Mengenal Greg Hambali, Bapak Tanaman Hias Aglaonema Asal Bogor

Jumat, 29 Januari 2021 20:20 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Mengenal Greg Hambali, Bapak Tanaman Hias Aglaonema Asal Bogor Greg Hambali. ©2021 Tangkapan layar di youtube Durian Traveller/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Gregori Garnadi Hambali telah mendedikasikan 30 tahun dari hidupnya untuk terus bereksperimen dengan beragam varietas tanaman hias. Salah satu yang menjadi fokus utamanya sejak dulu adalah tanaman hias berjenis Aglaonema.

Pria yang akrab disapa Greg Hambali itu memang dikenal sebagai “Bapaknya Aglaonema”. Julukan ini diberikan karena Ia kerap bereksperimen dengan mengawinkan beberapa jenis Aglaonema sehingga memunculkan varietas baru yang menarik minat para pecinta tanaman hias.

Salah satu hasil kreasinya yang cukup terkenal di kalangan penggemar tanaman hias adalah jenis Aglaonema Lotus Delight dan Harlequin, yang memiliki harga fantastis hingga ratusan juta.

Ia pun mengubah kediamannya di wilayah Barangnang Siang, Bogor Timur, Kota Bogor menjadi laboratorium holtikultura. Masih banyak varietas lainnya yang lahir dari tangan dingin pria yang menyandang gelar master dari Departemen Biologi Universitas Birmingham, Inggris tersebut.

Berikut kisah Greg Hambali, sang Bapak Aglaonema dari Indonesia.

2 dari 4 halaman

Awal Greg Hambali Jatuh Cinta dengan Aglaonema

ilustrasi aglaonema

Ilustrasi tanaman hias Aglaonema

©Pexels/Tiia Pakk

Seperti dikutip dari kanal youtube Trubus Channel, Greg menceritakan awal mula Ia jatuh cinta dengan tanaman hias Aglaonema. Saat itu di tahun 1980-an Ia menghadiri pameran flora yang digelar di Ancol.

Ketika itu ada seorang peserta asal Lebak Bulus yang memamerkan sebuah tanaman berjenis baru asal Filipina bernama Aglaonema Commutatum Tricolor. Dirinya begitu tertarik dengan jenis tanaman tersebut karena memiliki warna memukau.

“Waktu awal tahun 80-an saya ketika itu hadir di pameran flora di Ancol dan langsung tertarik oleh sebuah varian tanaman hias baru (saat ini bernama Aglaonema Commutatum Tricolor) yang dibawa oleh Ibu Nuh Sugiono, dari Flora Sari Lebak Bulus, karena memiliki daun yang bagus dan luar biasa dengan bantang yang berwarna merah jambu. Saya harus punya tanaman itu,” terangnya.

3 dari 4 halaman

Mengawinsilangkan Aglaonema Hingga Berharga Rp600 Juta

aglaonemaaglaonema

Tanaman hias Aglaonema

travaldo.blogspot.com

Salah satu penemuan brilian Greg Hambali adalah aglaonema jenis harlequin yang memiliki batang daun lebar, corak yang cantik, warna merah muda yang terang dan mengkilap, serta berdaun rimbun.

Penemuannya pada tahun 2006 tersebut memiliki harga yang fantastis hingga mencapai Rp600 juta.

“Ketika itu yang menang adalah Harry Setiawan, pemilik Irene Flora di Rawa Domba, Jakarta Timur. Lelang ini menjadi harga termahal sepanjang sejarah tanaman aglaonema karena pemiliknya cuma satu orang,” ucap Greg seperti dikutip dari lipi.go.id.

Kecintaannya terhadap tanaman memang tumbuh sejak masih duduk di sekolah dasar. Ia bahkan pernah menyilangkan buah papaya burung dan papaya semangka saat masih kecil hingga berhasil berbentuk bulat.

4 dari 4 halaman

Meyilangkan Salak Tanpa Duri

Saat ini Greg masih disibukkan dengan eksperimen terbarunya yakni mendalami varietas baru buah salak. Menurut pria kelahiran Sukabumi, 19 Februari 1949 tersebut, ia kini tengah tertarik untuk mendalami buah yang biasa ditemukan di hutan dataran tinggi tersebut.

Ia ingin mencari karakter buah salak agar lebih bercita rasa manis, tidak memiliki duri di kulitnya, dan bertambah kadar air di daging buahnya.

“Duri pada salak memperlama proses pertumbuhan dan pembuahan. Nutrisi untuk pertumbuhan, semua terserap oleh durinya. Jadi masing-masing kelebihan dari jenis salak sedang saya coba gabungkan,” jelasnya seperti dikutip dari greeners.co.

Greg menambahkan upaya eksperimen merupakan kegiatan yang menguntungkan di akhir (cost effective), sehingga masyarakat diharapkan bisa turut memajukan berbagai tanaman hias untuk menghasilkan varietas baru yang makin menarik.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini