Sekda DKI Minta Banjir Dinikmati, Minta Warga Tak Serang Anies

Kamis, 27 Februari 2020 12:19 Reporter : Denny Marhendri
Sekda DKI Minta Banjir Dinikmati, Minta Warga Tak Serang Anies saefullah hidayat. liputan.com

Merdeka.com - Banjir yang menggenang sebagian wilayah Ibu Kota pada akhir Februari 2020 sudah banyak menuai cibiran dari masyarakat. Pasalnya dengan adanya banjir, aktivitas warga menjadi terganggu. Kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun terus bermunculan.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah Hidayat menanggapi kritikan tersebut. Warga yang mengkritik harusnya tidak gegabah dalam menuntut Gubernur Anies untuk mundur dari jabatannya. Permintaan tersebut ditujukan Saefullah kepada masyarakat yang mengkritisi Gubernur Anies.

Menurutnya, Gubernur Anies masih mempunyai waktu untuk melaksanakan tanggung jawabnya kepada masyarakat DKI Jakarta. Dengan bantuan jajarannya menurut Saefullah, Gubernur Anies mampu menangani masalah banjir dengan baik.

1 dari 3 halaman

Menikmati Banjir

Banjir yang melanda Ibu Kota seperti sudah menjadi santapan yang dihidangkan dalam penutupan tahun dan pembukaan tahun baru. Saefullah meminta warga untuk menikmati banjir yang tiap tahun melanda Ibu Kota ini.

"Jadi dinikmati saja. Itu soal manajemen air, tubuh kita 2/3 persen air, sering keluar air. Banyak kepala, atau mana, air mata saja harus ada manajemen," ucapnya.

Dengan cara menikmati banjir tersebut tujuannya agar masyarakat untuk tidak terbebani dengan rendaman banjir.

2 dari 3 halaman

Banjir Jakarta Tidak Pernah dalam Kondisi Darurat

Saefullah juga mempunyai argumen dalam konteks membenarkan Gubernur Anies. Menurutnya DKI Jakarta tidak pernah dalam status darurat dalam menghadapi banjir. Argumen tersebut dikuatkan bahwa Pemprov DKI Jakarta mampu untuk mengelola rendaman banjir.

"Kita tidak pernah menetapkan keadaan darurat, artinya kita bisa mengelola dan manajemen barokah yang dikeluarkan melalui hujan kita manage dengan baik, semua kita kerjakan," kata Saefullah.

3 dari 3 halaman

Padahal Banjir Sangat Merugikan

Terhitung sampai dengan akhir bulan Februari dari bulan Januari Ibu Kota sudah dua kali terendam banjir. Aktivitas ekonomi menjadi salah satu aktivitas yang terganggu akibat dari banjir. Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang berpendapat, aktivitas perekonomian di wilayah perdagangan Mangga Dua terganggu dan menyebabkan kerugian bagi para pengusaha.

"Jadi, dengan adanya tenaga kerja yang tidak tembus. Kita lihat di daerah Mangga dua, Kios 50 persen tutup," ujar Sarman kepada media.

Tidak hanya di wilayah perdagangan Mangga Dua saja yang terkena dampaknya. Wilayah Kelapa Gading juga mengalami kerugian di sektor perhotelan dan pasar tradisional. Masyarakat akan kesusahan untuk keluar rumah dan otomatis pengunjung akan berkurang.

Dampaknya terlihat pada pemasokan logistik. Banjir yang merendam mengakibatkan akses untuk menuju Ibu Kota terputus. Sampai sekarang kerugian secara materi masih belum bisa ukur menurut Sarman. [dem]

Baca juga:
Pernyataan Kontroversial Sekda DKI, Banjir Nikmati Saja Hingga Terkenal Dunia Akhirat
Sekda DKI Soal Banjir Jakarta: Dinikmati Saja
Sekda DKI Minta Aeon JGC Penuhi Kewajiban Buat Waduk dan Saluran Air
Sekda DKI: Pengerukan Sungai Dilakukan Secara Masif Akhir Tahun 2020
Taufik: Ibu Mega Tidak Menolak, tapi Mempertanyakan Formula E
Sekda DKI Jawab Megawati soal Formula E di Monas: Biar Terkenal Dunia dan Akhirat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini