Miris, Keluarga Ini Hanya Minum Air Galon Selama 2 Hari Sang Ibu Akhirnya Meninggal

Selasa, 21 April 2020 14:26 Reporter : Miftahul Arifin
Miris, Keluarga Ini Hanya Minum Air Galon Selama 2 Hari Sang Ibu Akhirnya Meninggal keluarga keparan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak virus corona merebak di Indonesia segala upaya telah dilakukan untuk menanggulangi kasus virus ini. Tidak hanya memiliki dampak terhadap kesehatan dan sosial, namun juga berdampak pada perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Banyak masyarakat yang mulai kesulitan mengatasi masalah ekonomi mereka, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, setelah beberapa minggu tidak bekerja seperti biasanya.

Belum lama ini publik sempat dihebohkan dengan kisah pilu satu keluarga di daerah Kelurahan Lontar Baru, Serang, Banten. Keluarga ini terpaksa hanya minum air isi ulang selama dua hari untuk menahan rasa lapar.

2 dari 9 halaman

Anak Kena PHK

ilustrasi phk karena corona
2020 Merdeka.com/kaltengtoday.com

Sebelumnya anak sulung dari keluarga Yuli ini cukup membantu perekonomian keluarga. Namun sejak virus corona merebak di berbagai wilayah, termasuk daerah Banten, akhirnya berimbas pada pekerjaan anaknya yang di-PHK.

"Tadinya anak saya kerja. Sekarang dirumahkan karena tempat kerjanya tutup. Tambah, gaji terakhir tidak diberikan," ucap Yuli.

3 dari 9 halaman

Suami Bekerja Serabutan

barang bekas
2020 Merdeka.com / Barang Bekas

Selain si sulung, sang suami juga bekerja serabutan. Kepala rumah tangga ini mengumpulkan barang barang bekas, dan berpenghasilan sekitar Rp25-30 ribu per harinya. Hasil jerih payahnya ini, digunakan untuk menafkahi istri dan empat orang anak.

"Lumayan saja, satu hari kadang dapat Rp25-30 ribu. Beli beras satu liter untuk kami berenam, itu pun diirit-irit," ucap Yuli.

4 dari 9 halaman

Hanya Minum Air Galon 2 Hari

ilustrasi lapar
Shutterstock.com/Ilya Andriyanov

Akibat kesulitan ekonomi di tengah wabah virus corona, keluarga Yuli terpaksa hanya meminum air isi ulang selama dua hari untuk menahan rasa lapar. Bahkan sempat tak tega melihat anak anaknya kelaparan.

"Dua hari ini kami cuma minum air galon isi ulang. Anak-anak bilang lapar juga, paling minum air saja," ucap Yuli.

5 dari 9 halaman

Sempat Melapor Ke RT

kisah warga serang hanya minum air galon
2020 Merdeka.com

Dalam pengakuannya Yuli sempat mengatakan, telah melaporkan kepada pihak desa setempat yaitu bapak RT untuk mendapatkan bantuan. Namun, ia mengatakan jika pihak RT juga belum menerima bantuan dari pemerintah setempat.

"Saya sudah datang ke RT. Katanya enggak bisa dapat bantuan," ucap Yuli.

6 dari 9 halaman

Yuli Meninggal

warga serang minum air galon
2020 Merdeka.com


Belum lama setelah kisah pilu keluarga Yuli terkuak, hari Senin (20/4) pukul 15.30 WIB Yuli dinyatakan meninggal dunia. Yuli meninggal saat menuju puskesmas untuk mendapatkan pertolongan.

Camat Serang yakni Tb.Yassin membenarkan kabar meninggalnya Yuli yang merupakan salah satu warga di wilayahnya.

"Saya kurang tahu itu karena apanya. Yang saya tahu itu ketika almarhum sedang dibawa ke Puskesmas Singandaru, sebelum sampai sudah tidak ada nyawa," ucap Yassin.

7 dari 9 halaman

Diduga Serangan Jantung

ilustrasi sakit jantung
2012 Merdeka.com


Tim gugus tugas Covid-19 Kota Serang, langsung bergerak cepat menangani kejadian ini. Menurut W Hari Pamungkas selaku juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Serang, memberikan keterangan, Yuli diduga meninggal akibat serangan jantung dan bukan karena kelaparan.

"Visum resmi besok akan disampaikan, saya pastikan bukan terkait sama Covid, bukan karena kelaparan, tapi karena serangan jantung. Yang bersangkutan dapat pertanyaan berat dari orang sekelilingnya. Visum resmi akan disampaikan Puskesmas besok, tapi saya tanya dokternya diduga jantung," ucap Hari.

8 dari 9 halaman

Pemerintah Telah Memberikan Bantuan

bantuan sembako
2016 REUTERS/Khaled Abdullah

Hari Pamungkas mengatakan, pemerintah sebelumnya telah memberikan bantuan berupa sembako terhadap warganya yang masuk daftar Jaring Pengaman Sosial (JPS).

"Bantuan telah diberikan dan setelah dicek termasuk dalam pendataan JPS. Artinya dalam sisi tanggung jawab pemerintah Kami gerak cepat untuk menyelesaikan permasalahan itu," tutup Hari

9 dari 9 halaman

Ini Kata Mensos

menteri sosial juliari batubara sosialisasi program sembako
2020 Liputan6.com/Faizal Fanani


Dengan adanya kejadian ini, Menteri Sosial Juliari Batubara angkat bicara. Menurutnya, pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan untuk selalu mengecek keadaan warganya. Ia menambahkan, hingga saat ini bantuan sosial sedang dalam berproses untuk didistribusikan ke seluruh wilayah.

"Saya enggak mungkin tahu penyebabnya kalau tidak dicek langsung. Pemda-pemda-lah yang harus menjadi garda terdepan untuk warganya," kata Juliari.

[mif]
{paging_intro} {paging_nav}
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini