Sedang Diuji Coba, Ini Alasan Pembangunan Tol Semarang-Demak Pakai Bahan Bambu

Sabtu, 25 September 2021 12:12 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Sedang Diuji Coba, Ini Alasan Pembangunan Tol Semarang-Demak Pakai Bahan Bambu Progress pembangunan jalan tol Jalan Tol Semarang - Demak di kawasan Sayung, Kabupaten Demak. ©2021 Youtube FPVRICO/Merdeka.com

Merdeka.com - Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak saat ini masih terus dikerjakan demi mendukung pemenuhan jaringan Tol Trans Jawa Koridor Pantura. Pembangunan jalan tol tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan.

Namun ada hal unik dari proses konstruksinya. Di mana salah satu bahan utama pembuatan jalan tol sejauh 24 kilometer itu akan menggunakan batang bambu sebagai sistem matras di tanah dasar penopang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Ferri Eka Putra lewat keterangan tertulisnya yang dilansir dari pu.go.id Selasa (21/9). Menurut Ferri, pemanfaatan bambu sebagai struktur jalan tol Semarang-Demak ini digadang-gadang akan menjadi yang pertama di Indonesia.

2 dari 5 halaman

Mendukung Pemanfaatan Tol Sebagai Tanggul Laut

pengujian matras bambu di laboratorium untuk proyek tol semarang demak

Pengujian matras bambu di laboratorium untuk proyek Tol Semarang - Demak ©2021 pu.go.id /Merdeka.com

Dalam keterangannya, Ferri mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan pengujian terhadap lapisan matras bambu di laboratorium.

Menurut dia, uji kelayakan ini nantinya akan mendukung matras bambu dalam mengintegrasikan antara tol dengan tanggul laut sebagai upaya daya dukung kondisi tanah dasar di lokasi yang bertekstur lunak.

“Pengujian dilakukan untuk mempersiapkan bahan bambu yang akan digunakan sebagai konstruksi matras untuk mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak. Perbaikan kondisi tanah (soil improvement) melalui konstruksi matras bambu dilakukan karena konstruksi tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil,” terang Ferri, Selasa (21/9)

3 dari 5 halaman

Menekan Biaya Konstruksi agar Efisien

Teknis pengujian yang dilakukan sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur pada sistem matras bambu yang akan ditanam di tanah lunak.

Ferri mengatakan, tujuan pengujian adalah untuk mengetahui bagaimana reaksi dari bambu yang dirangkai menjadi kesatuan matras jika mengalami gaya tarik dari arah horisontal serta gaya tekan pada arah tegak lurus saat digunakan.

"Pengujian tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu ini diharapkan bisa menjadi salah satu terobosan dalam solusi perkuatan tanah lunak yang murah dan tepat guna." terang dia.

4 dari 5 halaman

Menambah Kekuatan Irisan Tanggul dengan Konstruksi Tol

Senada dengan Ferri, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-D.I. Yogyakarta, Satrio Sugeng Prayitno mengatakan, sebagai pola konstruksi dengan dua metode jalan dan tanggul laut, matras bambu ke depan akan ditempatkan di timbunan tanah sebanyak 17 lapis.

Hal itu didasarkan pertimbangan penguatan kondisi tanah, dengan cara pemasangan material pengalir vertikal pra-fabrikasi atau PVD. Dari situ, pembebanan dengan pasir laut yang diambil menggunakan alat Trailing Suction Hopping Dredger atau TSHD akan terukur.

“Metode-metode tersebut tentunya diharapkan tidak hanya akan memberikan konstruksi tanggul laut terintegrasi dengan jalan tol yang efisien dari segi biaya, namun juga dapat menyediakan infrastruktur yang handal dan berkesinambungan di masa yang akan datang,” kata Satrio.

5 dari 5 halaman

Pertama di Indonesia

pengujian matras bambu di laboratorium untuk proyek tol semarang demakPengujian matras bambu di laboratorium untuk proyek Tol Semarang - Demak ©2021 pu.go.id /Merdeka.com

Adapun, Kementerian PUPR saat ini masih mengkaji proses pengadaan tanah yang masih terbentur pada pelaksanaan regulasi atau payung hukum yang belum terbit terkait penanganan dampak sosial atas tanah musnah dalam rangka pembangunan untuk kepentingan umum.

Untuk menghindari dampak sosial yang ditimbulkan, Satrio bersama PUPR akan melaksanakan koordinasi intensif dengan semua pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal guna terselenggaranya proyek pembangunan yang sesuai dengan koridor.

"Kami optimis dapat mengatasi tantangan-tantangan tersebut sehingga Jalan Tol Semarang-Demak dapat terwujud sesuai dengan kaidah-kaidah teknis dan aturan-aturan yang berlaku,” pungkas Satrio.

Sementara itu, Kegiatan ini diprakarsai oleh PT. Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang nantinya akan mengelola operasional dari Jalan Tol Semarang-Demak dan didukung oleh PT. Lapi ITB selaku perencana Rincian Teknik Akhir Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1.

Pengujian matras bambu yang dilakukan juga merupakan bagian dari kegiatan Full Scale Trial Embankment pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang merupakan proyek Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–D.I. Yogyakarta, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini