Ahli Sebut Ada Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Alam, Ini Penjelasannya

Kamis, 19 Maret 2020 17:52 Reporter : Denny Marhendri
Ahli Sebut Ada Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Alam, Ini Penjelasannya pixabay

Merdeka.com - Virus corona ditetapkan menjadi pandemik oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), tidak hanya mengkhawatirkan banyak orang, tapi juga menjadi perdebatan banyak pihak. Masih menjadi pertanyaan, dari mana dan bagaimana asal usul virus yang sekarang telah menewaskan ribuan korban ini.

Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan virus corona sebagai 'Chinese Virus' atau virus yang berasal dari China. Trump membalas ucapan Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian yang mengatakan, tentara AS yang membawa endemi ke Wuhan. Dan, perseteruan terkait sebutan ini masih terus berlanjut.

Tidak hanya para pejabat negara saja, banyak warga di dunia mengaitkan persebaran virus korona ini seolah hanya dibuat-buat. Menciptakan berbagai teori konspirasi yang mengungkapkan bahwa persebaran virus corona ini buatan manusia atau perang senjata kimia.

Berikut ini penjelasan dari salah satu penelitian yang dilakukan oleh lembaga resmi. Mereka menyebut ada kemungkinan, virus corona berasal dari alam dan bukan dari manusia.

1 dari 4 halaman

Penelitian Tentang Covid-19

Pernyataan ilmiah tersebut diungkapkan oleh Nature Medicine. Informasi itu dilansir dari Science Daily, ada analisa terkait pada urutan genom SARS-CoV-2. Hasil analisa tersebut mengungkapkan tidak ditemukan bukti kalau virus corona diciptakan di laboratorium.

"Dengan membandingkan data sekuens genom yang tersedia untuk strain coronavirus yang telah diketahui, kami meyakini bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses yang alami," jelas Kristian Andersen PhD, associate professor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research.

Sedangkan ada analisa lain yang mengatakan bahwa virus corona adalah keluarga besar dari virus yang dapat menyebabkan penyakit dengan skala keparahan yang besar. Hal ini diungkapkan oleh Robert F. Garry dari Tulane University, Edward Holmes dari University of Sydney, Andrew Rambaut dari University of Edinburgh, dan W. Ian Lipkin dari Columbia University.

Mereka mengungkapkan hal ini melalui malakah berjudul 'The proximal origin of SARS-CoV-2'

2 dari 4 halaman

Ada Kemungkinan Covid-19 Berasal dari Alam

Saat Professor Andersen melakukan analisa terhadap virus corona, dirinya juga melakukan analisa pada pola genetik pada pelindung di bagian luar virus. Bagian luar tersebut digunakannya untuk menangkap dan menembus dinding luar sel manusia atau hewan. Ada domain pengikat, sejenis pengait yang menempel pada sel inang yang memungkinkan virus untuk membuka celah dan memasukkan sel inang.

Dengan demikian para ilmuwan menemukan bahwa domain pengikat pada virus corona tersebut telah berevolusi sehingga cukup efektif menjadikan target pada molekuler di bagian sel manusia atau reseptor yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.

Domain pengikat tersebut ternyata sangat efektif untuk mengikat sel-sel manusia. Kesimpulan yang didapatkan oleh para ilmuwan adalah hal tersebut adalah proses seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika.

3 dari 4 halaman

Jadi Berasal dari Mana Virus Corona Ini?

Setelah melakukan berbagai analisa, para ilmuwan tersebut menemukan dua kemungkinan. Pertama, virus melakukan evolusi melalui seleksi alam di dalam inang non-manusia dan kemudian melompat ke manusia.

Proses tersebut mirip dengan wabah virus corona yang terjadi, manusia yang terpapar setelah melakukan atau menyentuh hewan musang (SERS) dan unta (MERS). Ke dua, para peneliti menduga kelelawar lah sebagai suplai yang memungkinkan untuk SARS-CoV-2.

virus corona

2020 Merdeka.com

Namun, sampai saat ini masih belum ada laporan kasus transmisi langsung dari kelelawar ke manusia.

4 dari 4 halaman

Data Covid-19 Terkini

Sampai sekarang, virus tersebut sudah menyebar keseluruh dunia, kecuali wilayah antartika.

video who

video WHO 2020 Merdeka.com

Sampai pada hari Kamis (19/3), menurut website resmi Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tercatat ada 218,824 kasus positif corona. Total meninggal 8,810 dan total sembuh sebanyak 84,121.

[dem]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Virus Corona
  3. Sains
  4. Tren
  5. Jabar
  6. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini