900 Sekolah di Lebak Tak Layak Pakai, Orang Tua Tak Izinkan Anaknya Sekolah

Kamis, 25 November 2021 13:08 Reporter : Nurul Diva Kautsar
900 Sekolah di Lebak Tak Layak Pakai, Orang Tua Tak Izinkan Anaknya Sekolah Sekolah rusak di Banten. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Tercatat 993 unit bangunan SD hingga SMP di Kabupaten Lebak, Banten, memiliki kondisi yang tak layak. Kondisi sekolah itu membuat pihak sekolah tak bisa digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, kebanyakan titik kerusakan berada di bagian atap, dinding, serta struktur kayu yang rapuh. Selain itu, tanah di sekitar bangunan sekolah juga retak nyaris longsor.

"Gedung yang rusak berat itu terdiri atas SD sebanyak 775 unit dan SMP 218 unit," kata Wawan di Lebak, Rabu (24/11) dilansir dari Antara.

2 dari 4 halaman

Tak Ada Perbaikan karena Minim Anggaran

sekolah rusak di banten
Bangunan sekolah rusak di Banten ©2014 Merdeka.com

Kondisi sekolah yang mengalami kerusakan disebabkan karena tidak ada renovasi atau perbaikan bangunan dalam kurun waktu cukup lama. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya anggaran pemerintah daerah.

Pihaknya juga menerima laporan pada Selasa (23/11) lalu, ada dua gedung sekolah yang roboh dan melukai lima siswa. Beruntung kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Karena kejadian itu, Wawan menyarankan agar pengelola sekolah tidak memfungsikan kembali ruang/bangunan yang rusak untuk KBM. Seperti di SMPN 1 Cipanas yang saat ini sudah dalam keadaan lapuk dan rawan roboh, ditambah kondisi cuaca yang rawan hujan dan badai.

"Kami menyayangkan ruangan laboratorium SMPN 1 Cibeber yang roboh dan melukai lima siswa digunakan ruangan kesenian, padahal sebelumnya sudah diperingatkan agar tidak dipakai KBM, karena bangunan atap sudah rapuh," katanya menjelaskan.

3 dari 4 halaman

Pembangunan Membutuhkan Biaya Besar

Wawan menambahkan, terkait anggaran pembangunan ditaksir cukup besar jika hanya dibebankan dari alokasi anggaran pemerintah daerah.

Untuk itu, biaya pembangunan di SMP yang rusak akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan bangunan SD yang jumlahnya banyak, akan dilakukan secara bertahap memanfaatkan APBD setempat.

"Kami tentu memerlukan waktu cukup lama jika kondisi bangunan sekolah itu dalam kondisi baik," katanya menjelaskan.

4 dari 4 halaman

Orang Tua Larang Anaknya Sekolah

Dampak banyaknya gedung sekolah yang tak layak itu membuat para orang tua khawatir dan was-was. Bahkan mereka melarang anaknya untuk ke sekolah, terlebih saat kondisi cuaca buruk.

"Kami minta anak agar tidak pergi ke sekolah, karena khawatir bangunan roboh," kata Samsudin, warga Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak.

Seperti dikabarkan sebelumnya, atap ruangan SMPN 1 Cibeber di Kabupaten Lebak, Selasa (23/11) lalu, dikabarkan roboh setelah dihantam hujan lebat disertai angin kencang.

Kejadian itu mengakibatkan lima siswa luka-luka dan dilarikan ke puskesmas setempat. Kebanyakan siswa tersebut mengalami luka di bagian kepala dan tangan akibat tertimpa material bangunan.

"Semua siswa yang luka-luka dilarikan ke Puskesmas setempat dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit," kata Camat Cibeber, Ade Kurnia (23/11).

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini