Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal 5 Permainan Tradisional Khas Sunda yang Hampir Punah, Tenar di Masanya

Mengenal 5 Permainan Tradisional Khas Sunda yang Hampir Punah, Tenar di Masanya Anak di Purwakarta bermain permainan tradisional. ©2016 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Minimnya fasilitas teknologi di zaman dahulu membuat para anak bebas mengekspresikan berbagai aktivitasnya di luar rumah. Biasanya, bersama teman-teman saling berinteraksi dan mengenal satu sama lain melalui permainan tradisional.

Di Jawa Barat, banyak tersedia permainan tradisional unik, bahkan tak banyak yang tahu, lewat permainan ini, dapat mempererat tali pertemanan. Selain itu, permainan ini juga dapat mengembangkan bakat.

Ambil-ambilan

permainan tradisional sunda langkapermainan tradisional sunda langka

Youtube Asep jaenal Aripin ©2020 Merdeka.com

Ambil-ambilan adalah permainan tradisional khas Jawa Barat yang bisa dikatakan sudah sangat jarang dimainkan. Permainan ini dilakukan dengan dua kelompok anak yang berjajar dan saling berhadapan, sambil bernyanyi lagu sisindiran khas Sunda.

Dilansir dari kanal Youtube Asep Jaenal Aripin, para anak yang terbagi atas dua kelompok tersebut berupaya menghabiskan masing-masing kelompoknya secara bergantian. Mereka berhak memilih siapa saja yang akan ditarik untuk masuk kelompoknya.

Nyanyian:

- Ambil-ambilanturuktuk hayam samantu+ Saha nu diambilkami mah teu boga incu- Si Anu kadieupurah nutu purah ngéjopurah ngasakan baligo+ Nyerieun sukunakacugak ku kaliagé- Aya ubarna urat munding campur ragétiguling nyocolan dagé.[1]

Ayang Ayang Gung

permainan tradisional sunda ayang gung

Youtube Abah Mayana ©2020 Merdeka.com

Permainan tradisional Sunda berikutnya adalah Ayang Ayang Gung. Permainan ini merupakan permainan kelompok yang dilakukan secara berjajar sambil memegang pundak (merangkul) satu sama lain dan bernyanyi lagu berbahasa Sunda.

Anak-anak merangkul kawannya, sambil bernyanyi dengan perlahan hingga bernada cepat sampai durasi lagu habis. Lalu, pemain langsung mencari temannya agar tidak disuruh jaga (berhitung).

Biasanya permainan tersebut dilakukan sebelum memulai permainan ucing sumput (petak umpet) di kalangan anak anak Sunda.

Sama seperti Ambil-ambilan, permainan ini juga memiliki nyanyian khusus berbasa sunda sebagai pengiring selama permainan berlangsung.

Sorodot Gaplok

premainan tradisional sunda

https://tanahpasundanblog.wordpress.com/ ©2020 Merdeka.com

Permainan tradisional Sunda ini cukup berbeda dari sebelumnya. Permainan ini sarat akan nilai edukasi bagi yang memainkannya.

Dilansir dari blog Tanah Pasundan, permainan ini berasal dari dua kalimat yaitu Sorodot yang berarti ‘meluncur’ dan Gaplok yang berarti ‘tamparan’.

Sorodot Gaplok bisa diartikan sebagai permainan meluncurkan batu ke batu lainnya yang nantinya bisa menimbulkan suara ‘plok’ seperti suara tamparan. Permainan tersebut biasanya dilakukan dengan dua kelompok berjumlah genap.

Konon, permaiann ini dapat melatih jiwa kepemimpinan serta kerja sama tim yang baik. Juga, permainan ini bisa meningkatkan konsentrasi dari masing-masing pemainnya.

Kobak Koin

permainan tradisional sundapermainan tradisional sunda

Youtube Ablasah ©2020 Merdeka.com

Salah satu permainan tradisional Sunda yang unik berikutnya adalah Kobak. Kobak merupakan jenis permainan tradisional yang melatih ketangkasan individu dan biasa dilakukan oleh beberapa orang.

Permainan tersebut dilakukan dengan cara melempar koin ke tumpukan koin lainnya agar masuk ke dalam lubang yang berada tepat di belakang tumpukan koin. Biasanya Kobak dimainkan di saat bulan Ramadan untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Permainan ini mirip dengan bermain kelereng, namun koin tersebut tidak dapat dimiliki secara permanen alias setelah permainan selesai harus dikembalikan kepada pemiliknya.

Meuncit Reungit

permainan tradisional sunda

Wikipedia ©2020 Merdeka.com

Permainan unik yang cukup digemari anak-anak Sunda zaman dahulu adalah Meuncit Reungit. Meuncit reungit merupakan permainan yang dilakukan beberapa anak yang berusaha menghangatkan badan di depan bara api yang dibakar oleh orang dewasa.

Sambil berdiam di depan bara kecil, anak-anak yang telah membentuk posisi melingkar menyanyikan lagu anak-anak berbahasa Sunda.

Dalam bahasa Sunda, reungit berarti nyamuk. Sederhananya, permainan ini adalah upaya anak-anak untuk menghindari gigitan nyamuk saat pulang dari masjid atau menuju masjid saat waktu maghrib tiba. Begini salah satu bait lirik nyanyiannya:

Di dieu meuncit reungitDi dinya meuncit dombaDi dieu beuki leungitDi dinya beuki loba.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP