PTSD adalah Salah Satu Gangguan Mental, Kenali Gejalanya

Selasa, 8 Juni 2021 10:15 Reporter : Novi Fuji Astuti
PTSD adalah Salah Satu Gangguan Mental, Kenali Gejalanya Ilustrasi trauma. ©holmes-hills.co.uk

Merdeka.com - Kejadian luar biasa dalam kehidupan dapat dialami oleh seseorang dimulai dari sejak lahir sampai meninggal dunia. Seiring dengan perjalanan kehidupan sudah tentunya seseorang pasti akan mengalami berbagai peristiwa.

Peristiwa akibat alam seperti gempa, tsunami, gunung meletus dan lainnya maupun akibat manusia seperti teror bom, perang, perlakuan yang tidak mengenakan, dan kriminalitas. Di mana peristiwa yang dialami seseorang dapat menjadi pengalaman yang sangat menentukan bagi orang tersebut.

Berat ringannya suatu masalah sangat subjektif menurut orang. Tapi trauma yang dirasa sangat berat dapat memicu risiko yang lebih tinggi seseorang mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

PTSD adalah salah satu gangguan mental atau kecemasan yang dapat terjadi setelah mengalami atau menyaksikan suatu peristiwa traumatik. Peristiwa yang menimbulkan traumatik termasuk fisik atau pelecehan seksual atau penganiayaan, cedera, kekerasan di jalanan, kecelakaan lalu lintas, trauma perang, luka bakar yang parah, dan bencana alam lainnya.

Untuk mencegah kemungkinan PTSD, ada hal mendasar yang perlu segera kita ketahui yakni terkait gejala dan penyebab PTSD itu sendiri. Lebih jauh, berikut informasi lengkap mengenai PTSD yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan jurnal.unpad.ac.id pada Selasa, (08/06/2021).

2 dari 4 halaman

Gejala PTSD

Gejala pascatrauma pada umumnya akan langsung muncul setelah terjadi peristiwa dan akan hilang beberapa saat kemudian. Namun ketika gejalanya tidak hilang selama lebih dari sebulan, maka kemungkinan besar seseorang tersebut terkena PTSD. Adapun gejala PTSD sebagai berikut:

1. Kilas balik peristiwa atau flashback
Kilas balik peristiwa atau flash back bisa muncul dalam bentuk mimpi buruk hingga mengingat kembali kejadian yang pernah terjadi.

2. Menghindar
Pengidap PTSD cenderung akan menghindar dan menutup diri dari lingkungan yang bahkan sudah familiar dengannya dengan tujuan agar tidak lagi terjadi kejadian yang sebelumnya pernah ia rasakan.

3. Mudah terkejut
Gejala lainnya yang adalah orang yang mengalami PTSD akan cenderung mudah terkejut, merasa tegang, dan waspada. Gejala ini cenderung membuat penderita menjadi kesulitan berkonsentrasi dan tidur. Ia akan mudah terkejut dengan hal-hal yang kecil yang mungkin dianggap biasa oleh orang di sekitarnya.

4. Depresi
Gejala yang mudah dikenali dari penderita PTSD adalah depresi. Mereka akan mudah marah, cemas, malu, hingga tidak adanya harapan soal masa depan.

5. Pola pikir negatif
Penderita PTSD juga cenderung lebih sering berfpkir negatif dengan segala hal yang ia lakukan dan yang ada di sekitarnya. Mereka akan susah berfikir positif dan percaya dengan orang lain.

3 dari 4 halaman

Penyebab PTSD

Penyebab PTSD setiap orang yang mengidapnya berbeda-beda tergantung dari trauma apa yang ia alami sebelumnya. Namun secara umum PTSD dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Kecelakaan serius.
  • Bencana alam.
  • Perang.
  • Pertarungan militer.
  • Pelecehan Seksual.
  • Kekerasan atau KDRT.
  • Kelahiran traumatis, bagi ibu maupun pasangan yang menyaksikan, dan masih banyak lagi penyebab lainnya.
4 dari 4 halaman

Cara Mengatasinya

Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, kamu juga perlu tahu mengenai cara mengatasi penyakit ini. Jika ditangani dengan benar PTSD dapat sembuh meski tidak 100 persen.

Biasanya penanganannya akan difokuskan untuk menghilangkan trauma yang ia alami dan menghilangkan gejala-gejala yang ia alami. Beberapa hal yang bisa dilakukan penderita PTSD adalah;

  • Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural threapy (CBT).
  • Terapi desensitisasi gerakan mata dan pemrosesan ulang atau eye movement desensitisation and reprocessing (EMDR).
  • Terapi penyingkapan (exposure therapy).
  • Terapi kelompok.

Selain itu, penderita PTSD juga bisa berbicara dengan seseorang yang dekat dengan penderita mengenai hal-hal yang sudah dialaminya, seperti sahabat, keluarga, hingga profesional yang ahli di bidangnya. Berbicara dengan seseorang yang mengalami pengalaman yang mirip juga bisa dilakukan untuk membagi kisah yang dialami.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini