KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Banjir Demak tenggelamkan areal tambak, kerugian capai miliaran

Senin, 15 April 2013 10:39

Merdeka.com - Memasuki hari kelima, Banjir Demak telah menegelamkan areal pertambakan di beberapa desa pesisir Wedung. Desa pesisir yang terkena imbas dari banjir jebolnya tanggul Kali Wulan Mijen diantaranya desa Kendalasem, Kedungkarang, Kedungmutih, Babalan dan dukuh Menco. Tambak yang tenggelam oleh banjir mencapai ratusan hektar dan dalam kondisi berisi ikan dan udang. Akibatnya petani tambak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, bahkan ada yang memprediksi mencapai milyaran rupiah .

"Wah jika dihitung kerugian petani tambak disini jika dihitung mencapai milyaran rupiah, karena selain ikan dan udang garam di gudang banyak yang hilang tersapu air banjir," kata Suhari petani tambak warga desa Kedungmutih pada Warta Demak Minggu (14/4).

Suhari mengatakan air banjir yang melimpas pertambakan di kecamatan Wedung datangnya begitu cepat sehingga para petani tidak bisa mengantisipasi secara dini. Akibatnya garam mereka di gudang sudah kemasukan air sehingga tidak terselamatkan. Sedangkan yang lain mengantisipasi gudang garamnya dengan memagari dengan tanah liat dan plastik.

"Jika di hitung gudang di sini mencapai ratusan sedangkan isinya antara 50 ton sampai 200 ton, kalau air tidak cepat surut masing-masing gudang bisa berkurang 20 sampai 30 persen karena air sudah meresap ke dalam gudang," tambah Suhari.

Untuk mengantisipasi agar air cepat surut, petani tambak membobol tanggul tambak yang menuju ke sungai SWD 1. Dengan peralatan seadanya petani tambak membuat lubang sepanjang 4-5 meter sehingga air dari tambak bisa mangalir ke sungai yang airnya lebih rendah. Puluhan petani tambak dengan bergotong royong bergantian bekerja membobol tanggul tambak.

"Ya keputusan ini diambil karena jalan satu-satunya agar air cepat surut harus membobol tanggul SWD 1 ini. Namun setelah air surut dan normal kembali tanggul itu harus dikembalikan seperti semula," kata Hamdan Kepala Desa Kedungmutih yang melihat dari dekat proses pembobolan.

Hamdan mengatakan, banjir yang melanda pertambakan di desanya itu sebagai akibat dari jebolnya tanggul sungai Wulan. Kerugian yang di derita warganya jika dihitung mencapai milyaran rupiah karena selain gudang garam yang terendam air. Seluruh areal tambak juga juga tidak kelihatan parit atau tanggulnya sehingga ikan dan udang semuanya keluar dari tambak. Padahal tambak-tambak tersebut sudah siap di panen udang dan ikan bandengnya.

"Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah atas kerugian petani tambak warga desa kami." tutup Hamdan.

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.