Sambut New Normal, Pegiat Usaha di Banyuwangi Siapkan 'Restoran Milenial' Dalam Bilik

Sabtu, 1 Agustus 2020 15:23 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Sambut New Normal, Pegiat Usaha di Banyuwangi Siapkan 'Restoran Milenial' Dalam Bilik Bupati Anas Makan di Warung Ikan Bakar Pondok Terawang Kampung Mandar.. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang penerapan masa Adaptasi Kebiasaan Baru, beberapa wilayah di Indonesia mulai mempersiapkan segala fasilitasnya untuk menunjang aktivitas masyarakat. Salah satu yang unik dari penyiapan masa New Normal adalah didirikannya ‘Restoran Milenial’ di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Seperti yang dilansir dari Antara, para pelaku wisata di Banyuwangi sangat antusias untuk menyambut masa ‘baru’ di tengah merebaknya wabah Covid-19 yang melanda dunia. Hal tersebut terlihat di kawasan wisata kuliner Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Di sana para pelaku usaha berupaya memfasilitasi tempat makannya dengan bilik kuliner steril untuk mengamankan pengunjung. Lokasi wisata yang tak jauh dari kawasan muara Pantai Boom, membuat Kampung Mandar kerap ramai dikunjungi wisatawan di saat-saat liburan.

Sehingga bilik tersebut disiapkan guna menekan angka penularan covid-19 di lokasi keramaian dan hiburan masyarakat di Banyuwangi.

1 dari 5 halaman

Berawal dari Kawasan Kumuh

bupati anas makan di warung ikan bakar pondok terawang kampung mandar

www.banyuwangikab.go.id/ ©2020 Merdeka.com

Bupati Banyuwangi yang berkesempatan berkunjung ke Kampung Mandar beberapa waktu lalu mengungkapkan jika awalnya kawasan Kampung Mandar merupakan wilayah yang terkesan kumuh.

Namun setelah pagelaran Festival Pasar Ikan pada 2018 lalu, perlahan masyarakat di sana mulai berbenah. Mereka mendirikan warung-warung bermenukan ikan laut, atas pendampingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, sejak tiga tahun belakangan.

"Pada 2018, mulai digelar festival pasar ikan sebagai strategi agar kawasan berubah menjadi lebih bersih. Warung kami promosikan, dinas terus mendampingi, akhirnya warga mulai mendapat tambahan pemasukan. Selama pandemi pasti jeblok, makanya sekarang kita bangkitkan lagi, termasuk dengan model bilik kuliner steril semacam ini,” ujarnya.

2 dari 5 halaman

Terdapat 10 Bilik Sterilisasi di Lokasi Kedai Makanan

Saat ini sudah terdapat 10 bilik kuliner steril yang menghiasi kedai kedai menu laut di sana. Ketika memberikan pelayanan para pemilik kedai akan berupaya melayani pengunjung dengan alat pelindung diri.

Yang menarik, di kawasan wisata kampung nelayan tersebut, Dinas Kesehatan juga dilibatkan langsung terjun ke lapangan guna mendampingi proses memasak dan pelayanan agar tetap higienis.

Para pengunjung yang bersantap di dalam bilik tertutup pun akan semakin terlindungi dengan kondisi meja dan kursi yang selalu dijaga kebersihannya setelah dipakai.

”Higienitas alur produksi, mulai dari mendapatkan ikan sebagai bahan baku, proses memasak, sterilisasi alat masak, hingga penyajian; semua rangkaian itu harus dipastikan higienis,” kata Anas.

3 dari 5 halaman

Terinspirasi dari Restoran Mediamatic Eten di Belanda

restoran mediamatic eten

Restoran Mediamatic Eten di Belanda/ channelnewsasia.com ©2020 Merdeka.com

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda yang mendampingi Bupati Banyuwangi mengungkapkan, jika lokasi tersebut merupakan tempat wisata yang cocok untuk kaum milenial. Tempat tersebut mengusung konsep yang unik dan modern, terinspirasi dari tempat makan di negara Belanda.

"Ini adalah restoran ikan milenial. Saya yakin, warung-warung di sini akan kembali bergeliat, inovasi warga pun muncul. Insya Allah ini jadi modal kita untuk berjuang memulihkan ekonomi,” tutur Bramuda.

4 dari 5 halaman

Meminimalisir Interaksi Secara Langsung

Selain itu, Ia juga menerangkan jika nantinya di masa AKB tempat tersebut akan meminimalisir kontak langsung antara pengunjung dengan para pramu saji di kawasan sentral kuliner ini.

"Kami sedang atur tidak ada kontak antara pelayan dan pengunjung. Jadi, pengunjung datang langsung masuk ke bilik, lalu pelayan datang melayani pemesanan dengan tetap berada di luar bilik yang transparan. Demikian pula saat pembayaran tidak ada kontak dekat pelayan pengunjung. Ke depan, konsep ini akan diterapkan di sejumlah sentra kuliner lainnya," paparnya.

5 dari 5 halaman

Memanjakan Pengunjung dengan Berbagai Menu Laut

Di bilik-bilik tersebut para pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai menu khas laut. Pengunjung bisa menikmati menu ikan bakar, palapa sampan khas nelayan alias ikan pindang berkuah hingga suguhan tahu walik berisi daging yang menggugah selera.

“Ke depan, konsep ini akan diterapkan di sejumlah sentra kuliner lainnya,” imbuh Bramuda.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini