Heboh Bapak dan Anak Kabur dari Karantina di Bali, Nana Mirdad Cerita Faktanya

Kamis, 26 Maret 2020 18:18 Reporter : Andriana Faliha
Heboh Bapak dan Anak Kabur dari Karantina di Bali, Nana Mirdad Cerita Faktanya Heboh Bapak dan Anak Kabur dari Karantina di Bali, Nana Mirdad Cerita Faktanya. ©2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

Merdeka.com - Selebriti tanah air, Nana Mirdad membagikan cerita di balik berita yang baru-baru ini menghebohkan warganet, yakni tentang seorang bapak dan anaknya yang kabur dari karantina virus corona (Covid-19) di Bali.

Diketahui, keluarga bapak tersebut merupakan teman dekat dari Nana Mirdad dan suami, Andrew White. Mengetahui hal tersebut, Nana Mirdad langsung mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi di unggahan Insta Story akun instagram pribadi miliknya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia merasa miris dengan pemberitaan yang mengatakan kalau mereka telah kabur dari karantina. Pasalnya mereka sebenarnya bukanlah pasien. Ia pun menceritakan kronologis kejadian tersebut.

1 dari 5 halaman

Kronologi Cerita

Melalui unggahannya, Nana menceritakan awal mula kejadian tersebut. Diketahui, kedua anak temannya itu baru tiba di bandara seusai pulang dari Britania Raya.

Ia menjelaskan bahwa anak kedua dari temannya, Tony yang bernama Isis ditahan padahal suhu tubuhnya normal.

"Tony menjemput anak-anaknya (Isis dan erica) yang baru tiba dari UK di airport kemarin malam. Pada saat itu mereka berdua melalui pemeriksaan temperatur dan keduanya menunjukkan temperatur NORMAL. Pada saat itu temperatur Isis adalah 36,3 celcius.

Tapi entah kenapa dari 40 penumpang yang ada di QATAR Airways malam itu hanya Isis yang dipanggil ke ruang imigrasi meskipun temperatul normal. Bahkan erica, kakak dari Isis pun dilepas dan dibiarkan pulang.

Imigrasi mengatakan kalau Isis harus menjalani tes rapid meskipun tidak ada symptom apa-apa. Namun mereka ngga punya alat test itu jadi mereka akan menahan Isis di karantina sampai test itu didapat. Tony pun ikut ke tempat karantina karena ia ngga mungkin meninggalkan anak perempuannya yang masih remaja sendiri. Sampai tempat karantina mereka bilang kalau alat test itu baru akan tersedia setelah Nyepi," tulis nanamirdad_ di Insta Story nya

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

2 dari 5 halaman

Dipaksa Balik ke Karantina

Selanjutnya, Nana Mirdad menceritakan bahwa Tony memutuskan membawa anaknya untuk pulang setelah sekian lama menunggu dan tanpa dibekali APD. Ia juga mengungkapkan bahwa sesampainya di rumah, Tony langsung memanggil dokter. Setelah diperiksa, dokter tersebut memberikan health ceritificate yang menunjukkan kalau anaknya sehat.

"Setelah sekian lama berada di tempat karantina, tanpa dibekali APD akhirnya Tony memutuskan untuk membawa anaknya pulang ke rumah. Sampai rumah pun mereka langsung memanggil dokter dan dokter memberikan health certificate untuk Isis, menyatakan kalau Isis sehat," tulis Nana Mirdad.

Lebih lanjut lagi. Nana menceritakan pada malam harinya, rumah Tony didatangi lebih dari 100 orang. Meski sudah menunjukkan health certificate, tapi mereka dipaksa untuk kembali ke karantina.

"Malam itu rumah Tony pun didatangi oleh lebih dari 100 orang. Tony bahkan menunjukkan health certificate itu namun tidak diterima dan akhirnya mereka dipaksa untuk balik ke karantina dan melewati hari Nyepi di karantina tanpa pemeriksaan kesehatan ataupun standard APD yang seharusny," sambungnya.

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

3 dari 5 halaman

Dianggap Buronan

Setelah dipaksa kembali ke karantina, Nana Mirdad menceritakan bahwa informasi pribadi mereka mulai dari alamat, foto, hingga nomor telepon telah disebar seperti dianggap buronan. Bahkan sampai saat ini mereka mendapat kecaman yang tidak seharusnya mereka terima.

"Foto, video, alamat sampai nomor telpon Tony dan Isis pun disebar kemana-mana seakan-akan mereka buronan. Apakah ini benar? Bukannya ini pelanggaran privacy mereka? Sampai saat ini pun Tony dan Isis mendapat whatsaap dan telpon dari orang-orang tidak dikenal dan mengancam mereka untuk sesuatu yang sebenarnya nggak pantas mereka terima," tulisnya.

Nana Mirdad juga mengajak masyarakat agar lebih bijak menggunakan sosial media dan mengajak orang agar mencari tahu standar prosedur karantina warga asing yang sebenarnya.

"Cari tahu bagaimana standar prosedur karantina warga asing yang sebenarnya dan coba tanyakan diri kita masing-masing apa benar mereka pantas diperlakukan begini?" lanjutnya.

Lebih lanjut lagi, ia juga mengingatkan untuk berhenti menghubungi mereka. Terlebih lagi, menghujat atau mengata-ngatai mereka.

"Dan satu lagi, please stop hubungi mereka melalui Whatsaapp, SMS dan juga telfon ke no pribadi mereka yang disebar di internet. Apalagi sampai menghujat atau mengatai2 mereka". ungkapnya

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

4 dari 5 halaman

Diperlakukan Tidak Layak

Nana Mirdad juga mengkritik warga Indonesia yang masih belum memahami bagaimana memilih dan memisahkan seseorang yang harus dikarantina.

"Jika tidak menunjukkan gejala maka direkomendasikan untuk SELF QUARANTINE oleh pemerintah dan itu yang mereka lakukan. Namun sayangnya mereka diperlakukan sebaliknya. BTW mereka adalah WNI," tulisnya.

Nana pun menyayangkan tempat karantina yang tidak begitu layak. Hal ini karena mereka dibawa tanpa pengawasan medis, tanpa dokter, tanpa APD dan tanpa surat-surat yang jelas.

"Ini adalah tempat mereka ditaruh sekarang tanpa pengawasan medis, tanpa dokter tanpa APD, tanpa surat-surat yang jelas. Mereka diberi nasi bungkus dan tidak diperkenankan untuk keluar sampai alat tes datang". tulisnya

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

5 dari 5 halaman

Ingatkan Untuk Menghargai dan Memperlakukan Orang Lain Sesuai Haknya

Pada akhir penjelasannya, ia pun mengingatkan untuk sebisa mungkin tetap menghargai dan memperlakukan orang lain sesuai dengan haknya masing-masing.

"So mari kita pikirkan bersama-sama lagi siapa yang wajib ada di karantina dan siapa yang tidak. Sebisa mungkin tetap menghargai dan memperlakukan orang-orang sesuai dengan haknya masing-masing". tutupnya

heboh bapak dan anak kabur dari karantina di bali nana mirdad cerita faktanya

2020 Merdeka.com (instagram : nanamirdad_)

[anf]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini