Mengenal Sodetan Cisangkuy, Si Pengendali Banjir di Kawasan Bandung

Rabu, 24 November 2021 14:15 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Mengenal Sodetan Cisangkuy, Si Pengendali Banjir di Kawasan Bandung Sodetan Cisangkuy. ©2021 YouTube Humas Kabupaten Bandung/Merdeka.com

Merdeka.com - Kendati berada di wilayah dataran tinggi, kawasan Bandung, Jawa Barat, masih belum luput dari bencana banjir. Di mana bencana ini terjadi saat musim penghujan tiba.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi tersebut. Salah satunya melalui pengendali bernama Sodetan Cisangkuy.

Menurut Gubernur Jabar, Mochamad Ridwan Kamil, sodetan (jalan air) tersebut akan berfungsi sebagai pengalih limpahan air. Sehingga bencana banjir di wilayah Bandung Selatan bisa diminimalisasi. Berikut ulasan selengkapnya, dikutip dari jabarprov.go.id, Rabu (24/11)

2 dari 4 halaman

Kurangi Banjir Dengan Membelokkan Arus Air Sungai

sodetan cisangkuy
Ridwan Kamil di Sodetan Cisangkuy

©2021 YouTube Humas Kabupaten Bandung/Merdeka.com

Kepada wartawan, mantan Wali Kota Bandung itu mengatakan jika keberadaan sodetan Cisangkuy mampu mengurangi bencana banjir seperti di kawasan Dayeuhkolot hingga 70 hektare.

"Ini bisa mengurangi yang biasanya 370 hektar di Dayeuhkolot insyaallah tahun depan sudah berkurang tinggal 70-an hektare," sebut Kang Emil (sapaannya), saat berkunjung ke Sodetan Cisangkuy, Senin (22/11/2021).

Fungsi utama sodetan tersebut juga membelokkan aliran air untuk menjauhi permukiman warga, sehingga bisa diarahkan langsung ke Sungai Citarum.

Sodetan ini turut melengkapi pembangunan kolam retensi Cieunteung dan Andir yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan berita baik hadir di wilayah yang biasanya tergenang," kata Emil

3 dari 4 halaman

Mempersingkat Durasi Banjir

sodetan cisangkuy

Sodetan Cisangkuy atau jalan air Cisangkuy akan berfungsi mengendalikan air di wilayah Bandung khususnya kawasan Selatan

©2021 jabarprov.go.id/Merdeka.com

Untuk memastikan fungsinya optimal, Emil  sempat bertanya kepada masyarakat terkait bencana banjir. Ia mendapat keterangan bahwa saat ini ketinggian air sudah mulai turun dan cepat surut.

"Tadi saya wawancara warga, biasanya dulu banjirnya lama dan tinggi sekarang sudah jarang lagi. Alhamdulillah mudah-mudahan sampai akhir musim hujan kita bisa mengendalikan," ungkapnya.

Walau demikian, ia juga mengatakan bahwa potensi banjir masih dapat terjadi. Namun upaya pengurangan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan.

"Kita belum bisa bilang 100 persen bebas banjir karena itu menurut saya takabur. Fenomena air ini tidak melulu apa yang kita lihat sehari-hari, tapi ada yang mempengaruhi seperti global warming" kata Gubernur.

4 dari 4 halaman

Dibangun Sepanjang 1,7 KM

Kunjungannya ke sodetan Cisangkuy sekaligus juga untuk persiapan rencana kunjungan lapangan Presiden Joko Widodo ke Sungai Citarum dalam waktu dekat. Menurut Emil, Presiden Joko Widodo ingin melihat langsung perkembangan penanganan Sungai Citarum yang saat ini sudah dikategorikan cemar ringan.

"Rencana Presiden ingin melihat kemajuan Citarum dari berbagai aspek karena di Glasglow kita mendapat kehormatan melaporkan ke dunia bahwa Citarum sudah tidak lagi sungai terkotor sedunia, tapi sudah jauh lebih baik dan bersih," ungkapnya.

Adapun pembangunan Sodetan Cisangkuy dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan bentang sepanjang 1,7 kilometer (KM).

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini