7 Cara Sederhana Mengatasi Marah, Bantu Cegah Munculnya Konflik

Senin, 20 Juli 2020 22:00 Reporter : Novi Fuji Astuti
7 Cara Sederhana Mengatasi Marah, Bantu Cegah Munculnya Konflik Ilustrasi marah. ©shutterstock.com/Sergej Khakimullin

Merdeka.com - Manusia merupakan makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, yang mana setiap individu tak bisa lepas dari hubungan sosial dengan orang lain. Semua interaksi sosial yang dilakukan seorang individu dapat memunculkan emosi dalam diri setiap individu.

Salah satu emosi yang pernah dirasakan semua individu adalah emosi marah. Kemarahan tidak pernah menyenangkan untuk siapapun. Kemarahan juga dapat menimbulkan akibat negatif bagi individu maupun pihak lain, baik dari segi fisik, psikologis, sosial maupun ekonomi.

Kemarahan juga sering kali jadi pemicu tindakan kriminal. Untuk itu, setiap orang perlu mengendalikan amarahnya demi meredam konflik dan sesuatu yang merugikan.

Kemampuan seseorang dalam mengatasi kemarahan pun berbeda-beda. Banyak orang yang bilang cara orang menyelesaikan masalah menentukan kualitas diri dan tingkat kedewasaan.

Jika kamu masih bingung harus bersikap bagaimana saat sedang dalam kemarahan, berikut 7 cara sederhana mengatasi marah yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Senin, (20/7/2020).

2 dari 8 halaman

1. Akui Pada Diri Sendiri

Cara sederhana mengatasi marah yang pertama dengan mengakui pada diri sendiri mengenai kemarahanmu. Hal tersebut serupa dengan pendapat dari Prof Raymond W Novaco, PhD--penggagas "Anger Management" pada 1975 menyarankan untuk mengatakan pada diri sendiri, "Aku kesal dan hal itu bisa jadi mengaburkan penilaianku."

3 dari 8 halaman

2. Tulis Apa yang Membuatmu Marah

Cara sederhana mengatasi marah berikutnya dengan menuliskan segala sesuatu yang membuatmu marah. Dengan mengetahui segala hal yang membuatmu marah, maka kamu bisa mengambil sikap dengan lebih hati-hati.

4 dari 8 halaman

3. Segera Tarik Napas

Menurut Emil Coccaro, MD, ketua departemen psikiatri di University of Chicago, masing-masing individu memiliki cara mengatasi marah berdasarkan zat kimia otak seperti serotonin. Respon marah pun tergantung pada hari yang kamu jalani. Ketika respon tersebut meningkat, kemarahan kamu juga akan mudah meledak.

Olahraga dan relaksasi teratur bisa membantu kamu mengurangi keinginan marah. Sebaliknya, kamu akan lebih kebal pada kata-kata atau tindakan kasar orang lain. Jika pun kamu merasa kesal, cobalah tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Psikolog Deborah Rozman menyarankan, kamu untuk membayangkan napas masuk dan keluar dari jantung sambil memikirkan sesuatu dalam hidup yang paling kamu syukuri. Pendekatan terhadap marah yang disarankan oleh Rozman ini telah melalui uji klinis. Setelah mengulangnya selama lima kali, emosi kamu akan kembali seimbang, bahkan kamu akan merasa jauh lebih tenang.

5 dari 8 halaman

4. Menjauhi Sesuatu yang Membuat Kamu Marah

Cara sederhana mengatasi marah berikutnya dengan menjauhi sesuatu yang membuat kamu marah. Misalnya, jika kamu sedang mengerjakan tugas kelompok dan mengalami beberapa perbedaan pendapat, jangan buru-buru meluapkan emosi dan mengacaukan segala hal.

Atasi dengan mengubah topik pembicaraan atau mengakhiri obrolan dengan menyetujui perkataannya. Bila hal ini masih tidak bekerja pada kamu, solusi terakhir adalah menjauhi orang yang membuat kamu emosi.

6 dari 8 halaman

5. Menenangkan Diri Sendiri

Segera setelah amarah kamu mulai mereda, alihkan pikiran pada apa pun atau siapa pun yang membuat kamu merasa lebih baik mengenai diri sendiri. Hal itu bisa berupa tujuan kamu di masa depan, hewan kesayangan, kekasih, atau lainnya, selama tak terkait dengan hal yang membuat kamu kesal. Semakin cepat kamu mengalihkan fokus, emosi kamu pun akan semakin mereda.

7 dari 8 halaman

6. Pikirkan Sesuatu yang Lucu

Jika kemarahanmu sudah meledak, kamu bisa mengalihkannya atau menghibur diri sendiri dengan sesuatu yang lucu. Misalnya, bayangkan orang yang menyebabkan kamu marah terpleset kulit pisang atau kamu juga bisa mengingat-ingat film komedi favorit untuk mengalihkan amarah.

8 dari 8 halaman

7. Instropeksi Diri

Dari sekian banyak hal yang membuat kamu mudah emosi bisa jadi sebagian emosi muncul dari diri kamu sendiri. Hindari untuk menyalahkan orang lain, biasakan untuk tanya kepada diri sendiri apa yang membuat kamu emosi. Luangkan waktu untuk menginstropeksi diri dan minta maaf bila terlanjur menyalahkan orang lain.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini