5 Pesan Wali Kota Bandung, Renungi Corona Seperti Peristiwa Bandung Lautan Api

Kamis, 26 Maret 2020 18:30 Reporter : Nurul Diva Kautsar
5 Pesan Wali Kota Bandung, Renungi Corona Seperti Peristiwa Bandung Lautan Api Mang Oded. Humas Kota Bandung ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Mewabahnya virus Corona di Indonesia berdampak pada pembatalan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, salah satunya perayaan yang dianggap bersejarah bagi masyarakat Bandung yakni perayaan Bandung Lautan Api. Perayaan tersebut merupakan hasil perenungan akan perjuangan rakyat Bandung pada masa penjajahan di tanggal 24 Maret 1946.

Perayaan Bandung Lautan Api merupakan momentum sakral di mana masyarakat Bandung saat itu merelakan rumahnya untuk dibumihanguskan agar tidak bisa dikuasai oleh pihak penjajah.

1 dari 5 halaman

Mengangkat Semangat Gotong Royong

gotong royong

Ilustrasi Gotong Royong

Shutterctock2020 Merdeka.com

Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial menyerukan pesan khusus untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yakni dengan berdiam diri di rumah.

Dilansir dari website Humas Bandung, Oded M. Danial menekankan semangat gotong-royong yang bisa dilakukan dengan bersama-sama berdiam diri di rumah. Semangat tersebut tentunya harus dilaksanakan oleh masyarakat Bandung secara kompak agar bisa berdampak luar biasa terhadap penghentian penyebaran Covid-19.

Warga diminta untuk meniru pejuang Bandung di masa lalu yang kompak mengosongkan rumah dan lingkungan mereka. Bedanya saat ini adalah mengosongkan aktivitas atau meminimalisir aktivitas di luar rumah agar penyebaran virus corona tidak makin meluas.

2 dari 5 halaman

Pesan Kemanusiaan

Oded menjelaskan bahwa perayaan momentum kebangkitan warga Bandung tersebut perlu terus diterapkan oleh masyarakat, terutama di masa krusial seperti saat ini demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Bandung.

"Kalau dulu warga Kota Bandung dengan taat aturannya kepada pusat. Pusat memerintahkan untuk mundur ke selatan dan di selatan itu mereka membuat sejarah yang luar biasa untuk saling melindungi. Mereka membumihanguskan Bandung Selatan, dikenal dengan Bandung," ungkap Oded yang dilansir dari website Humas Bandung.

3 dari 5 halaman

Menyerukan Pesan Perjuangan

bandung lautan api

2020 Merdeka.com

Terdapat upaya perjuangan yang bisa dilakukan ketika berdiam di rumah dan hal tersebut merupakan cerminan rasa cinta terhadap Kota Bandung dan Jawa Barat. Tetap berada di rumah merupakan wujud kepedulian dalam menghentikan penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Wali kota yang akrab disapa Mang Oded itu mengungkapkan jika berdiam diri di rumah butuh perjuangan yang amat kuat, mengingat banyak yang harus bekerja untuk mencari nafkah, bersekolah, dan lain lain.

"Saya berharap ini menjadi momentum untuk refleksi kita yang diterapkan pada hari ini, bahwa semangat perjuangan itu adalah dengan membumi-hanguskan pandangan yang berbeda. Mari kita fokus bahwa kita sedang bertempur melawan virus Covid-19.

Dulu orang bisa sampai membakar rumah demi negara. Sekarang, pemerintah hanya meminta mereka untuk tinggal di rumah, jangan ke mana-mana sampai situasi terkendali," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Mengupayakan Psychal Distanching Bukan Social Distanching

Ia terus menekankan agar warga menerapkan physical distancing, bukan social distancing. yakni menjaga jarak fisik agar tidak berdekatan apalagi bersentuhan dengan orang lain.

"Kita harus patuh terhadap anjuran mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, physical distancing, atau menjaga jarak dengan sesama serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat guna meminimalkan penyebaran virus tersebut," katanya.

5 dari 5 halaman

Pesan untuk Mendekatkan Diri kepada Tuhan

ilustrasi berdoa

Shutterstock

Mang Oded juga berpesan agar masyarakat Bandung bisa terus berdoa, memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar segala upaya yang sudah dilakukan untuk meredakan wabah ini bisa diberi kemudahan dan bisa segera selesai.

"Hidup itu tidak bisa lepas dari dua hal: ikhtiar optimal, doa maksimal. Nggak bisa kita hanya menyikapi kehidupan ini hanya dengan logika insaniah semata, tetapi juga logika ilahiah," pungkasnya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini