Jenis-Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai

Rabu, 11 Mei 2022 14:15 Reporter : Andre Kurniawan
Jenis-Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai Ilustrasi hepatitis. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Hepatitis mengacu pada kondisi peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai virus menular dan agen tidak menular. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, dan beberapa di antaranya bahkan bisa berakibat fatal.

Ada lima jenis-jenis hepatitis utama yang perlu diketahui, yang disebut sebagai tipe A, B, C, D dan E. Meskipun semuanya menyebabkan penyakit hati, setiap jenis-jenis hepatitis ini berbeda dalam hal seperti cara penularan, tingkat keparahan penyakit, distribusi geografis dan metode pencegahan.

Selain itu, hepatitis tipe B dan C secara khusus sering menjadi penyebab penyakit kronis pada banyak orang dan bersama-sama menjadi penyebab paling umum dari sirosis hati, kanker hati dan kematian terkait virus hepatitis. Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang jenis-jenis hepatitis yang wajib diketahui.

2 dari 4 halaman

Hepatitis A

Jenis-jenis hepatitis pertama adalah hepatitis A. Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini adalah penyakit akut jangka pendek. Hepatitis A biasa ditularkan ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi.

Dilansir dari Medical News Today, gejala yang muncul dari hepatitis A antara lain mual, kelelahan, urin berwarna gelap, muntah, demam, penyakit kuning, dan anoreksia.

infografis hepatitis akut
©2022 Merdeka.com

Hepatitis B

Jenis-jenis hepatitis yang kedua adalah hepatitis B. Virus hepatitis B (HBV) adalah penyebab hepatitis B. Hepatitis B sering menjadi kondisi kronis yang berkelanjutan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa sekitar 257 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit ini.

Hepatitis B dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, biasanya dari wanita ke janin saat lahir, tetapi terkadang penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi atau berhubungan seks tanpa kondom juga bisa menjadi penyebabnya. Gejala hepatitis B biasanya seperti kegelisahan, kelelahan, anoreksia, dan penyakit ringan.

Hepatitis C

Jenis-jenis hepatitis yang ketiga yaitu hepatitis C. Hepatitis C berasal dari virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang mengandung virus, yang sebagian besar menyebar melalui jarum suntik pengguna narkoba IV yang terkontaminasi. 80% orang yang menderita hepatitis C tidak memiliki gejala, tetapi yang lain mungkin akan mengalami kegelisahan, kelelahan, dan anoreksia.

3 dari 4 halaman

Hepatitis D

Jenis-jenis hepatitis yang keempat yakni hepatitis D. Ini adalah bentuk hepatitis langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) dapat menyebabkan peradangan hati seperti jenis lainnya, tetapi seseorang tidak dapat tertular hepatitis D tanpa adanya infeksi hepatitis B.

Secara global, hepatitis D mempengaruhi hampir 5 persen orang yang menderita hepatitis B kronis. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain adalah kegelisahan, kelelahan, anoreksia, dan penyakit ringan.

Hepatitis E

Jenis-jenis hepatitis yang terakhir yaitu hepatitis E. Hepatitis E adalah penyakit yang ditularkan melalui air yang dihasilkan dari paparan virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E biasa ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan biasanya mengonsumsi air yang tercemar. Hepatitis E biasanya menjadi kondisi yang akut, tetapi bisa sangat berbahaya pada wanita hamil.

Selain itu, hepatitis E juga bisa ditularkan melalui konsumsi daging atau makanan atau minuman yang kurang matang, atau yang terkontaminasi dengan kotoran seseorang yang terinfeksi. Gejala yang biasa dirasakan mungkin berupa penyakit ringan.

Hepatitis Tidak Menular

Jenis-jenis hepatitis yang tidak menular termasuk hepatitis autoimun dan alkoholik. Penyakit autoimun menyebabkan hepatitis ketika sistem kekebalan menyerang organ hati. Hepatitis autoimun seringkali berasal dari genetik, tetapi faktor-faktor seperti infeksi virus atau penggunaan narkoba dapat memicu kondisi tersebut.

Gejala yang paling umum bisa berupa:

  • kelelahan
  • penyakit kuning
  • kegelisahan
  • sakit perut
  • nyeri sendi

Namun, beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala apapun. Sedangkan hepatitis alkoholik dimulai ketika organ hati tidak mampu mengatasi tingkat racun karena asupan alkohol yang tinggi.

4 dari 4 halaman

Cara Pengobatan Hepatitis

Pilihan pengobatan bervariasi sesuai jenis-jenis hepatitis yang diderita dan apakah infeksinya akut atau kronis.

Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit jangka pendek dan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika gejala menyebabkan ketidaknyamanan, Anda mungkin perlu beristirahat di tempat tidur. Selain itu, jika Anda mengalami muntah atau diare, dokter mungkin akan merekomendasikan program diet untuk menjaga hidrasi dan nutrisi Anda.

Hepatitis B

Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis B akut. Namun, jika Anda menderita jenis-jenis hepatitis kronis ini, Anda memerlukan obat antivirus. Bentuk perawatan mungkin harus dijalani selama beberapa bulan atau tahun. Pengobatan untuk hepatitis B kronis juga memerlukan evaluasi dan pemantauan medis secara teratur untuk menentukan apakah virus merespons pengobatan.

Hepatitis C

Obat antivirus dapat mengobati hepatitis C akut dan kronis. Biasanya, orang yang mengembangkan hepatitis C kronis akan menggunakan kombinasi terapi obat antivirus. Mereka mungkin juga memerlukan pengujian lebih lanjut untuk menentukan bentuk perawatan terbaik.

Orang yang menderita sirosis atau penyakit hati karena hepatitis C kronis dapat menjadi kandidat untuk transplantasi hati.

Hepatitis D

WHO mencantumkan interferon alfa pegilasi sebagai pengobatan untuk hepatitis D. Namun, obat ini dapat memiliki efek samping yang parah. Akibatnya, obat ini tidak dianjurkan untuk orang dengan kerusakan hati sirosis, yang memiliki kondisi kejiwaan, dan orang dengan penyakit autoimun.

Hepatitis E

Saat ini, tidak ada terapi medis khusus yang tersedia untuk mengobati hepatitis E. Karena infeksi ini seringkali akut, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Dokter biasanya akan menyarankan orang dengan infeksi ini untuk istirahat yang cukup, minum banyak cairan, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan menghindari alkohol. Namun, wanita hamil yang mengalami infeksi ini memerlukan pemantauan dan perawatan yang ketat.

[ank]

Baca juga:
Dinas Kesehatan Pastikan Belum Ada Kasus Hepatitis Akut di Sumut
Ini Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan agar Anak Terhindar dari Hepatitis
Penjelasan Kemenkes soal 15 Kasus Diduga Hepatitis Akut di Indonesia
Antisipasi Hepatitis Akut, RSUD Tulungagung Siapkan Ruang Isolasi
IDAI Pastikan Laporan Hepatitis Akut di Tulungagung & Sumbar Belum Probable
Dinkes DKI: Hepatitis Akut Diduga Menular dari Makanan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini