New Normal, Sekolah di Sukabumi Terapkan Pembagian Jadwal Masuk 3 Hari dalam Sepekan

Senin, 29 Juni 2020 14:30 Reporter : Nurul Diva Kautsar
New Normal, Sekolah di Sukabumi Terapkan Pembagian Jadwal Masuk 3 Hari dalam Sepekan Ilsutrasi Belajar di Dalam Kelas. Youtube Dunia Belajar 86 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Memasuki masa new normal, seluruh sekolah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, akan menerapkan kebijakan khusus untuk memulai kembali aktivitas pendidikannya. Nantinya kebijakan tersebut akan meliputi seluruh lapisan pendidikan, mulai dari mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Menurut Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menuturkan jika pihaknya saat ini masih menyusun program yang sesuai agar sekolah sekolah tersebut bisa mengupayakan kegiatan belajar di dalam kelas secara tatap muka.

1 dari 4 halaman

Dibatasi Hanya Tiga Hari Dalam Sepekan

ilustrasi sekolah

Ilustrasi anak masuk sekolah

©2020 ctaagency.com

Terkait teknis, yang perlu diperhatikan adalah perihal jadwal yang akan dibatasi hanya untuk tiga hari dalam sepekan dan terbagi ke dalam dua shift sesuai nomor absen. Semisal nomor urut 1-18 masuk dari Senin hingga Rabu dan untuk nomor absen 18-36 masuk pada Kamis hingga Sabtu atau sebaliknya.

"Sesuai dengan edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, setiap kelas maksimal hanya diisi oleh 18 pelajar, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat, sehingga dalam pelaksanaan KBM tatap muka di sekolah dibagi menjadi dua shift," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu via ANTARA.

2 dari 4 halaman

Segera Selesai di Bulan Juli

Ia juga menjelaskan perihal waktu penerapannya. Menurutnya saat ini pihaknya tengah mengkaji dan sesegera mungkin untuk segera disahkan di awal Juli 2020.

Menurutnya, pembagian tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan. Bahwasanya di wilayah Kota Sukabumi terdapat sejumlah sekolah yang dalam satu kelasnya diisi lebih dari 36 murid dan bisa disesuaikan di masa new normal.

3 dari 4 halaman

Belum Menentukan Jadwal Penerapan

Namun, ia mengungkapkan bahwa program tersebut belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Mengingat saat ini sektor pendidikan merupakan sektor terakhir yang akan diterapkan setelah semuanya kembali berjalan dengan normal.

4 dari 4 halaman

Penerapan Pembelajaran di Pondok Pesantren

Terkait pondok pesantren, saat ini sudah bisa menerapkan pendidikan sesuai hasil penilaian dan pertimbangan pihaknya. Tetapi yang perlu menjadi catatan adalah pesantren tersebut harus melaksanakan isolasi terhadap para santrinya.

Selain itu, syarat lainnya adalah pesantren harus menyiapkan protokol kesehatan terhadap santrinya seperti menunda kegiatan penjengukan dari para orang tua maupun kerabat lainnya.

 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini