Dibangun Swadaya, Lapangan Bola di Desa Setiamekar Bekasi Ini Berstandar FIFA

Senin, 1 November 2021 15:31 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Dibangun Swadaya, Lapangan Bola di Desa Setiamekar Bekasi Ini Berstandar FIFA Lapangan bola Desa Setiamekar, Kabupaten Bekasi yang berstandar Internasional. ©2021 jabarprov.go.id/ Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah lapangan bola yang terletak di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat mendapat sorotan khalayak. Kondisi lapangan tersebut melebihi fasilitas lapangan desa pada umumnya. Terlihat dari kualitas rumput yang digunakan terasa lembut dan rapat, dengan warna hijau menyala.

Bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengagumi keindahan lapangan Desa Setiamekar itu.

"Saya sebagai Wakil Gubernur merasa bangga dan bahagia, termasuk saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kades dan masyarakat yang sudah berkolaborasi, sehingga stadion mini ini bisa diresmikan," ujarnya, mengutip jabarprov.go.id, Senin (01/11).

2 dari 4 halaman

Berstandar Internasional

lapangan bola desa setiamekar kabupaten bekasi yang berstandar internasional
©2021 bekasikab.go.id/ Merdeka.com

Menurut Uu saat meninjau lokasi Sabtu (30/10/2021) lalu, lapangan Setiamekar termasuk contoh lapangan yang berstandar internasional ke-2 yang ada di Jawa Barat

"Syukur alhamdulillah akhirnya tambah lagi lapang yang berskala internasional, pemiliknya desa, pengelolanya adalah BUMDes. Setelah di Desa Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, sekarang di Desa Setiamekar Kabupaten Bekasi," ungkapnya.

Terkait material rumput yang digunakan adalah berjenis Zoysia Matrella (ZM), di mana jenis ini memiliki kualitas yang sangat baik. Jenis rumput ini menempati posisi nomor satu untuk kebutuhan lapangan sepak bola.

Ia berharap, dengan hadirnya lapangan tersebut bisa berkontribusi dalam melahirkan atlet berprestasi, seperti Maman dan Martakusumah

3 dari 4 halaman

Dibangun Swadaya oleh Masyarakat

Menurut Kepala Desa Setiamekar Suryadi, pembangunan lapangan di lahan seluas 1,2 hektare tersebut seluruhnya menggunakan anggaran dari program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) Desa sebesar Rp2 miliar.

Sementara proses pembangunannya dilaksanakan secara swadaya oleh warga masyarakat Desa Setiamekar dan bukan oleh kontraktor.

"Proses pembangunan lapangan ini dibangun dalam kondisi Covid-19, tapi tidak menghilangkan pemanfaatan sumberdaya masyarakat, yaitu menggunakan tenaga seluruh warga masyarakat Desa Setiamekar. Jadi stadion ini dibangun oleh warga, bukan oleh kontraktor," paparnya.

4 dari 4 halaman

Akan Dibangun Fasilitas Penunjang Lain di Tahun 2022

Ia menambahkan, jika stadion mini Setiamekar ini memiliki luas sekitar 1,2 hektar dan baru selesai 0,7 hektar. Rencananya, pembangunan tahap kedua akan dilakukan tahun depan. Akan ada penambahan fasilitas, seperti tempat parkir, taman dan sarana penunjang olahraga ringan lainnya untuk keperluan masyarakat.

Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi juga mengapresiasi langkah masyarakat di Desa Setiamekar. Mengingat stadion ini merupakan wujud pemanfaatan program dana desa yang patut dicontoh oleh desa-desa lain di seluruh Indonesia. 

"Memang dana desa itu bisa berguna untuk pemberdayaan masyarakat. (Stadion mini) Ini bagus, manfaatnya banyak. Bisa buat sarana sosial, bisa buat menyehatkan masyarakat generasi muda, Kita mengharapkan semua desa yang punya lahan idle bisa digunakan untuk sarana olahraga seperti ini," katanya.

 

 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini