Balai Besar Sungai Citarum Siagakan 400 Petugas Selama Musim Hujan, Cegah Ini

Rabu, 5 Oktober 2022 19:23 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Balai Besar Sungai Citarum Siagakan 400 Petugas Selama Musim Hujan, Cegah Ini Sungai Citarum. ©REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Balai Besar Wilayah Sungai Citarum menyiagakan 400 personel petugas untuk mengawasi kondisi Sungai Citarum saat memasuki musim penghujan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bastari, Rabu (5/10) mengatakan jika pengawasan oleh petugas tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya potensi banjir.

"Itu kan kita wilayahnya di 14 kabupaten dan kota, dari mulai hulunya di Bandung sampai ke Purwakarta hingga Bekasi," kata Bastari, mengutip ANTARA.

2 dari 4 halaman

Pastikan Sungai Retensi dan Bendung Sanggup Tampung Hujan

pantau sungai citarum

Sungai Citarum ©2018 Merdeka.com

Menurut dia, pengawasan akan difokuskan untuk memantau kondisi sungai, termasuk kolam retensi serta bendungan-bendungan yang menyertainya.

Di masa pemantauan, petugas juga akan menjaga ketinggian muka air sungai sehingga kolam retensi maupun bendungan bisa menampung air yang mengalir dari hulu Sungai Citarum guna mengurangi potensi luapan air ke daratan.

"Kami juga melihat tanggul-tanggul, sungai-sungai, kita lihat kondisi mana yang kritis. Meski kita belum bisa melakukan perbaikan semuanya, paling tidak lokasi kritis bisa kita antisipasi," kata dia.

3 dari 4 halaman

Mencegah dan Menanggulangi Banjir Selama Musim Hujan

Untuk mencegah dan menanggulangi banjir selama musim penghujan, tim BBWS turut berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga Dinas Pekerjaan Umum dalam mengerahkan sumber daya dan sarana-prasarana pendukung.

Bastari menjelaskan jika banjir yang terjadi di wilayah Bandung Selatan, belakangan sudah tidak separah beberapa tahun ke belakang. Bahkan air yang menggenang lebih cepat suruh, dalam hitungan jam.

Ditekankan Bastari, pencegahan banjir ini juga perlu didukung oleh pemahaman mitigasi bencana sebagai langkah penanggulangan dampak.

"Masyarakat harus sadar kalau tinggal di daerah banjir paling tidak bisa menyelamatkan barang-barang, jangan sampai banjir menimbulkan korban harta, benda, ataupun jiwa," kata dia.

4 dari 4 halaman

Bencana Banyak Terjadi Akibat Hidrometeorologi

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin mengatakan bahwa di wilayah Jawa Barat telah terjadi 900 bencana selama Januari sampai September 2022.

Diungkapnya, bencana yang terjadi selama kurun itu kebanyakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

"Mari kita sama-sama berwaspada. Hujan yang ada adalah berkah buat kita, mari kita bersama-sama kelola dengan baik," tandas Bambang.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini