Rukun Menyembelih Hewan Kurban, Pahami Pengertian dan Tata Cara Pelaksanaannya

Rabu, 6 Juli 2022 18:28 Reporter : Novi Fuji Astuti
Rukun Menyembelih Hewan Kurban, Pahami Pengertian dan Tata Cara Pelaksanaannya Ilustrasi daging. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Istilah kurban bukanlah istilah asing, sebab setiap tahunnya umat Islam selalu mendengar kata kurban terutama saat mendekati hari Raya Idul Adha. Melaksanakan perintah kurban merupakan suatu upaya seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seluruh umat Islam sepakat bahwa berkurban merupakan perbuatan yang disyariatkan Islam pada zaman Nabi Ibrahim AS. Banyak hadits yang menyatakan bahwa berkurban merupakan sebaik-baiknya perbuatan disisi Allah SWT yang dilakukan seorang hamba pada hari raya kurban.

Demikian juga bahwa hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat kelak, persis seperti kondisi ketia ia disembelih di dunia. Mengenai pelaksanaan kurban wajib atau tidak, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

Sebagian pendapat ulama ada yang mengatakan bahwa kurban itu hukumnya sunnah muakad dan ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kurban itu hukumnya wajib.

Sebelum melaksanakan kurban penting bagi siapa pun untuk mengetahuu rukun dan syarakat menyembelih hewan kurban. Berikut ini informasinya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.

2 dari 4 halaman

Pengertian Kurban Menurut Para Ahli


Kurban merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang berarti pendekatan. Secara istilah kurban berarti menyembelih hewan ternak, dalam rangka pendekatan diri kepada Allah SWT.

Sementara, definisi lain menyatakan dari kata Al Udhhiyah yang berarti hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena datangnya hari raya tersebut.

Selanjutnya berikut ini arti kurban menurut para ahli yaitu :

1. Sayyid Sabiq
Kurban berasal dari kata AlUdhhiyah dan Adh- Dhahiyyah adalah nama binatang sembelihan seperti unta, sapi, kambing yang disembelih pada hari raya Kurban dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub kepada Allah.

2. Syaikh Kamil Muhammad, Uwaidah
Kurban yaitu hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, baik berupa unta, sapi, maupun domba, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

3. Hamdan Rasyid
Kurban menurut pandangan syari‟ah Islam adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan ternak serta membagi-bagikan dagingnya kepada fakir miskin, sejak selesai melaksanakan shalat Idul Adha hingga berakhirnya hari Tasyriq sebagai manifestasi dari rasa syukur kepada Allah SWT serta untuk mensyiarkan agama Islam.

3 dari 4 halaman

Rukun Menyembelih Hewan Kurban


Setelah memahami pengertian mengenai hewan kurban dari berbagai ahli, selanjutnya kamu perlu tahu mengenai rukun menyembelih hewan kurban.

Adapun berikut ini rukun menyembelih hewan kurban yaitu sebagai berikut:

  1. Penyembelih beragama Islam
  2. Binatang yang disembelih merupakan binatang yang halal, baik itu zatnya maupun cara memperolehnya, bukan hasil mencuri atau menipu.
  3. Alat penyembelih harus tajam agar dapat mempercepat proses kematian binatang itu dan tidak terlalu menderita sewaktu disembelih.
  4. Tujuan penyembelihan hewan kurban untuk tujuan yang diridhai Allah SWT bukan tumbal atau untuk sajian nenek moyang, atau upacara kemusyrikan lainnya. Jika tujuannya untuk upacara atau kegiatan kemusyrikan maka hukum daging hewan tersebut menjadi haram meskipun hewannya halal dan membaca kalimat bismillah wallahu akbar ( dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar) pada saat menyembelihnya.
4 dari 4 halaman

Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban


Saat berkurban, selain niat yang tulus dan tujuannya yang dimaksudkan hanya karena Allah SWT. Hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah tata cara penyembelihanya.

Berikut ini tata cara penyembelihan hewan kurban yaitu sebagai berikut:

  1. Binatang yang akan disembelih direbahkan, kemudian kakinya diikat, lalu dihadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah saat menyembelihnya.
  2. Menghadapkan diri ke arah kiblat, begitu juga dengan binatang yang akan disembelih.
  3. Potonglah urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher, sampai putus agar lekas mati. Urat kerongkongan ialah saluran makanan Kedua urat ini harus putus.
  4. Saat menyembeli membaca Bismillahi Wallau Akbar yang artinya "Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.
  5. Bagi binatang yang lehernya agak panjang maka menyembelihnya di pangkal leher sebelah atas agar lekas mati.
  6. Bagi binatang yang tidak dapat disembelih lehernya karena liar atau jatuh dalam lubang sehingga tidak dapat disembelih lehernya maka menyembelihnya dilakukan di mana saja dari badannya, asal kematiannya itu disebabkan oleh sembelihan bukan karena sebab lain, dengan tidak lupa menyebut nama Allah.
  7. Setelah hewan atau binatang itu benar-benar mati, baru boleh dikulit.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini