Berkunjung ke TB Maranatha, Penerbit Komik Asli Indonesia yang Masih Bertahan
Merdeka.com - Sekilas memang nampak seperti toko biasa, namun sebuah toko kecil di Jalan Ibu Inggit Garnasih No.148, Bandung Bandung ini rupanya penerbit komik-komik asli Indonesia. Pada tahun 1970-an, Toko Buku Maranatha menjadi primadona. Toko ini ramai pengunjung, berburu dan membaca komik-komik karya anak bangsa.
Kala itu, keberadaan penerbit komik lokal ramai. Namun,pada tahun 1990-an komik-komik asal Jepang dan Amerika mulai masuk ke Tanah Air. Membuat pasar komik lokal semakin sepi, berkurangnya peminat hingga akhirnya terpaksa gulung tikar.
Tetapi tidak bagi TB Maranatha, penerbit sekaligus toko komik ini tetap bertahan. Sejak 1960-an hingga kini, TB Maranatha tetap konsisten menjual komik asli Indonesia dengan beragam cerita dari pelukis-pelukis ternama pada zamannya.
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho
Ratusan judul koleksi komik berjejer rapi di sejumlah rak. Menjadi surga bagi para pencinta komik-komik lawas. Dari sekian judul komik, komik Mahabharata, Ramayana dan Antareja merupakan karya R.A Kosasih yang banyak diminati pembaca.
Erlina, wanita 85 tahun ini adalah pemilik toko buku legendaris ini. Wanita lanjut usia ini sudah separuh lebih hidupnya setia menemani para pembaca setia komik lokal di Kota Bandung.
Untuk harga komik yang dijual bervariasi, mulai dari Rp15.000 sampai yang termahal Rp195.000, yaitu komik seri Mahabharata. Tergantung dengan ketebalan dan keantikannya.
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho
TB Maranatha bermula dari hobi melukis mendiang suami Erlina yang bernama Marcus Hadi atau biasa disapa Om Kus. Komik perdana TB Maranatha ialah komik cerita rakyat seperti cerita Malin Kundang, Siti Nurbaya, dan Sangkuriang. Komik-komik ini pun berhasil mencuri perhatian masyarakat.
Erlina mengatakan komik yang diterbitkan TB Maranatha sudah dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Cirebon dan Bali. Bahkan saat masa kejayaan komik lokal pada dekade 70-an, TB Maranatha pernah mengirim satu truk komik yang dikirim menggunakan kapal laut ke Indonesia Timur.
Saat itu, banyak toko kue dan makanan membuat promosi dengan menghadirkan komik lokal di tokonya untuk sekedar dibaca atau bonus membeli kue.
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho
Kini dalam kurun waktu 3-4 bulan, TB Maranatha kini hanya menerbitkan 1 judul buku. Eksistensi komik lokal yang menurun membuat TB Maranatha memutuskan hal tersebut.
Tak bisa dipungkiri, Erlina mengakui keberadaan komik lokal memang sudah kalah dengan komik dari Jepang dan Amerika. Hal ini juga berdampak pada pengunjung di toko bukunya, Pasalnya, pembeli yang datang ke TB Maranatha bisa dihitung jari setiap minggunya.
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho
Meski begitu, Erlina tetap tak berkecil hati. Wanita lanjut usia ini teguh tak menutup toko. Ia memilih bertahan. Menemani para pencinta komik lokal yang masih ada.
Dengan senyum hangatnya, Erlina akan menyambut setiap pengunjung yang datang di toko sekaligus penerbit komik TB Maranatha ini. Bahkan hingga Ia tutup usia. (mdk/Tys)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya