Tradisi Seba Baduy Kembali Digelar, Tetua Adat Minta Ini ke Pemerintah

Selasa, 25 Mei 2021 14:14 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Tradisi Seba Baduy Kembali Digelar, Tetua Adat Minta Ini ke Pemerintah Tetua Adat Baduy Jaro Saija. ©2020 Youtube Baduy Corner/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaksanaan upacara Seba Baduy, yang dilakukan secara sederhana oleh masyarakat Adat Kanekes Lebak, Provinsi Banten, Minggu (23/05) lalu.

Upacara Seba Baduy tahun ini diketahui hanya dilakukan secara sederhana, dengan dihadiri tak lebih dari 24 perwakilan Baduy sesuai penerapan protokol kesehatan yang berlaku.

Seperti dikutip dari sariagri, tetua adat Baduy Jaro Saija, bersama warga Desa Adat Kanekes lainnya mengajukan sejumlah permintaan kepada pemimpin tertinggi di Banten.

Dikatakan Jaro, permintaan tersebut merupakan amanat Kokolot (leluhur) yang wajib dilaksanakan. Berikut informasi selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Meminta Kelestarian Alam dan Tradisi

Dalam permintaannya itu, Jaro sebagai Tetua Adat dari Baduy meminta kepada Bapak Gede/Ibu Gede (Pemimpin di Banten) agar kekayaan dan kelestarian alam di wilayah Banten bisa terus dijaga.

Selain itu, Pemerintah juga diharapkan mampu menjaga amanat leluhur, dengan terus menjalankan tradisi lokal agar keragaman budaya di Banten bisa tetap berlangsung.

“Falsafah kehidupan Suku Baduy itu penuh dengan kesederhanaan, kearifan lokalnya masih terjaga dan bijaksana dalam menjaga alam," kata Jaro, sembari menyerahkan hasil bumi yang dibawa dari Kanekes.

Perwakilan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Serang, Nanang Supriatna yang menggantikan Bupati Serang karena berhalangan hadir, menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga amanat leluhur, agar ciri khas Banten tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

"Tentunya Pemerintah Kabupaten Serang akan terus berupaya, melaksanakan amanat itu sesuai permintaan dari Suku Baduy,” ujar Nanang di Pendopo Kantor Kabupaten, yang juga dihadiri Asisten Daerah I (ASDA) Kab Serang.

3 dari 3 halaman

Berjalan Kaki Puluhan hingga Ratusan Kilometer

suku baduy
Suku Baduy ©2013 Merdeka.com/Eko Prasetya

Seperti diketahui, Seba Baduy merupakan tradisi tahunan masyarakat Adat Kanekes di pedalaman Lebak, sebagai bentuk syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil bumi di sana.

Mereka juga akan menyerahkan sejumlah hasil bumi, sembari melaporkan keadaan di desa adat selama satu tahun terakhir.

Selain itu, dalam acara Seba Baduy warga Kanekes turut bersilaturahmi dengan menjunjung tinggi filosofi adat yakni 'Lojor henteu beunang dipotong, pendek henteu beunang disambung' (Panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung).

Seba Baduy sendiri biasanya akan dijalankan masyarakat adat (Luar dan Dalam) dengan berjalan kaki puluhan hingga ratusan kilometer untuk menemui Bapak/Ibu Gede (pemimpin tertinggi di Banten), usai melakukan tradisi Kawalu atau berpuasa selama 3 bulan penuh.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini