Cara Mencegah Stunting pada Anak, Penuhi Asupan Nutrisinya

Senin, 12 September 2022 17:00 Reporter : Andre Kurniawan
Cara Mencegah Stunting pada Anak, Penuhi Asupan Nutrisinya Ilustrasi Anak Berpuasa. ©Freepik

Merdeka.com - Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak disebut mengalami stunting jika memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibanding anak lain seusianya, atau tinggi badan anak berada di bawah standar kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Stunting terjadi akibat anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai dalam 1.000 hari pertama setelah kelahirannya, atau semenjak anak masih di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Stunting setelah kelahiran akan mengganggu pertumbuhan dan memiliki dampak fungsional yang merugikan pada anak.

Stunting yang terjadi pada anak juga bisa disebabkan karena masalah selama kehamilan, persalinan, penyusuan, atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak mengandung cukup nutrisi. Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat pola asuh yang kurang baik dan kebersihan lingkungan yang buruk sehingga membuat anak sering terkena infeksi.

Beberapa dari dampak tersebut antara lain kognisi dan kinerja pendidikan yang buruk, kehilangan produktivitas dan, bila disertai dengan obesitas di masa kanak-kanak akan meningkatkan risiko penyakit kronis terkait gizi saat dewasa.

Masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk membangun pola makan yang baik dengan mengenalkan berbagai makanan bergizi pada anak. Oleh karena itu, penting juga untuk mengetahui cara mencegah stunting agar anak bisa mendapatkan asupan nutrisi yang memadai. Dikutip dari laman promkes.kemkes.go.id, berikut adalah beberapa cara mencegah stunting pada anak yang wajib diketahui orang tua.

2 dari 4 halaman

Penuhi Kebutuhan Gizi Anak

Cara mencegah stunting pada anak yang pertama adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi anak, bahkan sejak ibu hamil. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan adalah cara mencegah stunting yang paling ampuh.

Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu hamil selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta suplemen yang telah diizinkan dokter. Selain itu, perempuan yang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

infografis stunting

©2022 Merdeka.com/Dok. Kemenkes RI

Beri ASI Eksklusif sampai Usia 6 Bulan

Cara mencegah stunting pada anak yang kedua yaitu dengan memberi ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan. Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan bahwa ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro.

Oleh karena itu, para ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif pada bayinya selama enam bulan. Protein whey dan kolostrum yang terkandung dalam ASI dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang masih rentan.

3 dari 4 halaman

Beri MPASI yang Sehat

Cara mencegah stunting pada anak yang ketiga dengan memberi MPASI yang sehat. Setelah bayi sudah berusia 6 bulan ke atas, ibu sudah boleh memberikan makanan pendamping atau MPASI. Namun, makanan yang diberi tentu harus makanan-makanan yang bisa memenuhi gizi mikro dan makro, seperti yang didapat dari ASI.

WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, para ibu juga harus berhati-hati saat memilih produk tambahan tersebut. Akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Pantau Tumbuh Kembang Anak

Cara mencegah stunting pada anak keempat adalah dengan terus memantau bagaimana tumbuh kembang anak. Orang tua harus memantau, terutama tinggi dan berat badannya. Bawa buah hati secara berkala ke Posyandu atau klinik khusus anak untuk mengetahui gejala awal dari adanya gangguan dan penanganannya.

4 dari 4 halaman

Jaga Kebersihan Lingkungan

ilustrasi anak berolahraga
aarc.org

Cara mencegah stunting pada anak terakhir yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan. Anak-anak masih sangat rentan dengan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Terlebih, lingkungan kotor juga dapat meningkatkan peluang anak mengalami stunting.

Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Sementara salah satu pemicu diare muncul dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini