Bersiap Menuju Endemi Tahun 2022, Ini Syarat Berwisata di Jabar Jika Covid-19 Selesai

Kamis, 16 September 2021 13:27 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Bersiap Menuju Endemi Tahun 2022, Ini Syarat Berwisata di Jabar Jika Covid-19 Selesai Ridwan Kamil Siapkan Monumen untuk Tenaga Kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil pada Selasa (14/9/2021) lalu memprediksikan jika sektor pariwisata di wilayahnya akan segera bangkit di tahun 2022. Terlebih jika target vaksinasi 37 juta warga Jabar selesai di Desember 2021.

Untuk itu, Emil mengajak warga di Jawa Barat untuk segera move on dengan mempersiapkan era pariwisata di masa endemi (selesai) Covid-19. Tentu ada sejumlah aturan yang telah disesuaikan.

"Saya memprediksi awal 2022 pariwisata akan normal lagi karena vaksin ditargetkan selesai, pandemi mudah-mudahan seperti ini terus sehingga kita betul-betul bisa move ondari pandemi ke endemi tinggal kami menata," kata Emil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung melansir jabarprov.go.id.

2 dari 4 halaman

Aturan Berwisata Tetap Diberlakukan

wisatawan rapid test
©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Mantan wali kota Bandung tersebut menjelaskan, kendati pihaknya siap menyambut endemi Covid-19, namun sejumlah aturan bagi masyarakat yang hendak berwisata ke wilayah Jawa Barat tetap diberlakukan.

Salah satunya dengan mulai perlahan membolehkan beberapa destinasi wisata untuk buka kembali. Tentu sesuai dengan level atau tingkat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tersebut.

"Sampai kapan? Sampai presiden memproklamasikan merdeka dari penjajah yang namanya Covid. Tidak tahu kapan masker boleh dibuka. Sebelum hari proklamasi itu, mari kita beradaptasi," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Pengunjung Tetap Dibatasi tapi dengan Aturan Baru

Ia mengatakan, di masa endemi atau berakhirnya Covid-19 nanti masyarakat akan tetap dibatasi untuk melakukan kunjungan ke destinasi-destinasi pariwisata di wilayahnya.

Namun, pembatasan tidak sama seperti sekarang, yakni dimungkinkan jumlahnya akan dinaikkan hingga 25, 50 atau 75 persen. Pembatasan juga merupakan upaya untuk mencegah adanya potensi penularan virus di kawasan tersebut.

"Tapi tetap kami tidak akan seperti semula 100 persen. Kami pasti batasi apakah 25, 50 atau 75 persen. Artinya pergerakan ada tapi dibatasi," kata Emil.

4 dari 4 halaman

Wajib Menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Selain melakukan pembatasan tersebut, Emil juga akan mewajibkan seluruh pengunjung pariwisata di Jabar untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, dikatakan Emil merupakan bentuk penyaringan terhadap wisatawan yang berkunjung sehingga area wisata bisa mengantisipasi adanya penularan klaster Covid-19 baru dari luar.

"Jadi kesimpulan pertama pariwisata akan dibuka sesuai level PPKM. Kedua, kami menggunakan benteng seleksi melalui aplikasi Peduli Lindungi siapa yang masuk ke sana harus buktikan, terlebih orang sudah berlomba-lomba untuk vaksin karena syarat-syarat kegiatan publik dan akses ke ruang publik wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi" tandas Emil

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini