Ridwan Kamil Dorong Masjid di Jabar Terapkan Sedekah dan Dakwah Digital, Begini Skema

Selasa, 30 November 2021 16:07 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Ridwan Kamil Dorong Masjid di Jabar Terapkan Sedekah dan Dakwah Digital, Begini Skema Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2021 humas.jabarprov.go.id/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong para pengelola masjid di wilayah Jawa Barat untuk melakukan transformasi digital. Ia menyebut jika upaya tersebut bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, terlebih di tengah era revolusi industri 4.0.

Digitalisasi yang dimaksud Ridwan Kamil yakni 'kencleng' (infak), serta dakwah dengan berbasis teknologi yang mudah untuk diakses.

"Dakwah agama islam itu di mana-mana subtansinya tidak berubah dari sejak zaman Rasul. Yang membedakan caranya. Sekarang caranya sudah serba digital maka dengan digital," terang pria yang karib disapa Kang Emil tersebut, mengutip laman jabarprov.go.id. Selasa (30/11).

2 dari 3 halaman

Infak Lewat Handphone

ilustrasi uang
©shutterstock.com/Robbi

Dalam skemanya, Emil menjelaskan jika proses infak atau sedekah ke depan bisa menggunakan beberapa cara seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kotak-kotak amal masjid.

Nantinya, warga yang ingin kencleng (infak), bisa melakukan scan ke QR Code yang tersedia di masjid tersebut melalui perangkat smartphone.

"Karena banyak orang-orang yang jarang bawa uang seperti saya tapi ada uangnya di handphone sehingga ngasihnya bisa besar. Itu jumlahnya besar sekali," terang Kang Emil.

Ia berharap agar seluruh masjid yang berada di bawah Dewan Masjid Indonesia (DMI) bisa seratus persen menerapkan kencleng digital, mengingat uang infaq yang didapatkan bisa jauh lebih besar.

"Ngencleng dulu manual, sekarang dengan ngencleng digital bisa 5-10 kali lipat. Jadi saya titip masjid-masjid di bawah DMI Jawa Barat sudah harus seratus persen ngencleng digital QRIS," ia menambahkan.

3 dari 3 halaman

Ceramah Digital

Selain mengarahkan konsep digital di bidang infak, Emil juga meminta pengurus agar memanfaatkan platform digital dalam aktivitas ceramah demi bisa menjangkau jemaah lebih luas.

Ia mencontohkan, ceramah digital tersebut bisa menggunakan medium YouTube sehingga bisa diakses oleh semua kalangan kapan saja.

"Kalau ada kyai ceramah ke seribu orang itu bagus, tapi lebih bagus lagi ceramahnya dengarkan oleh sejuta orang yang mayoritas tidak hadir tapi lihat di youtubenya. Itulah revolusi digital di Jawa Barat," jelasnya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini