Pernah Ditawar Setengah Miliar, Ini Potret Rumah Bambu Sunda Nyentrik di Majalengka

Kamis, 25 November 2021 15:05 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Pernah Ditawar Setengah Miliar, Ini Potret Rumah Bambu Sunda Nyentrik di Majalengka Rumah bambu unik di Lemahsugih, Majalengka. ©2021 YouTube Rizquna Channel /Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang warga di wilayah Desa Kalapadua, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memiliki desain rumah yang nyentrik sekaligus langka.

Bagaimana tidak, seperti terlihat di unggahan YouTube @rizqunachannel (25/11), rumah tersebut memiliki desain eksterior yang menarik karena hampir seluruhnya terbuat dari bambu.

Keunikan lainnya juga tampak di bagian dalam rumah, di mana nuansa minimalis interiornya cukup memanjakan mata. Terlebih banyak ditampilkan hiasan dan perabot khas Sunda yang sudah jarang ditemui. Menambah nilai estetik dari bangunan berukuran 7x7 Meter itu.

Tak ayal rumah tersebut mengundang perhatian orang lain, bahkan menurut sang pemilik, bangunan itu pernah ditawar setengah Miliar (Rp500 juta) oleh orang lain. Penasaran? berikut potret uniknya

2 dari 3 halaman

Mirip Pos Ronda

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka
©2021 YouTube Rizquna Channel /Merdeka.com

Mang Demer, selaku pemilik rumah mengatakan jika rumah miliknya sengaja dibuat berbeda dari yang lain agar menarik perhatian. Struktur di dalam rumah pun turut didesain mirip pos ronda, sehingga tidak memiliki sekat dan bisa melakukan interaksi apapun.

Di rumah seluas 7x7 meter itu, mang Demer menjabarkan jika rumahnya hanya memiliki dapur, kamar dua, serta kamar mandi. Tidak ada ruangan lainnya.

"Karena rumah saya ini berada di pinggir jalan, jadi harus dibuat berbeda sekalian dari yang lain. Di rumah ukuran 7x7 meter ini juga tidak memiliki ruang keluarga, ya kayak pos ronda aja gitu. Gabung, nggak ada ruangan keluarga" katanya kepada pemilik video.

Punya Banyak Hiasan Sunda

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka
©2021 YouTube Rizquna Channel /Merdeka.com

Saat didatangi Rizquna, tampilan dari luar sudah terlihat sejumlah hiasan khas Sunda seperti payung agung (payung bangsawan tatar Sunda), kemudian ada juga pembajak sawah tradisional kayu, tanduk kerbau hingga kulit domba.

Di bagian dalam, hiasannya kian bermacam-macam. Di bagian tengah rumah tersebut terdapat hiasan padi asli yang digantung. Di sisi dapur pun dindingnya masih menggunakan anyaman bambu.

"Di sisi atas itu (sambil menunjuk ke arah mirip kendi) ada buyung atau wadah air tradisional. Karena zaman sekarang orang-orang pakainya ember, jadi saya simpan. Ada juga kulit kambing ya." kata dia

"Nah ini supaya nggak bau kulitnya digimanain a?" tanya Rizquna

"Ah ini mah cumah dicuci aja, dan nggak pake kimia. Terus bisa juga dibakar biar bulunya hilang" kata mang Demer

3 dari 3 halaman

Dibangun Tanpa Anggaran Biaya

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka
©2021 YouTube Rizquna Channel /Merdeka.com

Keunikan lainnya yang berhasil diungkap oleh Rizquna adalah, rumah ini disebut mang Demer dibangun tanpa menganggarkan jumlah biaya pasti.

Menurut Demer, Ia membangun rumah sembari berjalan dan beraktivitas sehari-hari. Jika dibutuhkan untuk menambah ruangan, atau memperbaiki salah satunya ia keluarkan seadanya.

Untuk bahan juga disebutnya banyak menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai, seperti pada dinding kayu di dalam rumah, di mana Demer memakai kayu yang sebelumnya hendak dibakar karena terbengkalai.

"Memang saya tidak menganggarkan buat rumah ini. Jadi nggak tahu abisnya berapa, dan nggak dihitung," katanya

Tak Dilepas Walau Ditawar Rp500 Juta

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka

rumah bambu unik di lemahsugih majalengka
©2021 YouTube Rizquna Channel /Merdeka.com


Sebagaimana dikatakan Demer, rumah teduh miliknya itu sempat hendak ditawar orang lain sebesar Rp500 juta. Namun pria yang saat itu memakai ikat kepala putih tersebut mengatakan, jika rumah ini tidak ia jual.

Dia menyebut jika rumahnya mengandung nilai seni yang tinggi, dan seni seperti yang ia visualkan di rumah itu tidak bisa dibeli dengan uang.

"Susah ini, seni nggak bisa ditawar. Intinya ini prosesnya yang mahal, contohnya ini (menunjuk ke arah hiasan bambu untuk nyadap air aren). Ini kan susah, orang ngambil nira dari atas pohon susah. Ini juga radio kan lawas dan ceret yang konon sudah ada saat orang tua saya lahir (79 tahun lalu)" terang Demer

 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini