7 Manfaat Hutan Bakau bagi Lingkungan, Sebagai Pelindung Manusia dan Ekosistem

Selasa, 30 Maret 2021 08:00 Reporter : Andre Kurniawan
7 Manfaat Hutan Bakau bagi Lingkungan, Sebagai Pelindung Manusia dan Ekosistem ilustrasi hutan bakau. earth.com

Merdeka.com - Pohon bakau tumbuh di daerah dengan tanah rendah oksigen, di mana air yang bergerak lambat memungkinkan sedimen halus terakumulasi. Hutan bakau hanya tumbuh di garis lintang tropis dan subtropis di dekat khatulistiwa karena tidak dapat menahan suhu beku.

Hutan bakau dapat dikenali dari jalinan rimbunnya akar penyangga yang membuat pepohonan tampak berdiri di panggung di atas air. Akar yang kusut ini memungkinkan pohon untuk mengatasi pasang surut air pasang setiap hari. Akar juga akan memperlambat pergerakan air pasang, sehingga menyebabkan sedimen mengendap dari air dan membangun dasar berlumpur.

Hutan bakau memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan lingkungan sekitar. Bahkan hutan bakau ini berperan untuk melindungi manusia dengan cara yang unik, mulai dari menyediakan tempat berkembang biak ikan, penyimpanan karbon, hingga melindungi manusia dari banjir.

Meski perannya sangat penting, namun keberadaan hutan bakau ini justru terancam. Lahan hutan bakau banyak diubah sebagai lahan untuk pertanian, pengembangan industri, dan proyek infrastruktur. Selain itu, adanya perubahan iklim dan polusi, kemudian ancaman lokal, seperti pemanenan kayu yang berlebihan, bendungan dan irigasi yang mengurangi aliran air yang mencapai hutan juga dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan pada hutan bakau.

Keberadaan hutan bakau sudah jelas memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya. Dilansir dari ecoviva.org dan weforum.org, berikut apa saja manfaat hutan bakau bagi lingkungan dan juga manusia.

2 dari 4 halaman

Rumah bagi Keanekaragaman Hayati

bakau di balikpapan
©handout/Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI)

Manfaat hutan bakau yang pertama yaitu sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati. Hutan bakau menyediakan habitat bersarang dan berkembang biak bagi ikan dan kerang, burung migran, dan penyu.

Diperkirakan 80% tangkapan ikan dunia bergantung pada hutan bakau baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya ada di Teluk Jiquilisco, El Salvador, di mana setidaknya terdapat 2 buaya, 3 kerang, 3 kepiting dan udang, 4 penyu, 9 burung, dan 12 spesies amfibi, serta berbagai jenis ikan. Beberapa spesies hewan ini bahkan terancam punah.

Menjaga Kualitas Air

Manfaat hutan bakau yang kedua yaitu untuk menjaga kualitas air. Dengan jaringan akar yang padat dan vegetasi di sekitarnya, mereka menyaring dan menjebak sedimen, logam berat, dan polutan lainnya. Kemampuan untuk menahan sedimen yang mengalir dari hulu mencegah kontaminasi saluran air hilir dan melindungi habitat sensitif seperti terumbu karang dan padang lamun di bawahnya.

3 dari 4 halaman

Pelindung Alami Pantai

di denpasar©AFP PHOTO/Sonny Tumbelaka

Manfaat hutan bakau yang ketiga adalah sebagai pelindung alami pantai. Sistem akar yang kokoh dari pohon bakau menjadikannya sebagai penghalang alami dari gelombang badai dan banjir yang hebat. Sedimen sungai dan tanah terjebak oleh akarnya, sehingga melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi. Proses penyaringan ini juga mencegah sedimen berbahaya mencapai terumbu karang dan padang lamun.

Pada 2017, Konferensi Kelautan PBB juga memperkirakan bahwa hampir 2,4 miliar orang tinggal dalam jarak 100 km dari pantai. Hutan bakau memberikan perlindungan bagi masyarakat yang menghadapi risiko kenaikan permukaan laut dan peristiwa cuaca buruk yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Menyediakan Mata Pencaharian

Manfaat hutan bakau yang keempat yakni dapat menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Banyak orang yang tinggal di dalam dan sekitar hutan bakau bergantung pada hutan ini sebagai mata pencaharian mereka.

Pohonnya merupakan sumber kayu yang andal untuk konstruksi dan bahan bakar, yang dikenal karena ketahanannya yang kuat terhadap pembusukan dan serangga. Namun, di beberapa daerah, kayunya telah dipanen secara komersial untuk pulp, serpihan kayu dan arang, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan.

Ekstrak tumbuhan ini dikumpulkan oleh penduduk setempat karena kualitas pengobatannya dan daun pohon bakau sering digunakan untuk pakan ternak. Perairan hutan bakau memberi nelayan lokal pasokan ikan, kepiting, dan kerang yang melimpah untuk dijual sehingga memberikan penghasilan.

4 dari 4 halaman

Tempat Penyimpanan Karbon

Manfaat hutan bakau yang kelima adalah sebagai tempat penyimpanan karbon. Hutan bakau menyerap karbon dengan kecepatan dua hingga empat kali lebih besar dari hutan tropis dan menyimpan tiga hingga lima kali lebih banyak karbon per area, dibanding hutan tropis.

Ini berarti bahwa melestarikan dan memulihkan hutan bakau sangat penting untuk memerangi perubahan iklim, pemanasan iklim global yang dipicu oleh peningkatan emisi karbon, yang telah menimbulkan dampak bencana bagi masyarakat di seluruh dunia. Pada saat yang sama, hutan bakau juga rentan terhadap perubahan iklim karena kenaikan permukaan laut mendorong ekosistem ke daratan.

Bahan Bangunan dan Obat

Manfaat hutan bakau yang berikutnya yaitu sebagai bahan bangunan dan pengobatan. Selain mengonsumsi ikan dan kerang dari hutan bakau, masyarakat secara historis juga menggunakan kayu bakau dan ekstrak lainnya untuk keperluan bangunan dan pengobatan.

Potensi mereka sebagai sumber bahan biologis baru, seperti senyawa antibakteri dan gen tahan hama, sebagian besar masih belum ditemukan. Hutan bakau mewakili kurang dari 0,4% hutan dunia, namun sayangnya, hutan ini menghilang tiga hingga lima kali lebih cepat daripada hutan secara keseluruhan.

Mendorong Ekowisata

Manfaat hutan bakau yang terakhir yaitu untuk mendorong ekowisata. Pariwisata berkelanjutan menawarkan stimulus untuk melestarikan kawasan hutan bakau yang ada, yang berpotensi menghasilkan pendapatan bagi penduduk lokal. Seringkali terletak di dekat terumbu karang dan pantai berpasir, hutan bakau menyediakan lingkungan yang cocok untuk kegiatan olahraga seperti memancing, kayak, dan wisata mengamati burung.

Tentu saja, penting untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pengunjung dan melindungi ekosistem hutan yang rapuh. Jika dilaksanakan pada tingkat yang berkelanjutan, ekowisata dapat memberikan motivasi yang sempurna untuk melindungi hutan bakau, alih-alih menebangnya untuk pengembangan pariwisata massal.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini