3 Pesan Tegas Ridwan Kamil Jika Ingin Pandemi Virus Corona Segera Berakhir

Senin, 6 April 2020 16:00 Reporter : Nurul Diva Kautsar
3 Pesan Tegas Ridwan Kamil Jika Ingin Pandemi Virus Corona Segera Berakhir Pemain Asing Liga Indonesia yang Pernah Berlaga Liga Champion Eropa. persib.co.id

Merdeka.com - Banyaknya universitas yang mengeluarkan prediksi tentang waktu berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi riset sejumlah universitas tersebut. Menurut informasi dari hasil prediksi beberapa Universitas, Ridwan Kamil merangkum bahwa penyebaran Covid-19 akan berakhir pada Juni 2020 atau setelah Hari Raya Idul Fitri.

Ridwan Kamil tidak menampik hasil riset tersebut namun ada hal yang lebih penting dari prediksi riset itu, Ia menjelaskan jika riset tersebut bisa terwujud jika ada keterlibatan dari masyarakat.

1 dari 3 halaman

Disiplin Menerapkan Physical Distancing

social distancing

2020 Merdeka.com

Dilansir dari Liputan6, menurut gubernur yang biasa di sapa Kang Emil tersebut, perlu keterlibatan aktif masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satu caranya dengan disiplin untuk menerapkan anjuran pemerintah seperti Physical Distancing, atau menjaga jaga jarak fisik dan membatasi aktivitas di luar rumah. Jika hal ini rutin dilakukan tidak menutup kemungkinan Juni Pandemi Corona sudah berakhir.

"Jika kita disiplin menerapkan physical distancing, kita dapat mengakhiri pandemi pada bulan Juni. Sekitar waktu itu, tren kasus positif Covid-19 akan turun dan situasi kembali normal pada akhir Juni jika orang-orang disiplin," kata Emil dalam keterangan melalui Humas Jabar, Minggu (05/04)

2 dari 3 halaman

Menunda Mudik hingga Keadaan Membaik

lebaran di jembaran suramadu

Merdeka.com/masfiatur rochma

Kang Emil juga menegaskan jika terdapat hal krusial lainnya yang bisa mendukung efektivitas prediksi tersebut yaitu kesadaran masyarakat untuk tidak mudik. Kesadaran tersebut bisa menjadi bentuk solidaritas kepada sesama ataupun kepada tenaga medis yang sedang berjuang melawan Covid-19 di zona merah.

"Tetapi, jika tidak (disiplin), maka situasi kembali normal pada akhir tahun. Saya pikir, sangat penting bagi kita untuk mengendalikan pandemi tanpa mudik," katanya.

Lebih lanjut, gubernur asal Bandung tersebut mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar telah mengeluarkan maklumat larangan mudik dan piknik untuk sementara waktu. Kemudian, memberlakukan prosedur tetap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun, untuk memastikan pemudik tidak terpapar Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab Covid-19.

3 dari 3 halaman

Memperketat Pemeriksaan di Wilayah Pedesaan

upaya sukabumi cegah corona

Humas Provinsi Jawa Barat 2020 Merdeka.com

Ia juga mengimbau jika desa-desa di Jabar juga ikut andil untuk memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk daerahnya. Pihaknya juga telah mengisyarakatkan kepada desa-desa di Jawa Barat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid.

Satgas dan aparatur desa setempat berupaya mendata pemudik yang berasal dari zona merah dan memintanya untuk isolasi diri selama 14 hari. Beragam upaya tersebut dilakukan Pemprov Jabar agar penyebaran Covid-19 tidak meluas terutama di wilayah pedesaan yang menjadi sasaran dari para pemudik.

"Masalah Covid-19 ini adalah masalah bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua, membantu, mempercepat penyelesaian masalah Covid-19 ini," ucapnya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini