Pekerja di Jabar Terdampak PHK Resesi Bakal Dapat BLT, Begini Kata Ridwan Kamil

Jumat, 18 November 2022 17:38 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Pekerja di Jabar Terdampak PHK Resesi Bakal Dapat BLT, Begini Kata Ridwan Kamil Ilustrasi uang. ©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/rineca

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan subsidi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para pekerja yang terkena PHK perusahaan terdampak resesi ekonomi. Diperkirakan, resesi akan terjadi di tahun 2023.

Disampaikan Gubernur Jabar, Mochamad Ridwan Kamil pada Jumat (18/11), pemicu resesi karena turunnya pesanan barang yang berdampak ke pengurangan produksi akibat perputaran ekonomi yang lambat.

“Kepada yang terdampak langsung, kena PHK oleh perusahaan yang perdagangannya global karena pesanan turun, pabrik kurangi produksi. Nah, nanti ada Bantuan Langsung Tunai (BLT)," beber Ridwan Kamil, mengutip ANTARA.

2 dari 4 halaman

Resesi Berdampak ke Perusahaan Padat Karya

012 siti rutmawati

www.ivandimitrijevic.com

Turunnya minat beli dari konsumen ini dimungkinkan akan menghantui perusahaan-perusahaan di sektor padat karya, seperti pabrik tekstil dengan penjualan global. Dampaknya, pekerja di sektor itu berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal ini dikarenakan tidak adanya pemasukan dari produk yang dijual, sehingga pabrik akan mengurangi jumlah produksi dan berujung ke pengurangan karyawan.

"Yang terdampak biasanya yang berhubungan dengan padat karya, tekstil dan lainnya," ujar dia.

3 dari 4 halaman

Disalurkan Ketika Ada Pengumuman Resmi Kedaruratan

Disampaikan Ridwan Kamil, penyaluran BLT masih menunggu pengumuman resmi kedaruratan.

Walau begitu, dirinya menyebut jika anggaran BLT sudah dialokasikan, dari sejumlah post seperti biaya tak terduga, dan dana transfer umum sebesar dua persen.

"BLT ini sesuai dengan kondisi saat ada pengumuman kondisi kedaruratan, anggarannya dari BTT (Biaya Tak Terduga) dan Dana Transfer Umum dua persen sudah dialokasikan," ujarnya.

Soal resesi di Indonesia, mantan Wali Kota Bandung itu menyebut bahwa tidak akan terlalu signifikan lantaran pertumbuhan ekonominya masih terjaga. Hal ini juga didasarkan pada pendapat ekonom dunia bahwa Indonesia hanya akan terdampak kecil dibanding negara di luar zona Asia.

"Diprediksi tahun depan terjadi resesi, khususnya negara di luar zona Asia. Zona Asia relatif tak akan terlalu terkena resesi. Dari 100 persen ekonom dunia yang dimintai pendapat pun 90 persennya menyatakan, Indonesia tak akan terdampak terlalu besar," kata Ridwan Kamil.

4 dari 4 halaman

Pertumbuhan di Jabar Capai 6 Persen

Dilanjutkannya, saat ini pertumbuhan ekonomi di Jabar terpantau tumbuh secara positif di angka 6 persen pada kuartal III tahun 2022 sehingga kesenjangan dengan angka inflasi tidak terlalu jauh.

"Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, gap dengan inflasi juga tidak terlalu jauh, artinya kenaikan harga masih terkendali," ujarnya.

Menurut dia, meningkatnya inflasi karena terpengaruh oleh harga BBM. Di luar itu seperti kebutuhan pokok, harganya masih terkendali di pasar-pasar tradisional.

"Jabar juga mewakili, kita tumbuh tertinggi di kuartal III hampir 6 persen pertumbuhan ekonominya. Inflasi tinggi lebih karena BBM, bukan sembako," katanya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini