Mengenal Bakteri Penyebab Jerawat, Begini Cara Pengobatan dan Pencegahannya

Selasa, 15 September 2020 18:01 Reporter : Andre Kurniawan
Mengenal Bakteri Penyebab Jerawat, Begini Cara Pengobatan dan Pencegahannya Ilustrasi jerawat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Kulit manusia memiliki lubang yang sangat kecil yang disebut dengan pori-pori. Lubang kecil ini dapat tersumbat oleh minyak, bakteri, sel kulit mati serta kotoran. Jika ini terjadi, kulit berisiko mengembangkan suatu masalah kulit yaitu jerawat.

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang biasa terjadi pada setiap orang. Kondisi ini bukanlah masalah serius dan bisa hilang dengan beberapa perawatan.

Meskipun ini bukan suatu kondisi yang serius, jerawat sudah seperti musuh terbesar bagi setiap orang. Hal ini karena kemunculan jerawat bisa mempengaruhi penampilan seseorang, dan membuat mereka merasa tidak percaya diri.

Ada beberapa penyebab munculnya jerawat, seperti minyak berlebih pada kulit, sel kulit mati, hormone, dan juga bakteri

2 dari 5 halaman

Penyebab Jerawat

ilustrasi jerawat
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Maridav

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa faktor faktor utama penyebab jerawat:

• Produksi minyak berlebih
• Folikel rambut yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati
• Aktivitas berlebih dari suatu jenis hormon (androgen)
• Bakteri penyebab jerawat

Dikutip dari mayoclinic.org, jerawat biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas, dan bahu karena area kulit ini memiliki kelenjar minyak (sebaceous) yang paling banyak. Folikel rambut adalah yang menghubungkan ke kelenjar minyak. Dinding folikel bisa membengkak dan menghasilkan komedo putih. Komedo mungkin terlihat seperti kotoran yang menempel di pori-pori. Tapi sebenarnya pori-pori itu penuh dengan bakteri dan minyak, yang berubah menjadi cokelat saat terkena udara.

Jerawat adalah bintik-bintik merah yang timbul dengan bagian tengah putih yang muncul ketika folikel rambut yang tersumbat meradang atau terinfeksi bakteri. Penyumbatan dan peradangan yang berkembang jauh di dalam folikel rambut menghasilkan benjolan seperti kista di bawah permukaan kulit Anda. Pori-pori lain di kulit Anda, yang merupakan bukaan dari kelenjar keringat, biasanya tidak menimbulkan jerawat.

3 dari 5 halaman

Bakteri Penyebab Jerawat

Salah satu penyebab munculnya jerawat adalah bakteri. Dikutip dari Medical News Today, kulit manusia yang berpori, terhubung ke kelenjar minyak di bawah kulit. Folikel berperan menghubungkan kelenjar ke pori-pori. Folikel sendiri adalah kantung kecil yang menghasilkan dan mengeluarkan cairan.

Kelenjar menghasilkan cairan berminyak yang disebut sebum. Sebum membawa sel kulit mati melalui folikel ke permukaan kulit. Kemudian sebuah rambut kecil tumbuh melalui folikel dari kulit. Jika folikel ini tersumbat dan minyak menumpuk di bawah kulit, maka bisa menyebabkan munculnya jerawat.

Sel kulit, sebum, dan rambut bisa menggumpal menjadi satu. Sumbat ini bisa terinfeksi oleh bakteri, dan mengakibatkan pembengkakan. Jerawat pun mulai berkembang ketika sumbat mulai rusak.

Propionibacterium acnes (P. acnes) adalah nama bakteri penyebab jerawat yang hidup di kulit dan berkontribusi terhadap infeksi jerawat di kulit manusia. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keparahan dan frekuensi jerawat bergantung pada strain bakteri. Namun, tidak semua bakteri jerawat memicu munculnya jerawat.

4 dari 5 halaman

Propionibacterium acnes

Dilansir dari situs dermnetnz.org, bakteri berkontribusi pada lesi inflamasi pada jerawat, meskipun jerawat bukanlah penyakit menular. Saat pubertas, jumlah bakteri di permukaan kulit meningkat. Bakteri tersebut antara lain:

• Cutibacterium acnes (C. acnes, dikenal juga sebagai Propionibacterium acnes)
• Corynebacterium granulosum (juga dikenal sebagai Cutibacterium acnes dan secara resmi dikenal sebagai Propionibacterium granulosum)
• Staphylococcus epidermidis (staphylococcus negatif koagulase).

Namun, tingkat keparahan jerawat seseorang tidak bergantung pada jumlah bakteri di permukaan kulit atau di saluran sebaceous (saluran keluar dari kelenjar minyak). Jumlah dan aktivitas bakteri C. acnes bervariasi sesuai dengan suplai oksigen, suplai nutrisi dan tingkat pH kulit. Beberapa lesi jerawat dikolonisasi oleh bakteri penyebab jerawat ini dan lainnya tidak.

Bakteri penyebab jerawat ini dapat menghasilkan enzim aktif dan mediator inflamasi bawaan dan ini dapat berkontribusi pada aktivitas jerawat pada beberapa pasien. Aktivasi memicu ekspresi gen respon imun. Mediator inflamasi yang terdeteksi pada lesi jerawat yang terinfeksi oleh C. acnes meliputi:

• Lipase (enzim yang memecah lemak)
• Protease (enzim yang memecah protein)
• Hyaluronate lyase (enzim yang memecah substansi dasar kulit)
• Fosfatase (enzim yang memecah fosfat)
• Zat kontraksi otot polos
• Sitokin, seperti IL-12 dan IL-8, dan defensin (ini adalah pembawa pesan kimiawi).

Lipase dapat mengubah trigliserida dalam sebum menjadi asam lemak bebas. Asam lemak bebas meningkatkan penggumpalan bakteri di saluran sebaceous, dan dengan demikian kolonisasi pada saluran menciptakan lebih banyak bakteri. Mediator inflamasi yang dipicu oleh bakteri menembus kulit di sekitarnya dan menjadi penyebab peradangan.

5 dari 5 halaman

Pengobatan terhadap Bakteri Penyebab Jerawat

Antimikroba seperti benzoil peroksida topikal dan tetrasiklin oral menekan bakteri penyebab jerawat, C. acnes pada pasien yang mengalami jerawat. Obat ini juga memiliki aktivitas anti-inflamasi non-antibiotik.

muka©2017 i.huffpost.com

Selain itu, Anda juga bisa mengambil langkah-langkah yang bisa menurunkan risiko munculnya jerawat. Meskipun sulit untuk mencegah jerawat, ada beberapa langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu mencegah jerawat.

Langkah-langkah untuk mencegah jerawat antara lain:

• mencuci muka dua kali sehari dengan pembersih bebas minyak
• menggunakan krim jerawat yang dijual bebas untuk menghilangkan minyak berlebih
• menghindari riasan yang mengandung minyak
• menghapus riasan dan membersihkan kulit Anda secara menyeluruh sebelum tidur
• mandi setelah berolahraga
• menghindari pakaian yang ketat
• makan makanan sehat dengan gula rafinasi minimal
• mengurangi stres

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini