DIY Berstatus PPKM Level 2, Sultan HB X Ingatkan Warga Kasus Masih Fluktuatif

Jumat, 22 Oktober 2021 09:23 Reporter : Andriana Faliha
DIY Berstatus PPKM Level 2, Sultan HB X Ingatkan Warga Kasus Masih Fluktuatif Sri Sultan Hamengku Buwono X. ©ANTARA/Luqman Hakim

Merdeka.com - Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini menjadi wilayah yang mengalami penurunan dari level 3 menjadi level 2. PPKM level 2 ini mulai berlaku sejak 19 Oktober hingga 1 November 2021 dengan adanya beberapa kebijakan yang dilonggarkan.

Berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 31/INSTR/2021 tentang PPKM Level 2 Corona Virus Disease di DIY, aturan yang kembali dilonggarkan yakni pelaksanaan resepsi atau takziah dapat diadakan dengan kapasitas 50 persen dari kapasitas ruangan dan tidak menerapkan makan di tempat.

"Pusat perbelanjaan dan rumah ibadah diizinkan buka dengan kapasitas 75%, bioskop boleh dikunjungi dengan kapasitas maksimal 70%, destinasi wisata diizinkan beroperasi dengan kapasitas pengunjung 25%, rumah makan maksimal 50%. Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan juga diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen, Selain itu, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk ke dalam mal, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata," jelas Ingub tersebut.

Penurunan level PPKM dengan beberapa kebijakan yang dilonggarkan tersebut tentu menjadi angin segar bagi perekonomian di DIY. Namun, di sisi lain muncul kekhawatiran terjadi lonjakan kasus kembali. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan masyarakat bahwa kasus penularan masih fluktuaktif sehingga tetap harus waspada dan tetap menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Tetap jaga protokol kesehatan karena bagaimanapun kondisi masih fluktuatif," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, dilansir Antara, Selasa (19/10).

Sri Sultan HB X juga mengingatkan masyarakat tetap menahan diri untuk tidak bepergian. Ia menyarankan untuk tetap berada di rumah jika bukan keperluan mendesak.

"Kalau tidak perlu (keperluan mendesak), tidak usah pergi," ujar Raja Keraton Yogyakarta ini.

Keputusan pemerintah pusat untuk menurunkan level PPKM di DIY menjadi level 2 ini juga mendapat tanggapan dari Epidemiolog UGM, Bayu Satria. Sama halnya dengan Sultan HB X, ia mengingatkan masyarakat tetap perlu waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, situasi yang relatif kondusif untuk beraktivitas di tempat umum bisa dinikmati secara berkelanjutan apabila masyarakat menjalankan peran masing-masing dalam penanganan Covid-19.

“Masyarakat perlu diberi pemahaman dan edukasi bahwa kondisi seperti sekarang ini tanggung jawab semuanya. Kalau ingin seperti ini terus bisa keluar rumah dengan tetap pakai masker ya mau divaksinasi, disiplin pakai masker, mau diperiksa jika jadi kontak erat,” terangnya, dilansir dari laman resmi UGM.

Ia pun menegaskan kembali jika masyarakat tak mau divaksin dan tak patuh menjalankan protokol kesehatan 5M seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas akan berisiko terjadi peningkatan kasus kembali.

“Jika masyarakat tidak mau mematuhi itu semua ya menjadi risiko mereka juga kalau sampai DIY kembali naik level risikonya dan banyak yang ditutup lagi,” kata Bayu.

Selain itu, sejalan dengan penyesuaian level PPKM, menurutnya pemerintah juga perlu berupaya melakukan evaluasi langkah 3T yang sudah dapat berjalan dan yang belum berjalan ketika terjadi gelombang kedua, serta menyiapkan infrastruktur dan SDM jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kasus seperti sebelumnya. [anf]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. PPKM
  4. Berita Jateng
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini