Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

I Made Sudiana

Profil I Made Sudiana | Merdeka.com

I Made Sudiana merupakan peneliti kelahiran Bali, 31 Agustus 1963 yang berhasil menelurkan banyak karya penelitian yang berhubungan dengan mikroba. Semua berawal dari rasa penasaran terhadap bagaimana proses pembentukan minuman tradisional khas Bali, brem, I Made Sudiana lantas mencari tahu dan menemukan jawaban jika dalam proses pembentukan brem terdapat campur tangan mikroba.

Dia diterima di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 1988 setelah sebelumnya sempat bekerja sebagai asisten dosen Mikrobiologi dan Ekologi di almamaternya, Universitas Gajah Mada, Sudiana semakin kalap untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan mikroba. Melanjutkan pendidikan di Invorenmental Sanitation State University of Ghent, Belgia pada tahun 1992 dan Urban and Enviromental Engineering University of Tokyo tahun 1998 nyatanya mampu mengantarkan ayah dari dua anak ini meraih berbagai penghargaan atas kiprahnya pada ilmu pengetahuan.

Lebih memilih berkecimpung di bidang mikrobiologi lingkungan, Sudiana beralasan jika melalui teknologi molekuler dan bioinformatika akan memungkinkan pemanfaatan metagenomik gen-gen alam pada mikrobia untuk kemaslahatan manusia. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa mikroba mempunyai peranan yang multi fungsi, di antaranya adalah dapat digunakan sebagai bioremediasi atau pemulihan lahan bekas dengan bantuan mikroba yang ada di tambang freeport, Papua. Di sana, ia meneliti kandungan pencemar dan menemukan himpunan spesies mikroba atau biasa disebut konsorsium yang berupa Bacillus sp dan Pseudomonas sebagai mikroba pendegradasi pencemaran.

Sukses melakukan bioremediasi di tanah Freeport, Sudiana berencana mengaplikasikan pada tanah batu bara yang ada di Kalimantan. Tak hanya itu, ia juga sudah melakukan sampling untuk mengetahui berbagai jenis mikroba yang ada di teluk Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia sehingga dapat digunakan untuk proses lanjutan baik melalui bioremediasi atau beyonic, kombinasi pupuk organik dan mikroba yang dapat menangani lahan tercemar akibat aktivitas tambang, limbah industri, atau limbah domestik. Sampai sekarang, peraih Satyalencana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 2005 ini telah menghabiskan waktu selama 24 tahun untuk meneliti mikroba dan lingkungan.

Riset dan Analisa: Atiqoh Hasan

Profil

  • Nama Lengkap

    I Made Sudiana P.hD

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Hindu

  • Tempat Lahir

    Bali

  • Tanggal Lahir

    1963-08-31

  • Zodiak

    Virgo

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Biografi

    I Made Sudiana merupakan peneliti kelahiran Bali, 31 Agustus 1963 yang berhasil menelurkan banyak karya penelitian yang berhubungan dengan mikroba. Semua berawal dari rasa penasaran terhadap bagaimana proses pembentukan minuman tradisional khas Bali, brem, I Made Sudiana lantas mencari tahu dan menemukan jawaban jika dalam proses pembentukan brem terdapat campur tangan mikroba.

    Dia diterima di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 1988 setelah sebelumnya sempat bekerja sebagai asisten dosen Mikrobiologi dan Ekologi di almamaternya, Universitas Gajah Mada, Sudiana semakin kalap untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan mikroba. Melanjutkan pendidikan di Invorenmental Sanitation State University of Ghent, Belgia pada tahun 1992 dan Urban and Enviromental Engineering University of Tokyo tahun 1998 nyatanya mampu mengantarkan ayah dari dua anak ini meraih berbagai penghargaan atas kiprahnya pada ilmu pengetahuan.

    Lebih memilih berkecimpung di bidang mikrobiologi lingkungan, Sudiana beralasan jika melalui teknologi molekuler dan bioinformatika akan memungkinkan pemanfaatan metagenomik gen-gen alam pada mikrobia untuk kemaslahatan manusia. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa mikroba mempunyai peranan yang multi fungsi, di antaranya adalah dapat digunakan sebagai bioremediasi atau pemulihan lahan bekas dengan bantuan mikroba yang ada di tambang freeport, Papua. Di sana, ia meneliti kandungan pencemar dan menemukan himpunan spesies mikroba atau biasa disebut konsorsium yang berupa Bacillus sp dan Pseudomonas sebagai mikroba pendegradasi pencemaran.

    Sukses melakukan bioremediasi di tanah Freeport, Sudiana berencana mengaplikasikan pada tanah batu bara yang ada di Kalimantan. Tak hanya itu, ia juga sudah melakukan sampling untuk mengetahui berbagai jenis mikroba yang ada di teluk Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia sehingga dapat digunakan untuk proses lanjutan baik melalui bioremediasi atau beyonic, kombinasi pupuk organik dan mikroba yang dapat menangani lahan tercemar akibat aktivitas tambang, limbah industri, atau limbah domestik. Sampai sekarang, peraih Satyalencana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 2005 ini telah menghabiskan waktu selama 24 tahun untuk meneliti mikroba dan lingkungan.

    Riset dan Analisa: Atiqoh Hasan

  • Pendidikan

    • SDN Pangyangan, Bali, 1972
    • SMP Harapan Marga Negara, Bali, 1976
    • SMAN 1 Negara, 1979
    • Fakultas Biologi UGM Jurusan Biologi, 1987
    • Invorenmental Sanitation State University of Ghent, Belgia, 1992
    • Urban and Enviromental Engineering University of Tokyo, 1998
    • Post Doc in Molucelar Ecology for Agriculture Sciences, Jepang, 1998
    • Post Doc in Biodiversity Management Institute of Advance Studies United Nation University, Jepang, 2005

  • Karir

    • Peneliti LIPI, 1988-sekarang

  • Penghargaan

    • Best Performance in General Biology, University Merit Scholarship , 1985
    • Leadership Training Course, Belgian Government, 1991
    • Belgian Development Cooperation Scholarship, 1992
    • Japan International Cooperation Agency (JICA) Fellowship, 1993
    • Monbusho Scholarship, 1995
    • Satyalencana Karya Satya 10 Tahun, 2005

Geser ke atas Berita Selanjutnya