7 Bahaya Makanan Berminyak bagi Kesehatan, Dapat Mengganggu Fungsi Otak

Rabu, 30 Desember 2020 12:01 Reporter : Andre Kurniawan
7 Bahaya Makanan Berminyak bagi Kesehatan, Dapat Mengganggu Fungsi Otak Ilustrasi gorengan kaki lima. ©Shutterstock

Merdeka.com - Siapa yang bisa menolak jika ada gorengan yang tersaji di atas meja. Godaan makanan berminyak ini memang sulit untuk dilawan. Meskipun kita tahu bahwa makanan berminyak ini bukanlah pilihan yang baik, makanan tersebut tetap saja berhasil masuk ke dalam perut.

Meskipun sulit untuk dilawan, kita harus ingat bahwa makanan berminyak akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.Perlu diingat, makanan berminyak dibuat dengan minyak berlebih.

Tidak hanya gorengan, makanan berminyak juga dapat kita temukan dalam makanan cepat saji, seperti kentang goreng, pizza, burger, dan donat. Makanan ini cenderung tinggi kalori, lemak, garam, dan karbohidrat olahan. Namun, rendah serat, vitamin, dan mineral.

Meskipun bisa menjadi camilan yang menyenangkan dan lezat, makanan berminyak memiliki bahaya yang dapat mengancam kesehatan seseorang. Melansir dari Healthline, berikut bahaya makanan berminyak bagi kesehatan.

2 dari 4 halaman

Menyebabkan Kembung, Sakit Perut, dan Diare

perut
boldsky.com

Bahaya makanan berminyak yang pertama adalah dapat menyebabkan kembung, sakit perut, dan diare. Di antara daftar makronutrien, lemak menjadi yang paling lambat dicerna. Karena makanan berminyak mengandung banyak lemak, makanan ini akan memperlambat proses pengosongan perut.

Sebaliknya, makanan yang menghabiskan lebih banyak waktu di perut, bisa menyebabkan kembung, mual, dan sakit perut. Seseorang yang mengeluh tentang pencernaannya, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), pankreatitis kronis, atau sakit perut, makanan berlemak tinggi dapat memicu sakit perut, kram, dan diare.

Merusak Mikrobioma Usus

Bahaya makanan berminyak yang kedua yaitu dapat merusak mikrobiosma usus. Makanan berminyak diketahui dapat merusak bakteri sehat yang ada di dalam usus Anda. Kumpulan mikroorganisme ini, yang juga disebut sebagai mikrobioma usus, dapat mempengaruhi pencernaan serat dan kesehatan usus.

Bakteri usus yang sehat dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL untuk melindungi jantung, sementara bakteri yang berbahaya dapat menghasilkan senyawa perusak arteri yang berkontribusi pada penyakit jantung. Selain itu, ketidakseimbangan bakteri usus juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.

3 dari 4 halaman

Meningkatkan Berat Badan dan Obesitas

013 indra cahya© thesun.co.uk

Bahaya makanan berminyak yang ketiga adalah dapat meningkatkan berat badan dan obesitas. Makanan berminyak, yang dimasak dengan lemak dalam jumlah besar, dapat menyebabkan penambahan berat badan karena jumlah kalorinya yang tinggi.

Studi observasi mengaitkan asupan tinggi gorengan dan makanan cepat saji dengan peningkatan peningkatan berat badan dan obesitas. Obesitas sendiri telah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker tertentu.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Bahaya makanan berminyak yang keempat yakni meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Makanan berminyak memiliki beberapa efek negatif pada kesehatan jantung. Misalnya, gorengan telah terbukti meningkatkan tekanan darah, menurunkan HDL (kolesterol baik), dan menyebabkan penambahan berat badan serta obesitas, yang semuanya terkait dengan penyakit jantung. Penelitian juga mengungkapkan bahwa keripik kentang dapat meningkatkan peradangan dan dapat menyebabkan penyakit jantung.

Meningkatkan Risiko Diabetes

Bahaya makanan berminyak yang kelima adalah dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Mengonsumsi gorengan dan makanan cepat saji, yang tidak hanya mencakup makanan berminyak tetapi juga minuman manis, bisa menyebabkan asupan kalori tinggi, penambahan berat badan, kontrol gula darah yang buruk, dan peningkatan peradangan.

Pada gilirannya, faktor-faktor ini akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik, yaitu sekelompok kondisi yang mencakup obesitas, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi.

4 dari 4 halaman

Menimbulkan Jerawat

ilustrasi jerawat©Shutterstock

Banyak orang mengaitkan makanan berminyak dengan jerawat. Sebuah studi pada lebih dari 5.000 remaja di China menemukan bahwa makan gorengan secara teratur akan meningkatkan risiko jerawat hingga 17%. Terlebih lagi, penelitian lain pada 2.300 remaja Turki mengungkapkan bahwa makan makanan berminyak seperti sosis dan burger meningkatkan risiko jerawat sebesar 24%.

Namun, mekanisme pasti di balik efek ini masih belum jelas. Beberapa peneliti berpendapat bahwa pola makan yang buruk dapat mempengaruhi ekspresi gen dan mengubah kadar hormon.

Dapat Mengganggu Fungsi Otak

Bahaya makanan berminyak yang terakhir yaitu dapat mengganggu fungsi otak. Pola makan yang kaya akan makanan berlemak dapat menyebabkan masalah pada fungsi otak. Peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik yang terkait dengan makanan berminyak juga berkaitan dengan kerusakan pada struktur, jaringan, dan aktivitas otak Anda.

Dua penelitian besar pada 5.083 dan 18.080 orang, masing-masing, mengaitkan diet tinggi makanan berminyak dan gorengan dengan penurunan kemampuan belajar dan memori, serta peningkatan peradangan.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini