Cara PGRI Tasikmalaya Cegah Perundungan Anak, Instruksikan Hal Ini ke Guru

Selasa, 26 Juli 2022 12:00 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Cara PGRI Tasikmalaya Cegah Perundungan Anak, Instruksikan Hal Ini ke Guru Ilustrasi bullying. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Filipe Matos Frazao

Merdeka.com - Kasus perundungan anak yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat hingga kini masih ramai menjadi sorotan. Anak tersebut diketahui dipaksa mencabuli seekor kucing hingga membuatnya depresi sampai meninggal dunia.

Terkait kejadian memilukan ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya memberikan instruksi khusus kepada guru setempat untuk mencegah hal serupa terjadi di kemudian hari.

Arahan tersebut disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Akhmad Juhana usai mengikuti rapat koordinasi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya, Senin (25/7).

"Kami prihatin atas kejadian itu, oleh sebab itu, kita berkonsultasi bersama KPAID agar kejadian semacam itu tidak terjadi kembali," katanya, mengutip ANTARA

2 dari 3 halaman

Guru Berkomunikasi dengan Orang Tua dan Tokoh Setempat

ilustrasi bullying
Ilustrasi

©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Juhana mengatakan, PGRI sebagai organisasi profesi guru turut prihatin dengan adanya kasus yang menimpa anak berusia 11 tahun tersebut.

Pihaknya bersama KPAID Tasikmalaya pun akan berusaha berkoordinasi untuk menentukan langkah konkret guna mengantisipasi berbagai persoalan terhadap anak, termasuk pencegahan perundungan di dunia pendidikan.

Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh guru dan menjadi tugas tambahan yaitu ikut mengawasi aktivitas anak didik di luar sekolah. Tugas ini, kata dia, salah satunya dengan membangun koordinasi dan komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda untuk mengawasi setiap aktivitas anak-anak.

"Walaupun secara tidak langsung turun ke masyarakat, guru harus intens berkomunikasi dengan orang tua siswa, dan tokoh setempat dan dalam hal ini kita bersama-sama melakukan pengawasan," kata Juhana.

3 dari 3 halaman

Pencegahan Perundungan Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Ketua KPAID Tasikmalaya Ato Rinanto menuturkan bahwa upaya pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Dalam hal ini, semua pihak harus bisa menerapkan pola pembelajaran dan pola asuh bagi anak di ruang lingkup sekolah maupun di luar sekolah.

Termasuk melalui upaya edukasi para siswa saat melakukan aktivitas di dunia maya atau saat menggunakan telepon seluler agar bisa menangkal setiap kemungkinan dampak negatif yang berpotensi diterima anak-anak.

Dirinya pun mengapresiasi kepedulian PGRI Kabupaten Tasikmalaya yang bergerak cepat menyikapi permasalahan perundungan yang dialami anak usia pelajar.

"Nantinya bagaimana pola update guru dalam menyikapi pola-pola milenial dalam berselancar di dunia maya, ini harus disikapi bersama," kata Ato Rinanto.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini