Klarifikasi Penemuan Limbah Berbahaya, BAPETEN Akan Lakukan Pembersihan

Senin, 17 Februari 2020 11:45 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Klarifikasi Penemuan Limbah Berbahaya, BAPETEN Akan Lakukan Pembersihan Penemuan Radioaktif. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ditemukannya limbah senyawa Radioaktif atau Peluruhan Nuklir di perumahan warga Batan Indah, Setu Tangerang Selatan, Sabtu (15/2) kemarin. Penemuan ini menimbulkan kepanikan warga, mengingat paparan radioaktif dikenal sangat berbahaya bagi manusia.

Penemuan limbah berbahaya itu berawal ketika petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) saat melakukan pengecekan rutin, pada 30-31 Januari 2020 lalu. Saat pertama kali ditemukan, paparan radiasi dari limbah ini berada di lingkungan sekitar area tanah kosong. Tepatnya di samping lapangan voli blok J sebuah perumahan di Tangerang.

Limbah radioaktif tersebut masih di batas wajar alias normal, namun ketika pengecekan kedua tingkat radiasinya meningkat. Kabag Komunikasi Publik dan Protokol BAPETEN, Abdul Qohhar memberikan klarifikasi terkait penemuan limbah berbahaya itu.

“Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal," ungkapnya Qohhar, dilansir dari Liputan6.com, Senin (17/2).

1 dari 3 halaman

Diduga Sengaja Dibuang

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik dari BAPETEN, Indra Gunawan mengatakan, penemuan serpihan limbah nuklir tersebut diduga kuat sengaja dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kemungkinan ada yang buang atau ada yang taruh, dan ini perlu kita pastikan barang itu, untuk mencari tahu dan mengetahui barang itu produksi mana, dan pekerja mana yang melakukannya," jelas Indra di lokasi penemuan, Sabtu (16/2).

Indra juga menjelaskan, pembuangan serpihan limbah tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Menurutnya harus ada izin dan ada prosedur, mengingat lokasi penemuan merupakan kawasan umum.

penemuan radioaktif

Liputan6.com 2020

2 dari 3 halaman

Tidak Ada Kebocoran Reaktor Nuklir

Dilansir dari Liputan6.com, dalam penemuan limbah tersebut juga ditemukan serpihan radioaktif. Dari penemuan itu muncul banyak isu tak berdasar di kalangan masyarakat sekitar. Ada yang menyebut inti dari reaktor nuklir juga ikut bocor.

Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, Indra membantah. Zat radioaktif yang ditemukan tidak mengalami kebocoran.

"Ada beberapa isu yang berkembang, kalau zat radioaktif ini muncul akibat adanya kebocoran reaktor. Di sini kita tegaskan, tidak ada kebocoran," tegas Indra.

3 dari 3 halaman

Akan Dilakukan Pembersihan

Sebagai bentuk tindak lanjut atas penemuan limbah berbahaya tersebut, Qohhar menyebut akan ada upaya pembersihan. Dari lima titik penemuan serpihan, akan dilakukan pembersihan selama kurang lebih 20 hari.

Upaya pembersihan ini akan melibatkan satuan tim dari BATAN dan BAPETEN. Sementara ini, petugas telah memasang garis kuning sebagai batas aman untuk masyarakat sekitar.

"Iya, radius 5 meter. Memang kan digaris kuning itu sekitar 5 meter luasannya. Jadi warga tidak boleh melintas," imbuh Qohhar. [nrd]

Baca juga:
Hari Ini, Bersih-bersih Area Terpapar Radioaktif di Setu Tangsel Dilanjutkan
Pembersihan Tanah Terpapar Radioaktif di Perumahan Batan Indah
Batan dan Bapeten Bersihkan Area Terpapar Radioaktif di Setu Tangsel
Tim Teknisi KBR Brimob Cek Paparan Radioaktif di Batan Indah Tangsel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini