV yang berbeda dapat terjadi, setidaknya 13 di antaranya dapat menyebabkan kanker serviks.
  • Memiliki banyak pasangan seksual atau aktif secara seksual sejak dini: Penularan jenis HPV hampir selalu terjadi sebagai akibat dari kontak seksual dengan individu yang memiliki HPV. Wanita yang memiliki banyak pasangan seksual umumnya memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi HPV. Ini meningkatkan risiko mereka terkena kanker serviks.
  • Merokok: Rokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks, serta jenis kanker lainnya.
  • Sistem kekebalan yang lemah: Risiko kanker serviks lebih tinggi pada orang dengan HIV atau AIDS, dan orang yang telah menjalani transplantasi, yang mengarah ke penggunaan obat penekan kekebalan.
  • Pil KB: Penggunaan jangka panjang beberapa pil kontrasepsi umum sedikit meningkatkan risiko wanita.
  • Penyakit Menular Seksual Lainnya (PMS): Chlamydia, gonorrhea, dan sifilis meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks.
4 dari 5 halaman

Cara Mengobati Kanker Serviks

Pilihan pengobatan kanker serviks bisa berupa pembedahan, radioterapi, kemoterapi, atau kombinasinya. Menentukan jenis pengobatan tergantung pada beberapa faktor, seperti stadium kanker, serta usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Pada pengobatan untuk kanker serviks stadium awal, bila kanker masih berada di dalam serviks, memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Namun, semakin jauh kanker menyebar, maka semakin rendah tingkat keberhasilannya.

Opsi tahap awal

Pembedahan adalah metode pengobatan yang umum dilakukan jika kanker belum menyebar dari serviks. Terapi radiasi dapat membantu setelah operasi jika dokter yakin bahwa sel kanker mungkin ada di dalam tubuh.

Pengobatan untuk kanker serviks stadium lanjut

Ketika kanker telah menyebar ke luar serviks, pembedahan biasanya bukan menjadi pilihan. Dokter juga menyebut kanker stadium lanjut sebagai kanker invasif, karena telah menyerang area lain di tubuh. Jenis kanker ini membutuhkan perawatan yang lebih ekstensif, yang biasanya melibatkan terapi radiasi atau kombinasi dari terapi radiasi dan kemoterapi.

Terapi radiasi

Beberapa dokter menyebut terapi radiasi sebagai onkologi radiasi atau XRT. Ini melibatkan penggunaan sinar-X berenergi tinggi atau radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Ketika dokter mengarahkan radiasi ke arah panggul, dapat menyebabkan efek samping berikut seperti diare, mual, sakit perut, penyempitan vagina, dan menopause dini.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan bahan kimia (pengobatan) untuk mengobati penyakit apapun. Dalam konteks ini, mengacu pada penghancuran sel kanker. Dokter menggunakan kemoterapi untuk menargetkan sel kanker yang tidak dapat diatasi dengan operasi, atau untuk membantu gejala orang dengan kanker stadium lanjut. Efek samping kemoterapi dapat bervariasi, seperti diare, mual, rambut rontok, kelelahan, dan menopause dini.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Kanker Serviks

  • Vaksin human papillomavirus (HPV). Jika setiap wanita tetap mengikuti program vaksinasi HPV saat ini, mereka dapat mengurangi frekuensi kanker serviks.
  • Seks aman. Menggunakan kondom saat berhubungan seks membantu melindungi dari infeksi HPV.
  • Skrining serviks. Pemeriksaan serviks secara teratur dapat membantu seseorang mengidentifikasi dan menangani tanda-tanda kanker serviks sebelum kondisinya dapat berkembang atau menyebar terlalu jauh.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan banyak orang. Semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki seorang wanita, semakin tinggi risiko penularan virus HPV. Ini juga dapat menyebabkan risiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi.
  • Menunda hubungan seksual pertama. Semakin muda usia seorang wanita saat pertama kali melakukan hubungan seksual, semakin tinggi risiko terinfeksi HPV. Semakin lama dia menundanya, semakin rendah risikonya.
  • Berhenti merokok. Wanita yang merokok dan memiliki HPV menghadapi risiko lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan orang yang tidak merokok.
[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini