Akibat Anak Sering Dipukul dan Dimarahi, Munculkan Perilaku Negatif

Kamis, 24 Juni 2021 08:40 Reporter : Andre Kurniawan
Akibat Anak Sering Dipukul dan Dimarahi, Munculkan Perilaku Negatif Ilustrasi Memarahi Anak. psychalive.org

Merdeka.com - Mendisiplinkan anak bisa menjadi salah satu hal yang paling menantang bagi orang tua, apalagi jika ini adalah anak pertama . Saat anak-anak tumbuh, mereka akan menjadi lebih menuntut dan tentunya menguji kesabaran.

Jumlah tantrum pada anak meningkat. Awalnya, orang tua mungkin akan menghadapinya dengan ramah dan sabar, tetapi semakin lama, pendisiplinan bisa saja memburuk dan berubah menjadi amarah dan pemukulan.

Dalam kebanyakan kasus, orang tua terpaksa mengeraskan suaranya atau menggunakan kekerasan. Mereka mungkin putus asa karena telah mencoba semua metode untuk membuat anak mengerti, sampai satu-satunya yang tersisa adalah menggunakan kekerasan. Setelah hal tersebut dinilai efektif untuk menenangkan si anak, hal ini bisa menjadi kebiasaan orang tua setiap anak mereka melakukan kesalahan.

Memukul dan memarahi anak untuk mendisiplinkannya memang tampak mudah bagi orang tua. Tapi apakah tindakan itu adalah hal yang benar? Adakah akibat anak sering dipukul dan dimarahi?

Perlu diingat, bahwa setiap tindakan kita akan memberi dampak bagi anak-anak, bahkan dalam jangka panjang. Ada akibat anak sering dipukul dan dimarahi yang akan dirasakannya hingga dewasa. Berikut kami sampaikan apa akibat anak sering dipukul dan dimarahi yang kami kutip dari berbagai sumber.

Baca Selanjutnya: Akibat Anak Sering Dipukul dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini