7 Fakta Start Up Sampah Digital di Bandung, Terima Hingga 3 Ton Sampah per Bulan

Kamis, 27 Februari 2020 16:30 Reporter : Nurul Diva Kautsar
7 Fakta Start Up Sampah Digital di Bandung, Terima Hingga 3 Ton Sampah per Bulan Bank Sampah Digital. http://dim.telkomuniversity.ac.id/ ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di Bandung, Jawa Barat terdapat sebuah industri rintisan (start up) bernama GoniGoni. Industri tersebut merupakan bagian dari layanan bank sampah secara digital yang dikelola oleh Firza Maulana Nasution dan 11 rekan lainnya.

Saat ini start up yang diresmikan sejak 10 November 2019 lalu dan beralamatkan di kawasan Telkom University ini mulai dikenal banyak orang, terbukti sudah sekitar 100 orang nasabah yang menjadi partner resmi melalui bantuan tujuh bank sampah yang berada di wilayah Jawa Barat. Sementara itu untuk tempat daur ulang (recycling station) berlokasi di Jl. SMPN 1 Cileunyi.

1 dari 7 halaman

Berangkat dari Maraknya Sampah Di Bandung

Firza menjelaskan beroperasinya start up tersebut merupakan bentuk keprihatinannya akibat peningkatan jumlah sampah yang sejalan dengan kenaikan populasi masyarakat di Indonesia khususnya Kota Bandung, sehingga persoalan sampah tak akan kunjung tuntas bila tidak diberikan solusi yang tepat.

Beranjak dari permasalahan tersebut, Firza dan 11 rekannya berkeinginan membantu menginformasikan dampak dari sampah kepada masyarakat dan membantu mengatasinya melalui platform berbasis digital.

2 dari 7 halaman

Berawal dari 180 kg Kini Capai 3 Ton

Ia menjelaskan pada awal terbentuknya GoniGoni di bulan November 2019, start up tersebut hanya menerima 180 kg saja, namun semakin lama semakin terjadi peningkatan hingga mencapai total 3 ton.

"Awal operasinya terkumpul 180 kg, kemudian untuk per bulannya tidak menentu, namun pernah mencapai angka 300 kg. Namun akhirnya mengalami kenaikan hingga 3.000 kg atau setara dengan tiga ton," ujar Firza pada Selasa (25/2).

3 dari 7 halaman

Cara Menggunakan Layanan Startup Digital Sampah

Fiza mengatakan bahwa jika masyarakat ingin menggunakan layanan GoniGoni tersebut bisa langsung menghubungi via Whatsapp untuk sementara waktu.

"Kalau untuk saat ini masyarakat dapat menghubungi langsung pihak GoniGoni melalui whatsapp. Namun untuk ke depannya kita akan menggunakan aplikasi berbasis android yang akan dirilis dalam waktu dekat," ujarnya.

Setelah masyarakat menjadi mitra dan memberikan sampahnya melalui aplikasi tersebut, maka nasabah akan mendapatkan dua pilihan yakni penukaran berupa uang tunai atau poin yang dikumpulkan dan dapat ditukarkan menjadi barang seperti tote bag, tempat makanan, dan barang-barang yang dapat digunakan kembali (reusable) lainnya.

bank sampah digital

Antaranews.com 2020 Merdeka.com

4 dari 7 halaman

Mengajak Masyarakat Terlibat Aktif Untuk Peduli Lingkungan

Melalui aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu serta memudahkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungannya dengan mulai menukarkan sampah. Harapannya start up tersebut bisa terus berkembang dengan mempermudah akses bagi seluruh masyarakat Jawa Barat sehingga bisa langsung terhubung dengan pihak bank-bank digital mitra dari GoniGoni.

5 dari 7 halaman

Terdapat Kendala dalam Mengelola Start up

Firza juga mengungkapkan adanya kendala yang dialami ketika menjalankan start up layanan bank sampah digital tersebut.

"Kendala pertama adalah kebiasaan masyarakat yang terkadang kurang perhatian dalam memilah sampah. Kemudian masalah waktu yang terbatas karena tim masih dalam masa kuliah," ujarnya.

6 dari 7 halaman

Meraih Penghargaan

Start up yang dirintis oleh Firza telah beberapa kali meraih penghargaan, seperti masuk kategori 150 Startup Terbaik di Indonesia pada Ajang Thinkubator 2019 oleh Grab dan Transcorp, dan Best Project untuk permasalahan di perkotaan pada Ajang Urban Meeting 2019 di Korea hingga Green Innovator yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat.

7 dari 7 halaman

Memperluas Jaringan

Selain meraih penghargaan, Firza bersama startup dan 11 rekannya juga sedang menjalin kerjasama dengan salah satu desa yang ada di Cirebon untuk membangun proyek daur ulang sampah yang didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP).

[nrd]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jabar
  3. Berita
  4. Sampah Plastik
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini