Cerita Asal Usul Ancol yang Kini Jadi Wisata Favorit, Dulu Tempat Libur Orang Belanda

Kamis, 27 Januari 2022 16:07 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Cerita Asal Usul Ancol yang Kini Jadi Wisata Favorit, Dulu Tempat Libur Orang Belanda Ancol. Merdeka.com

Merdeka.com - Kawasan Ancol masih menjadi tempat favorit masyarakat Jakarta dan luar kota untuk menghabiskan masa liburnya. Di tempat itu terdapat beragam wahana favorit seperti area pantai serta taman hiburan outdoor yang selalu ramai.

Eksistensi Ancol sendiri rupanya sudah berlangsung sejak tahun 1775, di mana kalangan elit Eropa di Batavia, Hindia Belanda kerap menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat untuk menghabiskan uang dan waktu senggang.

Di masa-masa awal, kawasan Ancol disebut sebagai area rawa yang berbatasan dengan pantai dan kerap terjadi banjir. Lokasi tersebut juga sempat dijadikan daerah peperangan antara pribumi dengan penjajah untuk mempertahankan pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pusat perekonomian. Berikut rangkuman kisahnya.

2 dari 4 halaman

Dari Tanah Rawa Jadi Rumah Penginapan Mewah

Dalam naskah Sunda Kuna - Carita Parahyangan abad ke-15, mengutip lama Instagram @bercerita.sejarah (27/1), tanah Ancol mulanya merupakan daerah kekuasaan dari Raja Surawisesa (1521 - 1535), pengganti Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi.

Dikatakan, lokasi tersebut menjadi area medan perang bertanah rawa serta berbatasan dengan Sunda Kelapa serta Tanjung, Wahanten Banten. Beberapa waktu kemudian kongsi dagang VOC dari Eropa mulai masuk, hingga kawasan tersebut berubah menjadi pusat ekonomi dari berbagai tempat.

Peluang ini lantas dimanfaatkan oleh pejabat VOC bernama Jeremias Van Riemsdijk sekitar tahun 1775, untuk dibangun tempat singgah serta penginapan villa yang nyaman. Setelahnya, banyak pihak kaya raya yang berinvestasi di sana salah satunya Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier.

Terkait nama Ancol, di buku Asal Usul Nama Tempat di Jakarta (2018) disebut berasal dari tanah rendah berpaya-paya. Alasannya, karena pada saat pasang, air payau dari kali Ancol berbalik ke darat

3 dari 4 halaman

Jadi Taman Impian

Perkembangan Ancol dari tanah rawa berlumpur menjadi tempat wisata strategis amat pesat. Lokasinya yang dekat pantai banyak dirindukan para warga Belanda dan rekanan VOC dari Eropa untuk singgah dan menghabiskan uang.

Saat itu kawasan pantai menjadi area favorit, dengan pepohonan yang masih rindang dan memenuhi area pasir putih. Hal itu seakan menjadikan Ancol sebagai taman impian. Konon, istilah Taman Impian yang terkenal kini terkenal sebagai slogan berasal dari keadaan tersebut

Momen ramainya Ancol juga disebut sempat diabadikan oleh Perwira Artileri VOC, Johannes Ranch hingga nama pantai di sana dikenal sebagai Slingerland

4 dari 4 halaman

Sempat Terbengkalai dan Menjadi Sarang Wabah Malaria

ilustrasi presiden soekarno©2020 Merdeka.com

Saat pergantian kepemimpinan menjadi Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels sekitar tahun 1808 sampai 1811, perubahan besar-besaran terjadi. Pusat pemerintahan yang mulanya di kawasan Utara Batavia (pusat ekonomi Sunda Kelapa), dipindah menuju New Batavia atau daerah sekitar lapangan banteng.

Alhasil villa-villa mewah, serta fasilitas hiburan lainnya turut dihancurkan dan berubah menjadi tempat terbengkalai yang tidak terawat. Selain itu, di lokasi juga menjadi salah satu sarang mewabahnya penyakit malaria yang menjangkiti wilayah tersebut. Hal itu membuat intensitas kunjungan menjadi berkurang.

Kondisi demikian, disebut berlangsung cukup lama hingga Ancol menjadi kawasan semak belukar dan hutan rawa yang dipenuhi satwa liar seperti monyet.

Dilirik Presiden Soekarno

Mengutip laman ancol.com, lokasi tersebut mulai dilirik oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno untuk dijadikan destinasi hiburan bagi masyarakat luas di tahun 1950 an.

Disebutkan, dijadikannya Ancol sebagai area wisata usai Soekarno meninjau Disneyland saat kunjungannya ke Amerika tahun 1954.

Pada Desember 1965, Soekarno menunjuk Gubernur DKI Jakarta, Dr. Soemarno Sosroatmodjo menjadi Pelaksana Pembangunan dan Pengembangan Daerah Ancol untuk dijadikan wahana hiburan besar.

Pengembangan proyek Ancol terus berjalan hingga 19 Oktober 1966 dan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta - Ali Sadikin. Saat itu, seluruh pengerjaan proyek dialihkan ke Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PT Pembangunan Jaya.

Saat ini, Ancol telah menjadi kawasan wisata yang terintegrasi dengan beberapa wahana hiburan seperti pantai dan taman, Dunia Fantasi, wisata Atlantis, kolam renang, wisata bawah air (Sea World), Marina, Pasar Seni, hingga Pulau Bidadari.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini