Macam-macam Infeksi Otak yang Perlu Diwaspadai, Begini Pencegahannya
Merdeka.com - Otak merupakan salah satu organ paling kompleks dan berperan penting dalam mengendalikan banyak fungsi tubuh. Maka dari itu, saat mengalami infeksi otak, sebagian besar kasus bisa menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak segera diobati.
Infeksi otak sendiri merupakan kondisi saat otak atau jaringan di sekitarnya terinfeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Gangguan yang kerap muncul akibat infeksi otak tergantung pada bagian otak yang terkena infeksi. Akan tetapi sebagian besar kasus infeksi otak bisa menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak segera diobati.
Di bawah ini telah dirangkum merdeka.com mengenai macam-macam infeksi otak yang perlu diwaspadai dan pencegahannya.
1. Abses Otak
Abses otak merupakan salah satu jenis infeksi otak yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya. Kondisi ini bisa terjadi di bagian mana saja pada otak dan disebabkan oleh infeksi bakteri yang mengakibatkan penimbunan nanah dan pembengkakan di otak.
Umumnya gejala yang muncul dapat berupa menurunnya kemampuan berbahasa dan menggerakkan tubuh, gangguan penglihatan, lambat dalam memberikan respons atau berpikir, mual muntah, sulit fokus, dan mudah mengantuk.
Jenis infeksi otak ini perlu segera ditangani oleh dokter. Jika tidak, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti kerusakan otak permanen atau kecacatan, bahkan juga dapat mengakibatkan kematian.
2. Malaria Selebral

2018 Merdeka.com/Free Images
Macam-macam infeksi otak berikutnya adalah malaria serebral. Infeksi otak yang satu ini disebabkan oleh malaria yang tidak diobati.
Gejalanya berupa demam, menggigil, kejang, mual muntah, kesulitan bicara, gangguan pendengaran atau penglihatan, sakit kepala berat, perubahan perilaku, serta penurunan kesadaran atau koma.
3. Meningitis
Meningitis merupakan peradangan yang terjadi di lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang yang disebut meninges. Meningitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, namun tidak jarang juga disebabkan oleh bakteri dan jamur. Penyakit ini dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak atau bayi.
Gejalanya yang muncul dapat berupa sakit kepala hebat, demam tinggi, mual dan muntah, leher kaku, kejang, linglung hingga sulit konsentrasi. Meningitis jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan cacat dan kematian.
4. Toksoplasmosis

2018 Merdeka.com/Pixabay
Jenis infeksi otak satu ini disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii yang menyerang organ tubuh tertentu, termasuk otak. Infeksi otak ini bisa menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, kejang, penurunan kesadaran, atau gangguan koordinasi tubuh.
Penyakit ini rentan terjadi pada orang yang sering bersentuhan dengan kotoran kucing atau memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya karena pengobatan kemoterapi, mengonsumsi obat-obatan imunosupresan, dan infeksi HIV.
5. Ensenfalitis
Macam-macam infeksi otak selanjutnya adalah ensenfalitis yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya. Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada otak akibat infeksi virus, tapi juga dapat terjadi karena infeksi bakteri dan jamur.
Biasanya Ensefalitis ini disebabkan oleh beberapa virus seperti virus herpes simpleks, varisela atau cacar air, virus Epstein-Barr, hingga virus campak. Gejalanya berupa demam tinggi dan sakit kepala, lalu beberapa jam atau beberapa hari kemudian kamu akan sulit berbicara, linglung, tubuh sulit digerakkan, dan kejang. Segeralah temui dokter jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, karena kemungkinan disebabkan oleh ensefalitis.
Mencegah Infeksi Otak
Pencegahan utama infeksi otak adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap virus penyebabnya. Salah satu vaksin terhadap virus penyebab ensefalitis adalah vaksin MMR. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubella, penyakit virus yang bisa menyebabkan radang otak.
Pada bayi dan balita, imunisasi MMR sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada usia 15 bulan dan 5 tahun. Jika kamu belum pernah melakukan vaksinasi MMR, maka vaksin dapat diberikan kapan saja. Selain itu, vaksin MMR juga bisa diberikan ketika kamu hendak bepergian ke wilayah yang rentan terhadap infeksi. Dalam hal ini, konsultasikan kembali dengan dokter mengenai jenis vaksin yang tepat dan aman untuk kamu.
Selain imunisasi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penularan virus dan menurunkan risiko infeksi otak yaitu dengan cara hidup bersih seperti rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi, tidak berbagi penggunaan alat makan dengan orang lain, mencegah gigitan nyamuk, dengan mengenakan pakaian yang tertutup atau menggunakan losion antinyamuk.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya