Mengenal Hipersomnia, Kondisi yang Membuat Orang Merasakan Kantuk Berlebihan

Rabu, 13 Oktober 2021 16:30 Reporter : Andre Kurniawan
Mengenal Hipersomnia, Kondisi yang Membuat Orang Merasakan Kantuk Berlebihan Ilustrasi tidur. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Berbicara tentang gangguan tidur, banyak orang mungkin akan langsung menghubungkannya dengan insomnia. Tak mengherankan, karena insomnia adalah gangguan tidur yang banyak dialami. Insomnia membuat seseorang menjadi sulit untuk tertidur. Tapi, bagaimana jika seseorang justru mengalami rasa kantuk yang berlebihan?

Hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia. Kondisi ini membuat seseorang merasa kantuk secara berlebihan di siang hari dan tidur berlebihan di waktu malam. Hal ini membuat penderita hipersomnia kesulitan untuk tetap terjaga di siang hari. Orang yang mengalami hipersomnia bahkan dapat tertidur kapan saja dan di mana saja, seperti di tempat kerja atau saat sedang mengemudi.

Hipersomnia terbagi atas kondisi primer atau kondisi sekunder. Hipersomnia sekunder adalah hipersomnia yang terjadi akibat kondisi medis lain. Orang dengan hipersomnia akan sering merasa lelah dan dapat memengaruhi konsentrasi dan tingkat energi seseorang.

Hipersomnia sebenarnya juga banyak dialami, namun banyak yang tidak menyadarinya. Ya, ini adalah salah satu jenis gangguan tidur, jadi Anda perlu segera berkonsultasi jika mengalaminya.

Berikut kami sampaikan pembahasan lebih lanjut tentang hipersomnia yang dikutip dari laman Healthline.

2 dari 4 halaman

Jenis Hipersomnia

Hipersomnia terbagi menjadi primer atau sekunder. Hipersomnia primer terjadi tanpa kondisi medis lain. Satu-satunya gejala dari hipersomnia primer adalah adalah rasa lelah yang berlebihan.

Hipersomnia sekunder disebabkan oleh kondisi medis lainnya, bisa termasuk sleep apnea, penyakit Parkinson, gagal ginjal, dan sindrom kelelahan kronis. Kondisi ini menyebabkan kurang tidur di malam hari, dan membuat Anda merasa lelah di siang hari.

Hipersomnia tidak sama dengan narkolepsi, yaitu kondisi neurologis yang menyebabkan serangan tidur tiba-tiba yang tidak dapat dicegah di siang hari. Orang dengan hipersomnia dapat tetap terjaga dengan sendirinya, tetapi mereka akan merasa lelah.

Penyebab Hipersomnia

Hipersomnia primer kemungkinan disebabkan oleh masalah pada sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun.

Hipersomnia sekunder adalah akibat dari kondisi yang menyebabkan kelelahan atau kurang tidur. Misalnya, sleep apnea dapat menyebabkan hipersomnia karena dapat membuat seseorang kesulitan bernapas di malam hari, sehingga memaksa orang untuk terbangun beberapa kali sepanjang malam.

Beberapa obat juga dapat menyebabkan hipersomnia. Penggunaan narkoba dan alkohol dapat memicu kantuk di siang hari. Kemungkinan penyebab lainnya adalah fungsi tiroid yang rendah dan cedera kepala.

3 dari 4 halaman

Faktor Risiko

Orang dengan kondisi yang membuat mereka lelah di siang hari adalah orang yang paling berisiko mengalami hipersomnia. Kondisi ini termasuk sleep apnea, kondisi ginjal, kondisi jantung, kondisi otak, depresi atipikal, dan fungsi tiroid yang rendah.

American Sleep Association menyatakan bahwa kondisi ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Orang yang merokok atau minum secara teratur juga berisiko mengalami hipersomnia. Obat-obatan yang menyebabkan kantuk juga dapat memiliki efek samping yang mirip dengan hipersomnia.

Gejala Hipersomnia

Gejala utama hipersomnia adalah kelelahan yang konstan. Orang dengan hipersomnia dapat tidur siang sepanjang hari tanpa pernah menghilangkan rasa kantuk. Mereka juga mengalami kesulitan bangun dari tidur yang lama.

Gejala lain dari hipersomnia meliputi:

  • energi rendah
  • sifat mudah marah
  • kecemasan
  • kehilangan selera makan
  • berpikir atau berbicara lambat
  • kesulitan mengingat
  • gelisah
4 dari 4 halaman

Cara Mengobati Hipersomnia

Penanganan untuk kondisi ini dapat bervariasi, tergantung pada penyebab hipersomnia. Banyak obat yang ditujukan untuk narkolepsi dapat mengobati hipersomnia. Ini termasuk amfetamin, methylphenidate, dan modafinil. Obat-obatan ini adalah stimulan yang membantu Anda merasa lebih terjaga.

Perubahan gaya hidup juga menjadi bagian penting dari proses pengobatan. Dokter mungkin merekomendasikan Anda untuk membuat jadwal tidur yang teratur. Menghindari aktivitas tertentu juga dapat memperbaiki gejala, terutama menjelang di waktu tidur.

Kebanyakan orang dengan hipersomnia tidak boleh minum alkohol atau menggunakan obat-obatan. Dokter juga dapat merekomendasikan diet bergizi tinggi untuk mempertahankan tingkat energi secara alami.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini