Raup Omzet Rp1 Miliar, Ini Cerita di Balik Kesuksesan Guru TK Penjual Cireng di Depok

Rabu, 1 Desember 2021 15:35 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Raup Omzet Rp1 Miliar, Ini Cerita di Balik Kesuksesan Guru TK Penjual Cireng di Depok Kisah guru TK di Depok jualan Cireng, raup Rp1 M dalam sebulan. ©2021 YouTube Jaga Lilin/Merdeka.com

Merdeka.com - Tekad dan usaha yang kuat tampaknya membuka kesuksesan bagi Erni Rahman, seorang guru taman kanak-kanak di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dengan berjualan Cireng.

Dalam sebuah kesempatan pada (06/11) lalu, Erni menceritakan bagaimana dia bisa menjalani kegiatan dagangnya tanpa harus meninggalkan profesi mengajar TK-nya yang memang sudah ia cintai.

Tak mudah mengembangkan usaha makanannya itu. Banyak jalan terjal yang harus Erni hadapi, termasuk saat dirinya hampir menyerah di masa-masa awal usahanya karena terjatuh dari motor.

Namun keterpurukan tersebut perlahan berbuah manis, hingga ia mampu meraup untung hingga Rp1 miliar dalam sebulan hanya dengan berjualan makanan khas Jabar tersebut. Berikut kisah inspiratifnya yang telah dilansir dariYouTube Jaga Lilin.

2 dari 4 halaman

Berupaya Mengangkat Pamor Cireng

kisah guru tk di depok jualan cireng raup rp1 m dalam sebulan
©2021 YouTube Jaga Lilin/Merdeka.com

Menurut Erni, jalan panjang usahanya dimulai saat tahun 2013 lalu. Ketika itu ia sempat berjualan perabot rumah tangga, hingga mengikuti multi level marketing. Namun usahanya itu masih belum membuahkan hasil hingga ia mencoba beralih ke bisnis makanan.

Ia mengatakan, alasan berjualan cireng lantaran memiliki kegemaran mengkonsumsi salah satu jenis gorengan tersebut. Kemudian ia juga ini berupaya mengangkat pamor cireng, agar bisa menjadi ikon dari sebuah kota.

"Saya dulu pernah jual perabot sampai mlm. Cireng sendiri menurut saya sangat simple hanya berbahan tapioka, dan saya berusaha mengangkat panganan lokal ini agar bisa menjadi ikon seperti dodol Garut," kata Erni.

Pernah Berjualan Door to Door

Di awal-awal karirnya, usaha cireng dengan merek dagang Cireng Crispy Shaza itu ia lakukan dengan sangat sederhana. Mulanya ia hanya bekerja bersama suami dan anggota keluarga yang lain.

Cirengnya sudah mulai ia jajakkan sejak pukul 04.00 WIB pagi, dengan menawarkan dari pintu ke pintu. Termasuk saat ada kegiatan rapat di sekolahnya, ia tak segan menawarkan dagangan cirengnya tersebut.

"Sejak awal cireng ini memang ditawarkan dari rumah ke rumah, saya mulai bikin jam 03.00 WIB pagi dan setelah matang langsung diantar ke pelanggan. Kalau pas rapat di TK bersama kepala sekolah dan guru lain, saya juga gorengin tuh biar mereka kenal dengan cireng yang saya buat," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Pernah Terpuruk hingga Hampir Menyerah

kisah guru tk di depok jualan cireng raup rp1 m dalam sebulan©2021 YouTube Jaga Lilin/Merdeka.com

Sama seperti para pengusaha lain, jalan rezekinya tidak serta merta mulus. Banyak cobaan hingga tantangan yang telah dilaluinya.

Beberapa di antaranya sampai membuat Erni hampir menyerah seperti kegagalan dalam produksi hingga rugi sampai Rp200 juta, juga saat di mana ia jatuh dari motor saat pagi-pagi buta ketika akan mengantarkan cireng memakai sepeda motor.

"Memang waktu itu hujan deras, dan saat di pom bensin saya sempat jatuh. Kebetulan di lokasi saya ditolong ibu-ibu dan saya kasihkan tiga bungkus cireng. Dulu hampir menyerah juga, dan mungkin ketika saya langsung pulang sambil nangis-nangis usai jatuh saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya," ujarnya lagi.

Menggorengkan Cireng untuk Pelanggan

Masih terkait, saat Erni ditolong oleh ibu-ibu tersebut ia sempat meminta kartu nama dari penolongnya itu. Hal ini merupakan caranya untuk mengetahui cita rasa cirengnya di mata pelanggan.

Selama beberapa hari, Erni terus menjalin komunikasi dengan ibu tadi untuk menanyakan produknya. Hingga ia berinisiatif mendatangi kediamannya dan menggorengkan cireng yang sudah ia berikan sebelumnya.

"Setelah menolong saya, ibu-ibunya saya minta kartu nama. Dan setelah di rumah saya telepon ibunya dan menanyakan cirengnya apa sudah digoreng atau belum hingga satu minggu. Saya akhirnya lihat nomor kontak dan alamatnya di GDC Depok, saya datangi dan saya gorengin. Ibu itu akhirnya tau cireng ini enak," terangnya.

Usai kejadian itu, ibu tersebut langsung tertarik menjadi agen dan mampu menjual cirengnya sebanyak 1.000 pack per hari.

4 dari 4 halaman

Berhasil Bangun Pabrik hingga Raup Omzet Rp1 Miliar

Sebelumnya, Erni mengaku tak mengeluarkan modal besar. Di luar alat memasak, dirinya hanya mengeluarkan modal Rp50 ribu, Ia membuat cireng yang dipasarkan kepada orang terdekatnya. Lambat laun, usaha cirengnya berkembang hingga memiliki pabrik dengan ratusan karyawan.

Di tahun 2015, ia melihat peluang dengan menjual varian cireng crispy dengan sambal rujak. Alhasil, omzetnya melonjak drastis. Dalam sebulan Erni bisa mengantongi omzet penjualan hingga 1 miliar. Produknya pun menjadi satu-satunya produk yang mendapat piagam bintang keamanan pangan dari BPOM Jabar.

"Modal awal ini saya hanya hitung bukan dari aset ya kayak kompor, kuali. Dulu Rp50 ribu dari bahan pembuat cirengnya. Dari modal itu saya jual dan saya dapat Rp100 ribu (10 bungkus), begitu seterusnya sampai saya produksi maksimal 2 ton atau 10 ribu pack, alhamdulillah keuntungannya bisa sampai Rp1 miliar," katanya lagi

Produk cirengnya sendiri Erni jual ke berbagai metode penjualan, mulai dari supermarket hingga via online seperti instagram. Sehingga penjualannya bisa menyebar, termasuk menggunakan reseler dan agen-agen di kota-kota seperti Cirebon, Tegal sampai Yogyakarta.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini