Ribuan Orang Jadi Korban Investasi Paket Kurban Bodong, Begini Kronologinya

Minggu, 2 Agustus 2020 18:15 Reporter : Rizka Nur Laily M
Ribuan Orang Jadi Korban Investasi Paket Kurban Bodong, Begini Kronologinya Ilustrasi hewan kurban. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekitar seribu orang di Provinsi Jawa Barat menjadi korban penipuan investasi paket kurban bodong. Para korban berasal dari Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bandung Barat.

Dikutip dari Antara (2/8), para korban melaporkan kasus penipuan ke Mapolres Cianjur. Kasus dugaan penipuan itu semakin kentara karena pengelola investasi diketahui tidak berada di rumahnya sejak sepekan terakhir. Nomor teleponnya pun tidak aktif ketika dihubungi.

1 dari 3 halaman

Sempat Tidak Percaya

kurban

©2016 Merdeka.com

Menurut kesaksian seorang korban, selama sepekan terakhir, pengelola investasi tidak ada di rumahnya di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Kami sudah curiga sejak satu pekan menjelang Hari Raya Kurban, HA penanggung jawab sekaligus direktur investasi sudah tidak ada di rumah. Bahkan saat dihubungi nomornya tidak aktif, kami sebagai peserta meminta jawaban kapan paket hewan kurban kami akan turun," kata Adam warga Kecamatan Cilaku, Cianjur.

Adam sendiri sempat tidak percaya dengan program yang ditawarkan terduga pelaku penipuan. Pasalnya, setiap bulan mereka hanya diminta menyetor uang Rp15.000 selama 10 bulan, untuk mendapatkan seekor kambing saat Iduladha. Sementara untuk paket kurban sapi, para peserta investasi harus membayar Rp59.000 setiap bulannya. Waktu setornya pun sama yakni selama 10 bulan.

2 dari 3 halaman

Gagal Berkurban

kurban di masjid jogokariyan

©2020 Merdeka.com/Twitter: @Jogokariyan

Kesangsian Adam tergerus saat mendapati beberapa peserta mendapatkan apa yang mereka inginkan. Adam dan istrinya beserta 10 orang sanak keluarga akhirnya memutuskan mengikuti program investasi hewan kurban melalui seorang ketua kelompok. Namun, hingga sepekan sebelum Iduladha, mimpi berkurban kambing tidak terbukti.

Dia dan keluarganya mendatangi rumah ketua kelompok. Mereka diajak mendatangi rumah direktur investasi. Sesampainya di lokasi, rupanya banyak investor yang berkerumun untuk menuntut janji kepada pihak pengelola. Di antara mereka ada yang berasal dari luar Cianjur.

"Kami tidak menyangka kalau di rumah yang luas dan megah tersebut, sudah banyak orang yang mengalami nasib sama dengan kami. Meskipun sempat menjanjikan akan segera mencairkan semua paket yang dipesan, namun kami sudah tidak percaya, sehingga kami melaporkan pemilik ke Polres Cianjur," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Diduga Investasi Bodong

hewan kurban

©©2012 Merdeka.com/dok

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menyatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait investasi paket kurban dan sejumlah program paket lain yang diduga bodong. Bahkan dua hari terakhir ini, pihaknya menerima laporan resmi dari warga luar Cianjur.

"Kami masih menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut, saat ini kami masih menerima laporan dari warga yang diperkirakan lebih dari 1.000 orang dan berasal dari tiga kabupaten seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bandung Barat," terangnya.

Sampai berita ini ditulis, setiap hari ada sekitar seratusan orang investor yang menjadi korban investasi bodong terus berdatangan ke rumah HA. Mereka berharap uang yang sudah diinvestasikan bisa kembali atau hewan kurban yang dijanjikan segera diberikan.

[rka]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jawa Timur
  3. Jatim
  4. Berita
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini