Lukas Kustaryo, Pejuang Kemerdekaan di Karawang yang Kepalanya Dihargai 10 Gulden

Sabtu, 24 Oktober 2020 06:25 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Lukas Kustaryo, Pejuang Kemerdekaan di Karawang yang Kepalanya Dihargai 10 Gulden Lukas Kustaryo. Arsip Nasional RI ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Lukas Kustaryo, seorang pejuang kemerdekaan yang kerap membuat tentara Belanda ‘kerepotan’.Komandan bertubuh kecil nan cerdik itu kerap beraksi di sekitar wilayah Karawang hingga Bekasi.

Dikenal ‘licin’ seperti belut, KaptenLukas Kustaryo terus berusaha memukul mundur para tentara KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Dengan gaya gerilya yang khas, Belanda pun kerap kesal akibat kesulitan untuk menawan Lukas.

Di masa lalu,Lukas Kustaryo kerap bergerilya di sekitar Desa Rawagede, Rengasdengklok hingga Karawang dan Bekasi. Hal itu dilakukan untuk melucuti senjata dan membunuh pasukan “wong Londo”.

Di zaman penjajahan Jepang, Kapten Lukas bergabung dengan pasukan Peta. Pasca kemerdekaan Ia kembali bergabung dengan Brigade III/Kian Santang Purwakarta pimpinan Letkol Sidik Brotoatmodjo. Selanjutnya Ia menjadi Komandan Kompi Batalion I Sudarsono/Kompi Siliwangi atau yang dikenal sebagai Kompi Siliwangi Karawang-Bekasi.

Lukas Kustaryo lahir di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada tahun 1920. Ia menghabiskan sisa kehidupannya di Cipanas, Jawa Barat, 8 Juni 1997 hingga umur 76 tahun.

Baca Selanjutnya: Bergerilya Menggunakan Seragam Tentara Belanda...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini