Mengenal Amalan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah, Berikut Keutamaannya

Sabtu, 2 Juli 2022 06:30 Reporter : Novi Fuji Astuti
Mengenal Amalan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah, Berikut Keutamaannya Suasana Mekkah menjelang ibadah haji. ©STR/AFP

Merdeka.com - Umur manusia seluruhnya adalah masa untuk menjalankan ketaatan dan menuai pahala. Beribadah dan menjalankan ketaatan hingga maut menjemput. Maka dari itu, wajib bagi seorang muslim untuk memanfaatkan umur dan waktunya sebaik mungkin.

Setiap umat muslim wajib memperbanyak ibadah serta amalan hingga maut menjemput, lebih-lebih pada bulan dan hari yang penuh dengan keutamaan. Di antara bulan yang Allah SWT telah beri banyak keutamaan di dalamnya adalah bulan Zulhijah.

Sesungguhnya mendapati sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah nikmat yang besar dari nikmat-nikmat Allah SWT. Manis dan nikmatnya hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang saleh dan bersungguh-sungguh pada hari tersebut.

Berikut ini informasi mengenai amalan 10 hari pertama bulan Zulhijah yang telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.

2 dari 3 halaman

1. Melaksanakan Ibadah Haiji dan Umrah


Amalan 10 hari pertama bulan Zulhijah yang pertama adalah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Amalan ini adalah yang paling utama, berdasarkan berbagai hadis sahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain sabda Nabi SAW yang memiliki arti berikut ini:
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga."

2. Melaksanakan Puasa Sunah
Amalan 10 hari pertama bulan Zulhijah berikutnya adalah melaksanakan jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadis qudsi, artinya:

Allah , berfirman, "Puasa itu adalah untukKu, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya semata-mata karena Aku."

3. Takbir dan Zikir
Sebagaimana firman Allah Artinya, "...dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..." (Al-Hajj : 28).

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Zulhijah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak zikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadis dari Ibnu Umar, "Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad)

3 dari 3 halaman

4. Perbanyak Amal Salih


Amalan 10 hari pertama bulan Zulhijah lainnya adalah dengan memperbanyak amalan shalih yang dapat berupa ibadah sunah seperti salat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya.

Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, bahkan sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

5. Berkurban dan Salat Idul Adha
Berkurban termasuk ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT berdasarkan nash Al-Quran, hadis dan kesepakatan ulama. Dalam hal ini Allah berfirman bahwa :

"Maka dirikanlah salat karena Rabbmu, dan berkorbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2).
Allah memerintahkan Nabinya untuk menggabungkan dua ibadah yang agung ini yaitu salat dan kurban. Keduanya termasuk ketaatan yang paling agung dan mulia. Tidak ragu lagi, shalat ied masuk dalam keumuman ayat dirikanlah salat karena Rabbmu dan kurban termasuk dalam kandungan ayat berkorban.

Abdul bin Umar mengatakan bahwa Nabi SAW tinggal di Madinah sepuluh tahun dan beliau selalu berkurban. Nabi bersabda:

"Barang siapa yang menyembelih setelah salat sungguh telah sempurna penyembelih setelah salat sungguh telah sempurna penyembelihannya, dia telah mencocoki sunah kaum muslimin." (HR. Bukhari: 5560, Muslim :1961).

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini